Tedi nugroho
Tedi nugroho

pengubah kopi menjadi tulisan berarti

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Momentum Kebangkitan Infrastruktur

11 Agustus 2018   00:10 Diperbarui: 11 Agustus 2018   00:14 407 1 0
Momentum Kebangkitan Infrastruktur
Logo Asian Games 2018

Indonesia menyambut ajang olahraga terbesar di Asia, Asian Games 2018. Untuk kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games setelah 56 tahun yang lalu. Tidak tanggung-tanggung pemerintah menyiapkan 2 kota untuk penyelenggarakan acara yakni Jakarta dan Palembang. Pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk membangun dan merenovasi infrastruktur penunjang Asian Games 2018. 

Seluruh tenaga dan upaya terus dilakukan untukmu Indonesiaku demi tercapainya semua infrastruktur sebelum waktunya karena seluruh mata Asia akan menilai tentang Indonesia, tidak berlebihan jika harga diri bangsa ini dipertaruhkan. 

Palembang sebagai kota yang ditunjuk untuk menyemarakan Asian Games 2018 telah berbenah. Pembuatan Plaza dengan air mancur menari di depat Stadion Gelora Sriwijaya, pelataran parkir, dan pagar keliling kawasan merupakan wujud dari penataan kawasan Jakabaring Sport City. 

Selain itu juga dibangun venue baru yaitu venue dayung dan tembak. Rusun juga telah disiapkan untuk menampung para atlet yang nanti akan berkompetisi di Palembang. Kesiapan sarana transportasi pun menjadi fokus pemerintah Sumatera Selatan terbukti dari pembangunan LRT yang terus digenjot.

Selain Palembang, Jakarta pun ikut berbenah. Untuk menunjukan wajah ibu kota di kancah internasional pembangunan dan renovasi pun dilakukan secara besar-besaran. Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) menjadi pusat perhatian pemerintah untuk membangun maupun merenovasi bangunan yang sudah ada antara lain Stadion Utama GBK, Fasilitas Latihan, Stadion Renang, Lapangan Hoki, Panahan, dan sepakbola ABC, Istora Senayan, serta Stadion Madya, Gedung Basket, Lapangan Softball dan Baseball. 

Penataan kawasan pun dilakukan agar lebih indah dan hijau yakni penataan trotoar yang nyaman untuk pejelana kaki dan difable serta penghijauan kawasan. Wisma Atlet di kemayoran didesain sedemikian rupa untuk memanjakan para atlet yang berlaga. 

Dapat dibilang wisma atlet yang terletak di Jalan Sunter Jaya 1 ini bukan seperti Rusun melainkan Apartemen karena beragam fasilitias yang ada pada sepuluh tower ini mulai lobi penjemputan, lift untuk setiap lantai, dan juga fasilitas penunjang lainnya seperti mini market, balai serba guna, tempat ibadah dan area pertokoan. 

Salah satu venue Asian Games, Jakarta International Velodrome Rawamangun. Sumber gambar : alinea.id
Salah satu venue Asian Games, Jakarta International Velodrome Rawamangun. Sumber gambar : alinea.id
Tidak kalah penting dalam menyongsong Asian Games 2018 adalah dengan adanya  Velodrome atau arena balap sepeda yang berlokasi di Rawamangun. 

Pembangunan yang memakan kurang lebih 655 Miliar rupiah ini telah mengantongi sertifikat dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (UCI). Kita harus berbangga karena tidak semua kota di Asia memiliki arena balap sepeda dan salah satunya ada di Indonesia.

Untuk memperindah di jantung utama kota yaitu Jalan Sudirman-Thamrin pemerintah merenovasi trotoar diperlebar dan dihujaukan kembali agar bisa dinikmati pejalan kaki dan memperindah pemandangan apabila melewati jalan tersebut. Selain itu jembatan penyebrangan orang (JPO) di Bundaran Hotel Indonesia dicopot dan diganti pecilan crossing dengan alasan menghalangi Monumen Selamat Datang juga bertujuan untuk mempermudah pejalan kaki yang ingin melintas. 

Usaha untuk menghilangkan bau tak sedap dari Kali Sentiong atau yang dikenal dengan Kali Item didekat Wisma Atlet dilakukan dengan bergagai cara antara lain dengan pemasangan waring hitam sepanjang 600 meter, pemasangan alat aerator dan nano bubble, dan mengurangi debit air kotor yang masuk ke kali Item.

Terlepas dari pro-kontra yang ramai diperbincangkan mengenai kesiapan infrastruktur tentu kita meyakini apa yang dilakukan pemerintah tentu untuk kesuksesan Asian Games 2018 dan juga untukmu Indonesiaku. 

Berkaca dari Asian Games 1962, Presiden Soekarno meninggalkan infrastruktur bersejarah yang mana masih bisa kita nikmati sampai dengan saat ini sebut saja Stadion Utama Gelora Bung Karno yang menjadi stadion terbesar di Asia Tenggara, Venue yang terletak di kawasan Senayan ( Istora Senayan, gedung bola basket, stadion tenis, stadion renang ), pembangunan gedung TVRI sebagai penyiaran acara Asian Games pada saat itu, kemudian pembangunan Patung Selamat Datang di Bundaran HI. Pembangunan besar-besaran untuk persiapan Asian Games 2018 ini tentu kita tidak ingin setelah acara selesai terbengkalai begitu saja. 

Seperti yang pernah diungkapkan Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas Asian Games 2018, "Saya ingin agar momentum Asian Games 2018 ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kepentingan Bangsa. Jangan berpikir bahwa itu semua dibangun hanya untuk Asian Games semata. Kita membangun infrastruktur itu juga untuk kepentingan kemajuan bangsa kita di masa depan." 

Sudah ada beberapa wacana pemanfaatan infrastruktur. Palembangan sebagai kota yang maju tidak menutup kemungkinan untuk kedepannya akan macet seperti Jakarta sehingga sudah diantisipasi dengan adanya LRT. Wisma Atlet kemayoran dapat digunakan sebagai rusun untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah. Velodrome bisa dijadikan sebagai ajang internasional karena tidak semua negara memilikinya. 

Besar harapan kita setelah kita sukses menjadi tuan rumah Asian Games 2018 pemanfaatan infrastruktur benar-benar sepenuhnya untuk rakyat. Dengan adanya momen akbar Asian Games 2018 dapat menjadi tonggak kebangkitan infrastruktur kita yang dapat merambah di berbagai bidang dan daerah. Semua tentu untukmu Indonesiaku.