Mohon tunggu...
Teguh Purnomo
Teguh Purnomo Mohon Tunggu... Mahasiswa - Student

Mechanical Engineering Malikussaleh Of University

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Ancaman World War 3, Momentum Beralih ke Energi Baru Terbarukan

25 Februari 2022   22:32 Diperbarui: 25 Februari 2022   22:34 138
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Ancaman World War 3,Momentum Beralih ke Energi Baru Terbarukan

Ketegangan di Ukraina terus terjadi,setelah Putin mengumumkan operasi militer ke wilayah Ukraina untuk membela kelompok separatis militer Ukraina(24/02/2022).Dilaporkan delapan orang tewas dan Sembilan luka-luka akibat operasi militer Rusia ini.

Pemicu Rusia-Ukraina bersitegang hingga menimbulkan ancaman World War 3 di latar belakangi oleh perebutan semenanjung Crimea antara Ukraina dan Rusia.Posisi Crimea yang dianggap sangat strategis menjadi wilayah rawan konflik.

Kemudian puncak dari ketegangan  dan ancaman  World War 3 adalah ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui kemerdekaan wilayah Donetsk dan Luhansk dari Ukraina.

Ledakan pun menghujani kota Kiev pada kamis pagi waktu setempat, tak lama setelah Presiden Putin .untuk " Menjaga Perdamaian ".Sehari sebelumnya  Pemerintahan Ukraina juga mengumumkan keadaan darurat nasional, Rabu (23/02/2022)

Lalu bagaimana dampak nya ke dunia khsusus nya Indonesia jika ketegangan yang berujung ancaman Word War 3 tak kunjung berakhir?

Belum sehari ancaman World War 3 berlangsung harga minyak dunia global dilaporkan melesat tajam di angka US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak tahun 2014.Kenaikan minyak dunia ini tentu saja akan terus terjadi jika ancaman World War 3 tak kunjung berakhir.Hal ini tentu saja pukulan ganda bagi dunia karena saat ini dunia sedang menghadapi wabah covid-19 yang juga tak kunjung usai.Ancaman World War 3 juga akan menghambat pertumbuhan ekonomi dunia dan menaikkan tingkat inflasi.

Mengutip CNBC, Kamis (24/2/022), harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 19 sen dollar AS menjadi 92,10 dollar AS per barrel. Sementara harga minyak mentah berjangka Brent naik 1,48 dollar AS menjadi 98,32 dollar AS per barrel.Kenaikan harga minyak mentah juga diprediksi akan terus merangkat menaik jika ancaman World War 3 berkepanjangan dan berujung menjadi kenyataan.

Hal ini tentu saja menjadi momentum bagi Pemerintahan Indonesia untuk menjadikan energi baru terbarukan sebagai alternatif untuk menggantikan minyak mentah yang harga nya kian melesat.

Energi baru dan terbarukan merupakan pengelolaan energi dari proses alam yang ramah lingkungan sehingga  dapat mengurangi polusi udara dan mengatasi permasalahan pemanasan global.

Energi yang bisa menjadi alternatif untuk mengatasi mahal nya harga minyak dunia adalah energi surya.Potensi energi di Indonesia di perkirakan  mencapai 40 Giga Watt (GW) hampir separuh dari potensi energy terbarukan  di Indonesia adalah energi surya, yakni 20 Giga Watt.Namun untuk pemanfaatannya <1 % atau sekitar 150 Mega Watt (MW).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun