Mohon tunggu...
Tb Adhi
Tb Adhi Mohon Tunggu... Jurnalis - Pencinta Damai
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Sich selbst zu lieben ist keine ritelkeit, sondern vernunft

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Menilik Calon Anggota Baru KIB

2 Desember 2022   11:43 Diperbarui: 2 Desember 2022   11:55 288
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat mengunjungi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: Golkarpedia).

KOALISI Indonesia Bersatu (KIB) bakal punya anggota baru, itu sudah sering disampaikan. KIB akan semakin kuat, itu sudah sering pula dikemukakan. Tetapi, siapa anggota baru itu, itu yang masih menjadi pertanyaan. Pertanyaan yang makin membuat banyak orang penasaran menyusul penyampaian metafora terkait partai-partai baru itu.

Metafora terkait warna yang menjadi ciri dari partai-partai calon anggota baru KIB itu, sebagaimana diutarakan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, masih memantik tanda tanya besar. Mungkin saja sudah diraba oleh mayoritas kalangan partai, akan tetapi secara umum tetap membuat kening berkerut.

Warna merah, putih dan biru bisa menyasar ke sejumlah partai yang sebagian memang memiliki kesamaan. Merah bisa identik dengan PDIP, akan tetapi beberapa partai baik yang berada di parlemen atau non parlemen, juga punya seragam warna merah. Partai Solidaritas Indonesia (PSI), misalnya, partai non parlemen yang bercirikan warna merah juga.

Putih bisa mengarah ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, putih juga menjadi warna utama dari seragam Partai Persatuan Indonesia (Perindo), parpol peserta Pemilu 2019 yang bersama PSI berada di luar parlemen.

Akan halnya biru, semua tahu, banyak orang partai yang berbaju biru, baik yang berada di parlemen atau tidak. PAN, biru, tetapi sudah di KIB, bersama Golkar dan PPP. Nasional Demokrat (NasDem) juga  biru, pun Demokrat.  

Airlangga Hartarto sangat cerdik saat mengetengahkan metafora warna sebagai bocoran dari calon anggota keluarga baru dari KIB. Kode keras yang disampaikan Airlangga Hartarto tak hanya membuat senang teman-teman media yang menghadiri acara pertemuan tiga petinggi KIB pada Rabu (30/11/2022) malam di Restoran Bunga Ramai, Menteng, akan tetapi di sisi lain menumbuhkan tanda-tanya di sebagian partai-partai peserta Pemilu 2024.  

Pemilu 2024 akan diikuti oleh 19 partai, yang terdiri dari sembilan partai parlemen, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Golkar, Gerindra, PAN, NasDem, Demokrat, PKS, PKB dan PPP. Lima partai dari peserta Pemilu 2019 yang tidak lolos ke parlemen, yakni PBB, Hanura, PSI, Perindo, dan Partai Garda Perubahan Indonesia (Garuda). Dan, empat partai baru yang lolos verifikasi, yakni Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), Partai Buruh dan Partai Ummat.

Menyusul kode keras yang disampaikan Airlangga Hartarto diyakini adanya partai yang saat ini berada di parlemen dan partai non parlemen yang akan menjadi anggota baru KIB tersebut.

PDIP dan PKS yang paling ramai disebut-sebut sebagai calon anggota baru KIB itu, sebagaimana dijabarkan dalam tulisan terdahulu. Sejumlah petinggi KIB yang dikonfirmasi mengenai hal itu, juga dari kalangan pengamat, tidak memberikan kepastian.

"Saya tahu memang ada partai parlemen yang segera bergabung, tetapi tidak etis menyebutkannya sekarang," kata Drajat Wibowo dari PAN. Sementara, pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, menyangsikan kemungkinan PKS yang bergabung.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun