Mohon tunggu...
Taufan Satyadharma
Taufan Satyadharma Mohon Tunggu... Pencari makna

ABNORMAL | gelandangan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

(Tuhan) Maha Gila!

7 Oktober 2019   16:26 Diperbarui: 7 Oktober 2019   16:39 0 0 0 Mohon Tunggu...
(Tuhan) Maha Gila!
Sumber: Pixabay

Kenapa? Karena akal kita tak akan pernah mampu untuk menjangkau kemungkinan-kemungkinan sebaik apapun kita memiliki akal. Selalu ada kejutan-kejutan pandangan yang tentu akan merubah arah cara pandang kita. Terutama tentang apa yang kita sering sebut kebenaran.

Gila sendiri pada umumnya banyak dipahami masyarakat memiliki 2 makna. Yang pertama,karena memang keadaan jiwanya tidak normal. Atau yang kedua, karena cara pandang seseorang yang disebut gila karena dia keluar dari kebiasaan wajar manusia pada umumnya. Khusus pada makna yang kedua biasanya orang tersebut sering disangka sebagai orang khusus, pilihan, dan bahkan bisa disangka seorang wali.

Terkadang, Tuhan suka membolak-balikkan hati dengan permainan cinta-cintaan para hamba-Nya. Maka dari itu bersiap-siaplah karena roller coaster suasana hati akan selalu menjadi rute yang mesti ditempuh. Dengan berbagai pengalaman dimana sedih atau bahagia itu sebenarnya merupakan pilihan. Pun dengan pilihan kemudahan atau kesulitan.Bukankah pilihan itu datang bersamaan?

Lalu, adakalanya ketika kita sedang begitu dalam mengingatNya, Dia hanya berkata, "Anna jasilu man dzakaroni." Dia duduk disamping orang-orang yang mengingatNya. Tapi dalam do'a yang begitu khusyuk dilantunkan, kehadiran itu tak kunjung pula dirasakan. Bahkan Dia mempermudah, "fadzkuruni adzkurkum." Cukup kamu mengingaKu, maka Aku akan mengingatmu. Sedekat itu Tuhan mengawasi kita, tapi kegelisahan ,keresahan, kekhawatiran masih saja mendera bagai ombak yang selalu saja menerjang tanpa lelah. Jika memang kenyataannya seperti itu, apa yang sebenarnya diingat dalam do'a atau dzikir?

Gila! Permainan seperti apa hidup ini? Pengemis hidupnya direndahkan, yang kaya dipuja-puja layaknya dewa. Yang munafik justru dielu-elukan, daripada kejujuran yang selalu saja diprasangkai sebagai kebodohan. Yang menyakiti dikira perkasa, sedangkan yang penuh asih malah difitnah sebagai orang yang tega. Apakah sesempit itu aku, kita, manusia, memaknai air mata, darah atau bahkan nyawa dianggap sebagai gurauan-Nya belaka?

Belum tentu, tulisan ini pun tidak mengharapkan pembenaran sama sekali. Karena yang menulis sedang memaknai si pencipta Joker, jadi ada kemungkinan ada sesuatu Yang Maha Gila. Selain Joker, mungkin ada Sengkuni atau Rahwana kalau dalam kisah pewayangan. Karena dari tokoh-tokoh tersebut kita dapat menemukan sebuah fakta bahwa orang jahat itu adalah orang baik yang tersakiti. Atau pembenaran akan gurauan tadi adalah ketika joker berkata sebelum membunuh ibunya, "I used to think my life was a tragedy, but now I realize it's a comedy."

Yang pasti kita tidak bisa mengetahui rencana kegilaan Sang Perancang kegilaan itu sendiri yang menciptakan ide-ide gila semacam itu. Yang perlu dingat adalah kita selalu dituntut untuk mengasihi atau menyayangi. Karena di balik rencana-rencana kegilaan itu, akan selalu ada hikmah yang mengandung banyak rahmat. Tinggal bagaimana rahmat tersebut dapat kita ubah menjadi berkah barokah bagi kita semua. Di setiap jengkal jalan kita mencari Tuhan, Dia akan sehasta mendekati kita. Dan jika engkau tergila-gila berjalan terus untuk mendekati Tuhan, lantas Dia akan berlari mendekatimu.

Kegilaan prasangka itu akan terus berlanjut."Ana 'inda zhonni 'abdiy biyya."Aku sesuai prasangka hambaKu kepadaKu."Pada akhirnya, kita pun hanya bisa berprasangka kepada Tuhan. Tapi sebelum itu, kita hendaknya meski bertanya dulu kepada diri kita sendiri, siapa diriku? Setiap bertambah rasa cinta dan rindu itu, bertambah gila pula segala prasangka yang menghampiri. Keselamatan dan keamanan diri bukan lagi menjadi yang utama, karena Engkau Yang Maha Esa tergila-gila untuk menjadi sebaik-baiknya pelindung bagi jiwa setiap insan.

Andaikata dengan keadaan seperi itu kamu masih resah ataupun khawatir, terlebih dengan kepercayaanmu kepada Tuhan, mungkin iman kita perlu dipertanyakan? Atau kalau perlu di install ulang. Tuhan Maha Gila, bukan berarti "ada" di dalam makna-makna diatas. Dan andaikata kamu dapat mempercayai bahwa Tuhan Maha Gila, tentunya hidup akan menjadi membahagiakan.

VIDEO PILIHAN