Teguh Adi
Teguh Adi

saya berpikir maka saya ada by Rene Descartes dan salah satu hasil dari berpikir adalah menulis

Selanjutnya

Tutup

Politik highlight headline

Dilema Bawang Merah dan Telur Asin Brebes di Tol Trans Jawa

7 Agustus 2017   19:07 Diperbarui: 8 Agustus 2017   09:33 1127 6 4
Dilema Bawang Merah dan Telur Asin Brebes di Tol Trans Jawa
Ilustrasi: KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Sejumlah ruas baru tol trans Jawa Sudah mulai difungsikan pada musim mudik 2016, banyak kalangan yang memuji pembangunan besar-besaran yang dilakukan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Pasca berfungsinya sejumlah ruas tol baru membuat banyak pemudik tersenyum bahagia karena waktu tempuh menjadi semakin singkat, sekadar gambaran kini waktu tempuh Jakarta-Semarang hanya membutuhkan waktu 6 jam jauh lebih cepat dibanding sebelumnya yang bisa mencapai angka 10-11 jam. 

Program pembangunan ruas tol trans Jawa yang rencananya akan menyambungkan Jakarta-Surabaya ini tentunya akan membuat waktu perjalanan semakin singkat. Singkatnya waktu perjalanan antara Jakarta-Surabaya tentunya akan membawa sejumlah keuntungan terutama di bidang ekonomi meskipun tidak secara langsung dan serta merta membuat rakyat menjadi sejahtera, namun dengan dibangunnya Tol Trans Jawa yang berdampak pada singkatnya waktu perjalanan tentu akan membuat pengeluaran yang biasanya menjadi anggaran rutin agen-agen ekspedisi pun akan berkurang dan meminimalisir kerugian petani karena sayur dan buah yang biasanya rusak jika menempuh perjalanan jauh dengan kondisi jalan yang buruk.

Dari sekian banyak kelebihan yang didapat dengan pembangunan Tol Trans Jawa, jarang ada yang berkomentar tentang efek negatif dari pembangunan Tol tersebut. Sebut saja apa yang terjadi pada kampung halaman saya di Kabupaten paling barat Jawa Tengah, Kabupaten dengan Luas wilayah yang merupakan salah satu terluas di Jawa Tengah, ya Kabupaten Brebes, yang dikenal sebagai daerah penghasil telur asin dan bawang merah. 

Berdasarkan pengamatan saya pada musim mudik 2017 pembeli telur asin dan bawang merah tidak seramai tahun-tahun sebelumnya, keramaian sekarang bergeser ke arah Kota Tegal hal ini terjadi karena mayoritas pemudik lebih memilih menggunakan jalan tol daripada melewati jalan Pantura akibatnya jalur Pantura Brebes dari kecamatan Losari sampai Limbangan cenderung sepi. Bagi Pemudik mungkin pembangunan berbagai ruas tol trans Jawa sangat menguntungkan tapi bagaimana dengan kondisi para petani kami, para pengrajin telur asin kami?besar harapan kami, pemerintah dapat memperjuangkan dan turut memikirkan kelanjutan kehidupan masyarakat kami yang memang menggantungkan kehidupan pada bawang merah dan telur asin.

Masih lekat diingatan saya bagaimana bawang merah menyelamatkan perekonomian rakyat kabupaten Brebes dari gelombang krisis ekonomi yang menerpa prekonomian Indonesia pada tahun 1998. Daya beli masyarakat Indonesia yang pada tahun 1998 turun drastis, maka hal tersebut tidak berlaku bagi masyarakat kabupaten Brebes. waktu itu, daya beli masyarakat Brebes masih tetap tinggi bahkan saya ingat waktu itu dealer penjualan sepeda motor di kabupaten Brebes sampai indent karena stok yang tersedia kurang untuk memenuhi daya beli masyarakat yang justru naik. naiknya daya beli masyarakat terjadi karena waktu itu masyarakat sedang panen raya bawang merah dan harganya melambung tinggi.

Saya khawatir kondisi ini tidak lagi akan terjadi, meskipun memang untuk bawang merah bisa di jual ke daerah lain dan tidak harus dijual dipinggir jalan namun banyak orang yang berpendapat bahwa bawang merah bukan bawang Brebes kalau tidak beli di Brebes. semoga dengan tulisan ini dapat sedikit membuat para pengambil kebijakan dapat merumuskan kebijakan yang berpihak bagi masyarakat, 

Selain memang kondisi ini memaksa masyarakat Brebes harus berpikir lebih kreatif bagaimana menjual bawang merah dan telur asin sehingga mereka tidak menjadi pihak yang dirugikan atas pembangunan Nasional yang memang dibutuhkan masyarakat Indonesia. Dengan meningkatnya kreatifitas masyarakat maka masyarakat Brebes dan mungkin masyarakat Pantura pada umumnya dapat hidup berdampingan dan mendukung program pemerintah membangun tol trans Jawa.