Mohon tunggu...
Taufiq Nur Azis
Taufiq Nur Azis Mohon Tunggu... Taufiq Nur Azis

"tanamlah 1 kebaikan, dengan begitu akan tumbuh 1000 kebaikan"

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Ngaji Gus Baha' | Miskin di Dunia tapi Kaya di Akhirat

4 Maret 2021   09:36 Diperbarui: 4 Maret 2021   09:38 123 4 1 Mohon Tunggu...

Penulis mengutip satu kata mutiara dari KH. Ahmad Bahauddin Nursalim Al Hafidz biasanya dikenal dengan sebutan Gus Baha'.

Hari ini siapa yang tidak mengenal Gus Baha', beliau merupakan Ulama yang memiliki latar belakang keilmuan Agama yang sangat luar biasa, begitu banyak jutaan manusia mengagumi beliau. Beliau adalah Ulama yang tidak pernah merasakan pendidikan formal SD, SMP, SMA ataupun Perguruan Tinggi, namun level keilmuan beliau sebanding atau setara atau bahkan lebih dari seorang akademisi. 

Beliau memiliki kecintaan terhadap membaca buku bacaan baik kitab-kitab klasik maupun lainnya. Sebagaimana kita lihat dari statement beliau ketika mengisi materi bahasanya selayaknya akademisi meskipun beliau tidak pernah merasakan pendidikan tinggi formal. Beliau merupakan alumni pondok pesantren. Hal ini membuktikan bahwa pesantren memiliki peranan penting dan tidak bisa dianggap enteng oleh kalangan akademisi. 

Singkatnya, dalam artikel akan mengulas mengenai salah satu kata mutiara yang pernah beliau sampaikan dalam pengajian-pengajiannya.

Misalnya Gus Baha' menyampaikan bahwa, "Tak masalah saat ini kamu miskin. Bisa jadi itu alasan Allah SWT kelak untuk membawamu ke surga-Nya. -Gus Baha. Begitulah kira-kira mutiara kata yang disampaikan oleh Gus Baha'

Apabila kita sudah berusaha keras ingin menjadi orang kaya, namun tetap begini-begini saja alias miskin. .

Mungkin Allah SWT mempunyai rahasia dibalik itu semua. 

Ada beberapa hal yang kita ambil hikmahnya adalah

1. Dalam kondisi apapun, kita harus senantiasa bersyukur, dan jangan sampai kufur nikmat.

2. Orang miskin lebih cepat masuk surga dibandingkan orang kaya, dimana nantinya orang kaya lebih lama dihisab hartanya. "Hartamu kau belanjakan untuk apa?

Karena menurut penulis seorang yang miskin di dunia pada hakekatnya memiliki kekayaan yang tidak dimiliki oleh orang kaya. Bisa jadi orang kaya pada hakekatnya mereka itu miskin.

Terimakasih mohon maaf apabila ada kekurangan dan kehilafan.

VIDEO PILIHAN