Mohon tunggu...
Imaa
Imaa Mohon Tunggu... FEBI 17

Fighting

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Penelitian

23 Mei 2019   11:59 Diperbarui: 23 Mei 2019   12:00 0 1 2 Mohon Tunggu...

 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM MENGGUNAKAN PRODUK KECANTIKAN SPIRULINA

OLEH KELOMPOK 2
1. Badrus Shaleh (E20172024)
2. Taslima (E20172036)
3. Rika Nurhidayati (E20172012)
4. Iftitah Hidayati (E20172002)
BAB I

PENDAHULUAN

Latar belakang

Indonesia sebagai salah satu negara  yang memiliki jumlah penduduk terbesar yakni keempat didunia pada tahun 2011, menjadikan indonesia sebagai negara dengan jumlah konsumen terbesar pula, dan hal tersebut menjadikan indnesia sebagai salah satu tarjet tujuan pasar dunia.

Spirulina merupakan sumber nutrisi 100% yang sangat tinggi bisa juga disebut sebagai ganggang hijau yang hidup diair tawar, laut maupun tempat basah, dan merupakan makanan yang bersifat alkali. Agar tubuh tetap sehat maka sebaliknya mengonsumsi makanan yang seimbang dan dengan 80% berkadar alkali 20% pada tubuh yang sehat mengandung alkali yang rendah dengan PH (7.3-7.4). spirulina juga tersedia dalam bentuk pil dan bubuk spirulina juga mempunyai zat besi 58 kali lebih banyak dari sayur bayam, ganggang ini juga memiliki beta karotin 25 kali lebih banyak dari sayuran wortel yang bagus untuk kesehatan. Disamping itu spirulina juga terdapat kandungan protein vitamin mineral lemak dan kabohidrat. Selain itu spirulina juga mengandung bahan alami yang berguna untuk perawatan kulit dengan sifat melembabkan dan mengencangkan ganggnag ini tidak mengenal usia untuk dikonsumsi segala usia dapat mengonsumsinya dari usia anak-anak sampai dewasa dan tentunya bagi mereka yang membutuhksn tubuh yang sehat.

Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah, perumusan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Apakah kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk spirulina?

Apa faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen membeli produk spirulina?

Faktor manakah yang paling berpengaruh pada konsumen dalam pemilihan produk spirulina?

Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Mengetahui apakah kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Spirulina  

Mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian produk spirulina

Mengetahui faktor manakah yang paling berpengaruh pada konsumen dalam pemilihan produk spirulina

Manfaat Penelitian

Penelitian ini memiliki manfaat bagi para pembaca yang ingin lebih mengetahui latar belakang perilaku konsumen dalam  memilih produk yang berkualitas. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan beberapa pertimbangan dan pandangan mengenai perilaku konsumen yang lebih memilih produk dengan kualitas tinggi dan harga terjangkau. Selain itu, diharapkan penelitian ini dapat menarik dan bermanfaat serta menambah wawasan bagi para pembaca.

BAB II

KAJIAN TEORI

Perilaku Konsumen

Perusahaan  yang  berorientasi pada   konsumen   harus   mengetahui perilaku konsumennya.   Informasi perilaku   konsumen   tersebut   dapat memberikan    gambaran    mengenai kebutuhan  dan  keinginan  konsumen sehingga perusahaan mampu memenuhinya.Perilaku konsumen didefinisikan     oleh     Lamb,     Hair, McDaniel (2000;188)

Perilaku   konsumen   adalah   proses seorang  pelanggan  dalam  membuat keputusan    membeli,    juga    untuk menggunakan dan membuang barang-barang  dan  jasa  yang  dibeli, juga termasuk faktor yang memengaruhi   keputusan   pembelian dan penggunaan produk.Kotler dan Amstrong (2004;199),     memberikan     definisi yang  lain,  "Perilaku  Konsumen adalah perilaku pembelian konsumen akhir,  baikindividu  maupun  rumah tangga,  yang  membeli  produk  untuk konsumsipersonal.

Perilaku konsumen adalah perilaku yang ditunjukjkan konsumen dalam mencari, menukar, menggunaka, menilai mengatur barang atau jasa yang dianggap mampu memuaskan kebutuhan mereka. Perilaku konsumen juga berarti cara konsumen mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu, dan tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan demi kepuasannya.

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memnuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen juga mencerminkan hal-hal yang mendasari  konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dialkukan dengan mudah, sedangkan barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses penganmbilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang (duncan 2015).

Menurut Winardi (1989) perilaku pembeli merupakan sebuah proses teratur dimana individu-individu berinteraksi dengan lingkungannya untuk mengambil keputusan-keputusan dipasar tentang barang-barang dan jasa-jasa. Perilaku spesifik individu dipasar dipengaruhi oleh faktor-faktor intern seperti misalnya kebutuhan, motif-motif, dan sikap maupun pengaruh eksternal atau lingkungan musalnya keluarga, kelompok-kelompok, peradaban, ekonomi dan pengaruh bisnis.

Ada dua faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor internal dan eksternal.

Faktor internal

Faktor internal yang mempengaruhi perilaku konsumen, yaitu motivasi, persepsi, sikap, daya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar adalah perubahan dalam seorang individu yang bersumber dari pengalaman. Perilaku manusia sering diperoleh dari mempelajari sesuatu atau pengalaman.

Faktor eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor yang meliputi  pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, strategi marketing dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang mempenagruhi langsung ataupun tidak langsung pada sikapp dan perilaku konsumen. Kelompok ini memengaruhi perilaku seseorang dalam pembeliandan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku. Anggota kelompok referensi sering menjadi penyebar dan pengaruh dikalangan masyarakat dalam hal selera konsumsi, sehingga menyebabkan sebagian kalangan masyarakat mengikuti selera mereka dan menimbulkan keragaman dalam perilaku konsumsi dikalangan masyarakat.

Perilaku konsumen terbagi dua bagian, yang pertama adalah perilaku yang tampak, variabel-variabel yang termasuk kedalamnya adalah jumlah pembelian, waktu, karena siapa , dengan siapa dan bagaimana konsumen konsumen melakukan pembelian. Yang kedua adalah perilaku yang tak tampak variabel-variabelnya antara lain adalah persepsi, ingatan terhadap informasi dan perasaan kepemilikan oleh konsumen (umar,2002).

Konsumen merupakan penerima terakhir suatu komoditas. Peranan konsumen tercemin dalam bentuk tuntutan dan hak perlindungan terhadap mutu suatu komoditas dapat ditinjau dari beberapi segi yaitu lkegunaannya bagi konsumen, kemampuan daya beli, status sosial, pendidikan kebudayaan dan estetika. Konsumen cenderung menuntut keadilan mutu dari pada keinginan terhadap mutu setinggi-tingginya terhjadap komoditas yang mereka beli, termasuk keadilan mutu adalah kemurnian produk ( tidak ada pemalsuan). Konsistensi mutu, pilihan mengenai kelas mutu atau variasi mutu informasi mengenai bahan tambahan, dan kandungan lemak atau kimia, tanggal produk, dan informasi harga perunit (simamora, 2000).

Pilihan Konsumen

Keputusan untuk mengkonsumsi satu produk individual jarang dibuata dalam isolasi. Melainkan, produk-produk dikonsumsi sebagai bagian dari sebuah "keranjang pasar" yang terdiri dari berbagai barang dan jasa.

Keputusan Pembelian

Menurut  Assauri (2004:141), Keputusan  pembelian  merupakan  suatu  proses  pengambilan keputusan  akan  pembelian  yang  mencakup  penentuan  apa  yang  akan  dibeli  atau    tidak melakukan pembelian dan keputusan itu diperoleh dari kegiatan-kegiatan sebelumnya.

C. Faktor Yang Mempengharuhi Keputusan Pembelian

Menurut kotler dan koller (2009:166), bahwan fakto-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam pembelian suatu produk atau jasa terdiri dari faktor kebudayaan, sosial, kepribadian, dan psikologis. Selanjutnya, kotler dan amstrong ( 2011:197) mengemukakan empat faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan pembelian, yakni:

Faktor Budaya

Faktor budaya memberkan karakter yang penting dari suatu sosial yang membedakannya dari kelompok kultur lainnya. (lamb, 2001:202). Faktor budaya merupakan sekelompok nilai-nilai sosial yang diterima masyarakat secara menyeluruh dan tersebar kepada anggota-anggotanya melalui bahasa dan simbol-simbol (Anoraga, 2007:227). Menurut Setiadi (2003:331), budaya dapat diukur melalui indikator yakni:

Kebiasaan mendengar tentnag produk

Kelompok terdekat dalam membeli produk

Penlaian kualitas produk

Sedangkan indikator budaya menurut (Sumarwan, 2011:228) yakni :

Nilai kepercayaan produk

Pandangan baik dan buruk terhadap produk

Kebiasaan untuk memilih produk.

Faktor sosial

Faktor sosial merupakan sekelompok orang yang sama mempertimbangkan secara dekat persamaan didalam status atau penghargaan kominitas yang secara terus menerus bersosialisasi diantara mereka sendiri baik secara formal dan informal (lamb 2001:210). Faktor sosial diukur dengan indikatornya (Anoraga 2000:227), yakni :

Keberadaan teman untuk memilih produk

Keberadaan anggota keluarga untuk memilih produk

Keberadaan orang tua atau orang yang dituakan untuk memilih produk.  

Menurut Setiadi ( 2003:12) indikator sosial dapat diukur melalui:

Rekan kerja

Keluarga

Peran dan status sosial dalam masyarakat.

Faktor pribadi

Faktor pribadi merupakan cara mengumpulkan dan mengelompokan kekonsistenan reaksi seorang individu terhadap situasi yang sedang terjadi (lamb 2001:221) faktor pribadi meliputi :

Usia dan tahap dalam siklus hidup pembeli

Pekerjaan dan keadaan ekonomi

Kepribadian dan konsep diri

Gaya hidup dan nilai

Faktor pribadi dapat diukur dengan indikator (Anaroga 2000:227) yakni :

Pekerjaan orang tua.

Keadaan ekonomi atau penghasilan.

Gaya hidup.

Menurut Setyadi (2003:13), pribadi diukur dengan indikator yakni:

Pekerjaan.

Hubungan antara kepribadian dan produk kondisi keuangan.

Faktor psikologis

Faktor psikologis merupakan cara yang digunakan untuk mengenali perasaan mereka, mengumpulkan dan menganalisis informasi, merumuskan pikiran dan pendapat dan mengambil tindakan (lamb, 2001:224). Faktor psikologis terdiri dari :

Usia dan siklus hidup.

Pekerjaan dan lingkungan

Gaya hidup atau kepribadian dan konsep diri.

Faktor psikologis diukur melalui, indikator (Anoraga, 2000:227), yakni :

Motivasi untuk memilih produk persepsi untuk memilih produk

Pembelajaran dari pengalaman

Keyakinan terhadap produk

Sikap konsuen untuk memilih produk

Menurut Setyadi (2003:14) psikologis diukur dengan indikator, yakni

Motivasi memilih produk

Persepsi terhadap produk

Kepercayaan terhadap produk

Kualitas produk


Produk

Pengertian produk (product) menurut Kotler & Armstrong, (2001)  adalah  segala  sesuatu  yang  dapat  ditawarkan  kepasar  untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan.

 Kualitas Produk

Kualitas produk merupakan salah satu hal pendukung yang membuat suatu  produk  dipilih  oleh  masyarakat untuk  dibeli  dan  dikonsumsi.  Kualitas produk yang ditawarkan akan menentukan bagaimana minat masyarakat   terhadap   produk   tersebut. MenurutKotler   (2005:49)"Kualitas produk   adalah   keseluruhan   ciri   serta dari  suatu  produk  atau  pelayanan  pada kemampuan untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan/ tersirat".Selanjutnya menurut Sedangkan  menurut  Tjiptono  (2004:4) "Kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang  berhubungan  dengan  produk  dan jasa   manusia,   proses   dan   lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan". Dari penjelasan    diatas    dapat disimpulkan    bahwa    kualitas    produk adalah  keadaan,ciri  serta  kemampuan sebuah    produk    dalam    menjalankan fungsinya     dalam     memenuhi     serta memuaskan   konsumen   baik   itu   dari tampilan,  daya  tahan,  maupun  manfaat yang produk tersebut berikan.

Spirulina    

 merupakan      mikroalga      yang      mengandung    protein      tinggi      sekitar      55-70%      dan      sumber      mikronutrien    (Phang,     et     al.,     2000).     Pada     tahun     1976,    Spirulina     platensissengaja     dipilih     sebagai     sumber     makanan     masa     depan     oleh    International    Association    of    Applied    Microbiology.    Beberapa    sumber       bahan       pangan       seperti       jamur       dan       bakteri    mikroorganisme      mempunyai      kadar      protein      yang      sangat    tinggi    sehingga    disebut    sebagai    protein    sel    tunggal    (PST).Spirulina    adalah    jenis    cyanobacteria    atau    bakteri    yang    mengandung    klorofil    dan    dapat    bertindak    sebagai    organisme    yang     bisa     melakukan     fotosintesis     untuk     membuat     makanan    sendiri.   spirulina   mengandung    fikosianin    tinggi     sehingga     warna     cenderung     hijau     biru.     Spirulina     dapat    tumbuh    dengan    baik    di    danau,    air    tawar,    air    laut,    dan    media    tanah.    Spirulina    juga    memiliki    kemampuan    untuk    tumbuh    di    media      yang      mempunyai      alkalinitas      tinggi,      (pH      8,5--11),    dimana     mikroorganisme     lainnya     tidak     bisa     tumbuh     dengan    baik     dalam     kondisi     ini     (Kebede     dan     Ahlgren,     1996).     Suhu    terendah    untuk    Spirulina    platensis    untuk    hidup    adalah    15oC,    dan    pertumbuhan    yang    optimal    adalah    35-40oC.  

Jenis-jenis    SpirulinaSpirulina       atau       juga       disebut       sebagai    Arthospira,    memiliki      berbagai      banyak      jenis.      Terdapat      lebih      dari      58    spesies     Spirulina     telah     tercatat,     tetapi    hanya    beberapa    jenis    yang     telah     digunakan     untuk     sumber     makanan.     Dua     jenis    Spirulina    yang    terkenal    di    pasaran    adalah    Spirulina    platensisdan    Spirulina    maxima.    Dua    jenis    Spirulina    ini    berbeda    dalam    bentuk     serta     ukurannya.    Spirulina    maxima    memiliki    ukuran    yang     lebih     besar,     meskipun     bentuknya     tidak     terlalu     spiral    sebagai    Spirulina    platensis.    Kandungan    Nutrisi    Spirulina       memiliki       beberapa       karakteristik       serta    kandungan     nutrisi     yang     cocok     sebagai     makanan     fungsional.

Harga

Zakaria dan Astuti (2013:3) menjelaskan bahwa harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapat sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayannya. Lenzun et al., (2014:1239) menjelaskan bahwa harga  adalah  pernyataan  nilai  dari  suatu  produk  yang  merupakan  elemen  bauran  pemasaran  yang  paling fleksibel.


Kebijakan Penetapan Harga

Menurut Thamrin & Francis (2014:171)    Penetapan    harga    merupakan suatu    masalah    ketika    perusahaan    harus menentukan    hargauntuk    pertama    kali. Perusahaan    haruslah    mempertimbangkan banyak  faktor  dalam  menyusun  kebijakan menetapkan


Minat Beli

Minat    beli    merupakan    hasil evaluasi    dari    dalam    diri    individu.

BAB III HASIL PENELITIAN

A. Sejarah spirulina

Sprirulina sebagai Ketahanan dan kemandirian pangan menjadi salah program penting Pemerintah Indonesia. Selain permasalahan bahan pangan pokok sumber karbohidrat, Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB bekerjasama dengan Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB melakukan penelitian tentang diversifikasi produk pangan biskuit yang berbasis sumber karbohidrat lokal (sagu), konsentrat protein ikan dan Spirulina. Tim peneliti yaitu Prof. Dr. Joko Santoso, Dr. Wini Trilaksani dan Dr. Iriani Setyaningsih memberikan sentuhan perbaikan agar produk pangan biskuit Spirulina tersebut dapat digunakan masyarakat di pulau-pulau terluar. Formula yang dihasilkan dalam biskuit Sprirulina ini, diharapkan dapat ikut serta menyukseskan program ketahanan dan kemandirian pangan terutama bagi masyarakat di pulau-pulau terluar.  


Manfaat produk Spirulina untuk Kecantikan

1. Mencegah penuaan dini

2. Membantu menghilangkan jerawat

3. Mempercepat pertumbuhan sel kulit baru

4. Menghilangkan kantung mata

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Menurut Samiawan (2010), mengenai metode penelitian kualitatif mendefinisikannya sebagai suatu pendekatan atau penelusuran untuk memahami suatu gejala sentral. Untuk mengerti gejala sentral tersebut peneliti mewawancarai partisipan atau informan dengan mengajukan pertanyaan yang umum.Paradigm yang melandasi penelitian kualitatif adalah paradigma post-positivismeyang menganggap kebenaran tidak hanya satu atau sunggal tetapi lebih kompleks sehingga tidak dapat diikat pada satu teori saja.Paradigm ini mengembangkan metode penelitian kualitatif yang menggunakan data-data untuk menerangkan gejala atau fenomena secara menyeluruh (holistik).

Menurut Strauss dan Corbin (2003), menyebutkan bahwa terdapat tiga unsur penting dalam penelitian kualitatif yaitu:

Data dapat berasal dari berbagai sumber seperti wawancara dan pengamatan langsung.

Untuk mendapatkan temuan atau teori terdapat berbagai prosedur analisis dan interprestasi yang harus dilakukan dalam penelitian kualitatif. Kedua prosedur ini mencangkup teknik untuk memahami data.

Laporan yang disampaikan berbentuk laporan tertulis dan lisan. Laporan ini dapat dikemukakan dalam jurnal ilmiah dan konferensi.

Teknik Pengumpulan Data

Wawancara

Slamet (2011) menyebutkan bahwa wawancara adalah cara yang dipakai untuk memperoleh informasi melalui kegiatan interaksi sosial antara peneliti dengan yang diteliti


Populasi

Dalam hubungan populasi dan sampel Prof. Sutrisno Hadi, MA. menjelaskan bahwa sampel atau contoh adalah sebagian individu yang diselidiki dari keseluruhan individu penelitian. Supaya lebih obyektif istilah individu sebaiknya diganti istilah subyek dan atau obyek.

 Populasi dari penelitian ini adalah 49 mahasiswa kelas ekonomi syariah 1 IAIN jember

Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil dengan cara-cara tertentu, jelas dan lengkap serta dapat dianggap mewakili populasi 6 Sampel dari penelitian ini yaitu penulis mengambil dari populasi mahasiswa ekonomi syariah 1 IAIN jember yang menggunakan produk spirulina

Profil narasumber

Nama: sulvi eka faujiah

Tempat tanggal lahir: Sidoarjo, 2 maret 1999

Alamat : Jabon, sidoarjo

Status: Mahasiswi

No. Hp: 085234091511

Hasil wawancara :

Saya memakai produk spirulina karena produk ini aman dan sudah halal dan juga banyak manfaat yang diperoleh. Dan banyak produk yang saya pakai selain spirulina akan tetapi hasilnya berbeda dengan produk spirulina yang hasilnya memuaskan yaitu, kulit wajah cerah dan bekas jerawat hialang dan lain sebagainya. Untuk pemebelian produk spirulina saya mengambil budget dari tabungan dari saya pribadi.

 

Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil peneliatian data dan hasil wawancara, maka dapat diambil kesimpilan sebagai berikut:

Faktor kualitas produk yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian produk spirulina

Faktor manfaat yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian produk spirulina

Faktor harga yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian produk spirulina.

Gaya hidup yang mempengaruhi konsumen dalan mengambil keputusan untuk membeli produk spirulina.

BAB IV

 ANALISIS

Produk spirulina sangat berpengaruh terhadap konsumen terutama faktor kualitas produknya. Produk spirulina sangat aman untuk dipakai karena terbuat dari bahan herbal dan tidak menimbulkan efek samping yang negatif, karena dalam hasil penelitian sudah banyak yang menyatakan bahwa produk spirulina aman untuk dipakai. Selain itu produk spirulina telah disertifikasi oleh BPOM dan sudah mempunyai label halal dari MUI. Dari hasil tersebut sesuai dengan teori Keputusan pembelian yakni suatu keputusan konsumen sebagai pemilikan tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif mengenai proses, cara, perbuatan membeli, dengan mempertimbangkan faktor lain tentang apa yang dibeli, waktu membeli, dimana membeli serta cara pembayaraannya (sumarwan,2003:9). Keputusan pembelian konsumen adalah pembeli merek yang paling disukai dari berbagai alternatif yang ada, tetapi dua faktor bisa berada antara niat pembelian dan keputusan pembeliaan (Koutler dan Armstrong 2008:181). Keputusan pembelian diukur, dengan indikator (Lamb, 2001:189), yakni :

 1. Kebuthan terhadap produk

 2. Pencarian informasi terhadap produk

 3. Evaluasi terhadap produk

 4. Keputusan memilih produk.

Faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian produk spirulina :

Faktor harga

Faktor sosial

Faktor budaya

Faktor pribadi

Keempat faktor tersebut sesuai dengan teori Menurut kotler dan koller (2009:166), bahwan fakto-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam pembelian suatu produk atau jasa terdiri dari faktor kebudayaan, sosial, kepribadian, dan psikologis.


Dari keempat faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen yang paling berpengaruh adalah faktor pribadi dimana kebanyakan hasil wawancara mayoritas memberi produk spirulina karena kebutuhan pribadi. Sesuai dengan teori Faktor pribadi merupakan cara mengumpulkan dan mengelompokan kekonsistenan reaksi seorang individu terhadap situasi yang sedang terjadi (lamb 2001:221) faktor pribadi meliputi :

Usia dan tahap dalam siklus hidup pembeli

Pekerjaan dan keadaan ekonomi

Kepribadian dan konsep diri

Gaya hidup dan nilai

Faktor pribadi dapat diukur dengan indikator (Anaroga 2000:227) yakni :

Pekerjaan orang tua.

Keadaan ekonomi atau penghasilan.

Gaya hidup.

Menurut Setyadi (2003:13), pribadi diukur dengan indikator yakni:

Pekerjaan.

Hubungan antara kepribadian dan produk kondisi keuangan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan dalam penelitian ini maka penulis dapat menarik kesimpulan :

Faktor kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk spirulina.

Faktor budget line berpengaruh dan signifikan terhadap keputusan konsumen dalam pemilihan produk spirulina.

Faktor yang paling berpengaruh dalam keputusan pembelian produk spirulina yaitu faktor pribadi, dimana dari hasil wawancara konsumen membeli produk spirulina karena kbutuhan dan gaya hidup. Faktor  kualitas produk juga berpengaruh pada keputusan pembelian konsumen, karena manfaat yang ada pada produk spirulina tersebut.

Berdasarkan hasil diatas, hal ini menunjukkan bahwa kualitas produk spirulina sangat berpengaruh terhadap keputusan keputusan pembelian. Konsumen tidak hanya memikirkan kualitas produk, tetapi juga manfaat yang terkandung pada produk spirulina tersebut. Salah satu faktor budget line juga mempengaruhi keputusan konsumen dalam pemilihan produk spirulina. Hal ini dikarenakan produk spirulina memilki harga yang terjangkau, sebagian besar konsumen banyak yang berlangganan dalam membeli produk spirulina. Hal tersebut menunjukkan bahwa produk spirulina sangat unggul dibandingkan produk kecantikan lainnya dan digemari oleh kalangan remaja saat ini. Selain memilki manfaat yang sangat banyak, produk tersebut juga halal, sehingga konsumen yang membeli produk tersebut akan mendapat maslahah.

DAFTAR PUSTAKA

Mutimulyo, Joni, dan aji.Perilaku konsumen pada pembelian beras bermerek di kabupaten jember dan faktor yang mempengaruhinya. Jember: vol. 4, 2010

Wibowo, Sukarno. Ekonomi Mikro Islam. Bandung: Pustaka Setia, 2013

James L. Peppas. Ekonomi Manajerial. Jakarta: Bina Rupa Aksara, 1995

Sujani. Pengaruh Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Belanja. vol. 22

Umuh habibah sumiati. Pengaruh Kualitas Produk dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik dikota Bangkalan Madura. vol.1, 2016

M.    Christwardana. Spirulina    platensis:  POTENSINYA    SEBAGAI    BAHAN PANGAN    FUNGSIONAL. vol. 2