Mohon tunggu...
Teopilus Tarigan
Teopilus Tarigan Mohon Tunggu... ASN - Pegawai Negeri Sipil

Pro Deo et Patria

Selanjutnya

Tutup

Music Pilihan

Konsep Menjadi dalam "Wake Me Up When September Ends"

30 September 2021   13:24 Diperbarui: 30 September 2021   13:30 410
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Perkembangan seekor kupu-kupu melalui metamorfosis sempurna, sebuah gambaran proses "menjadi" (Dok. Pribadi)

Akhir September selalu akan menjadi suatu peringatan sejarah yang berulang. Akhir selalu menjadi awal dari sesuatu. (TT van de Karr)

Musim selalu berganti, seperti hujan bulan September menggantikan kemarau. Seperti dukacita yang tidak akan bertahan selamanya, sukacita pun takada yang kekal adanya.

Perpaduan seni, sisi halus perasaan dan kemampuan menceritakan sebuah kisah atau peristiwa dalam lirik lagu ini terasa menyajikan suatu penghormatan akan momen-momen yang telah berlalu ketimbang perasaan negatif akibat sebuah kehilangan. Setiap akhir September, "Wake Me Up When September Ends" karya Billy Joe Armstrong (2002) yang dibawakan oleh Green Day cocok diputar untuk merefleksikan perasaan itu.


Bagi yang merasakan kesedihan mendalam, karena apa pun itu, mungkin rasanya sama dengan cucuran air mata bagaikan hujan dari bintang-bintang. Kata Armstrong, "Here comes the rain again falling from the stars, drenched in my pain again, becoming who we are."

Bagi yang merasakan sukacita melimpah, karena apa pun itu, barangkali rasanya seperti mimpi indah dalam sebuah tidur lelap. Bagaimana pun hari akan selalu berganti dan membangunkan kita dari tidur. "Summer has come and passed, the innocent can never last."

September yang akan segera berakhir, lagi, adalah sebuah contoh dari proses menjadi. "Menjadi" adalah sebuah konsep yang mencairkan ketegangan antara "ada" dan "tiada".

Jika kita merenungkan konsep "ada", kita terpaksa memperkenalkan konsep "tiada" karena kita tidak dapat merenungkan keberadaan kita tanpa segera menyadari bahwa kita tidak akan selalu ada. Sebab jika sesuatu sedang dalam proses "menjadi", ia sekaligus "ada" dan "tiada".

Akhir Selalu Menjadi Awal Sebuah Proses

Dalam ciri hidup kubangan lumpur, kita bisa mengambil contoh siklus kehidupan padi terkait konsep menjadi. Bulir yang ranum menjadi benih, benih menjadi tiada, berganti menjadi tunas, hingga dewasa, menguning dan dituai kembali.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Music Selengkapnya
Lihat Music Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun