Mohon tunggu...
Tarjum Sahmad
Tarjum Sahmad Mohon Tunggu... Administrasi - Sambil bekerja, menekuni dunia marketing dan jalani hoby menulis.

Suka sekali menulis di blog dan media online. Blog pribadi: Curhatkita.com Blog Kesehatan: Sentradetox.com. Akun Facebook: Tarjum Sahmad. WA: 0896-3661-3462 - Call/SMS: 0823-2066-8173. Menulis buku psikologi, bisnis & novel.

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Berbagi Pengalaman Jiwa di Ranah Maya

13 Desember 2014   22:42 Diperbarui: 17 Juni 2015   15:22 214
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption id="attachment_340993" align="aligncenter" width="603" caption="Teman Curhat Online (dok. Merdeka.com)"][/caption]

Malam itu, di kantor tempat saya bekerja, hanya tinggal beberapa orang asing yang masih duduk di depan meja kerjanya. Rekan-rekan staff yang lain, sudah pulang semua.

Saya melirik jam dinding di belakang meja kerja direktur, jarum jam sudah menunjukan pukul 21.30 WIB. Saya membereskan meja kerja dan berniat pulang. Tiba-tiba HP saya berdering, ada SMS masuk dari nomor tak dikenal.

Saya buka dan baca pesannya, “Mohon maaf Mas Tarjum, saya punya masalah pribadi, boleh gak saya curhat via telepon?”

Saya balas SMS nya, “Klo bisa, curhatnya kirim aja ke email saya: tajumsahmad@yahoo.com, nanti saya bales via email.”

Karena katerbatasan waktu, jika ada sms atau telepon dari mereka yang ingin curhat, biasanya saya arahkan ke email. Saya sarankan kepada mereka untuk menyampaikan curhatnya via email. Melalui email saya bisa membaca dan mempelajari masalahnya. Setelah itu saya bisa memberikan balasan berupa saran yang lebih lengkap dan mendalam ketimbang jika membalas spontan via sms atau telepon.

[caption id="attachment_341006" align="aligncenter" width="600" caption="Curhat keluarga bipolar via email"]

14184591861517063313
14184591861517063313
[/caption]

Sebuah Impian yang Sederhana

Saya sering memimpikan hal berikut ini: saya duduk santai di sebuah taman berhawa sejuk dengan pepohonan yang rindang. Taman itu dihiasi bunga beraneka warna yang sedap dipandang mata. Saya duduk santai sambil menikmati segelas kopi, ditemani sebuah laptop di atas meja. Saya membaca email dan inbox facebook yang berisi curhat teman-teman online. Lalu saya membalas satu persatu dengan saran, masukan dan solusi untuk masalah-masalah mereka.

Setelah selesai mambalas curhatan, saya menulis artikel untuk blog pribadi dan blog keroyokan Kompasiana tentang penomena yang terjadi di lingkungan sekitar. Jika masih ada waktu senggang saya menulis naskah buku dan ebook, sesuai tema yang saya sukai. Untuk melakukan semua itu, saya tak lagi berpikir soal biaya untuk koneksi internet, karena soal finansial tak lagi jadi masalah. Saya bisa menggunakan koneksi internet tercepat dan terbaik untuk mendukung aktivitas saya berselancar di ranah maya. Itulah salah satu impian saya.

Sekarang saya menemukan momentum yang tepat untuk mewujudkan impian itu, karena Indosat tengah mengampanyekan gerakan Share Your Dreams, berbagi mimpi demi kemajuan bangsa.

Siapa sih yang tak kenal Indosat, salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia yang telah memberikan layanan-layanan inovatif terbaiknya untuk kemajuan bidang telekomunikasi ke seluruh pelosok negeri. Apalagi sekarang Indosat telah bersinergi dengan Ooredoo dan bersiap untuk menjadi perusahaan telekomunikasi terdepan dengan menyediakan jangkauan layanan yang lebih luas.

Indosat sudah menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan di setiap sisi pertumbuhan dan pemberdayaan masyarakat dengan sarana dan teknologi yang tepat demi mencapai aspirasi dan akses baru melalui pendidikan, pengembangan masyarakat dan hiburan.

[caption id="attachment_340999" align="aligncenter" width="590" caption="Super Internet (dok, indosat.com)"]

14184586171203438031
14184586171203438031
[/caption]

Salah satu produk unggulan Indosat adalah paket Super Internet dengan kecepatan hingga 42 Mbps dan kuota hingga 8GB. Indosat mengklaim Super Internet membuat streaming video atau YouTube lebih lancar tanpa buffering, download file, upload foto serta beragam akses internet lainnya lebih cepat.

Terus terang, saya belum bisa membayangkan bagaimana rasanya menggunakan paket internet unlimited gratis selama setahun penuh yang ditawarkan Indosat. Lha wong,selama ini saya hanya numpang internetan di kantor, itupun saya lakukan jika kerjaan lagi senggang atau selesai jam kerja malam hari. Ketika rekan kerja satu-persatu pulang, biasanya saya masih duduk di depan komputer, membuat status fb, membalas email curhat, menulis artikel dan mempostingnya di blog atau di Kompasiana.

[caption id="attachment_341007" align="aligncenter" width="524" caption="Chating dengan dua orang penyandang bipolar"]

1418459331247531317
1418459331247531317
[/caption]

Di luar kantor atau di rumah, untuk internetan saya pakai laptop dan modem dengan koneksi yang sering lelet. Mending cuma lelet masih bisa sabar nunggu loading, kadang gak ada sinyal sama sekali. Dengan HP jadul BB Gemini—yang selalu setia menemani kemana pun saya pergi--saya internetan menggunakan paket terbatas (harian atau mingguan), yang hanya bisa untukfacebook-an, twitter-an dan BBM-an. Ketika paket habis dan pulsa tak cukup untuk beli paket, terpaksa deh facebook, twitter dan BBM libur dulu.

[caption id="attachment_341001" align="aligncenter" width="512" caption="Inilah yang terjadi klo paket internet habis, pulsa juga habis..hehehe"]

1418458701420462704
1418458701420462704
[/caption]

Saya akan cerita sedikit tentang hal-hal yang melatarbelakangi impian saya di atas. Silakan simak ceritanya dengan santai, sambil minum teh hangat ditemani singkong rebus, maknyus tuh, …hehehe.

Ketika masih bergelut dengan gangguan bipolar, saya punya impian, ingin menerbitkan buku tentang kisah pengalaman psikis saya. Dengan menulis buku, saya berharap cerita pengalaman bipolar saya bisa dibaca dan bermanfaat untuk orang banyak.

Maka mulailah saya membuka memori untuk menelusuri kembali peristiwa masa lalu. Mengingat-ingat kejadian masa kecil sebelum sekolah, masuk sekolah dasar (SD), SMP sampai SMA. Lalu menuliskannya kata demi kata, kalimat demi kalimat. Saya coba menarik benang merah antara apa yang saya alami waktu itu dengan cerita masa kecil saya. Saya coba menggali dan mencari tahu peristiwa masa lalu yang mungkin menjadi penyebab gangguan jiwa yang saya alami.

Gangguan bipolar adalah gangguan mood yang tergolong gangguan jiwa kronis. Gangguan bipolar ditandai dengan adanya dua kutub suasana hati. Satu kutub disebut “manik”, ketika mood melambung, penuh semangat dan gairah seakan bisa melakukan apa saja. Kutub yang satunya “depresi”, perasaan tertekan yang mendalam, murung, sedih, kehilangan gairah dan semangat hidup. Mood seorang penderita gangguan bipolar berganti-ganti secara ekstrem antara kutub “manik” dan kutub “depresi”.

Berkenalan dengan Dunia Maya

Setelah saya pulih dari gangguan bipolar sejak 20 tahun lalu, saya ingin berbagi pengalaman psikis dengan orang-orang yang masih bergelut dengan gangguan jiwa, khususnya gangguan bipolar. Namun, saya berpikir waktu itu, dengan cara apa saya bisa berbagi pengalaman dengan orang lain? Untuk menembus penerbitan besar yang bersedia menerbitkan buku true story saya, bukan perkara mudah bagi penulis pemula yang belum dikenal.

Sampai suatu ketika saya mengenal dunia maya (2003), saya seperti menemukan media baru untuk menyalurkan hobi menulis sekaligus berbagi pengalaman. Setelah memiliki akun email dan berselancar di dunia maya, muncul keinginan untuk membuat website yang berisi artikel-artikal tentang gangguan kejiwaan.

Maka saya mulai belajar membuat website secara otodidak. Saya membeli buku dan CD tentang langkah-langkah membuat website, belajar tentang bahasa pemrograman web, belajar membuat skrip-skrip HTML, membuat desain halaman web dan cara menampilkan tulisan atau gambar di website.

Singkat cerita, setelah belajar sekitar 3 bulan, saya sudah bisa membuat dan meng-upload beberapa halaman website dengan hosting dan domain gratisan dari Tripod.com. Website ini sekarang sudah tidak di update lagi, beralih ke blog. Waktu itu istilah Blog belum dikenal.

Berbagi Pengalaman Melalui Media Sosial

Akhir November 2004, ketika blog mulai populer, saya sangat tertarik untuk membuat blog. Maka, saya pun belajar membuat blog kepada seorang teman blogger, yang ternyata lebih mudah dibanding membuat website. Jadilah sebuah blog dan diberi nama Blog Curhatkita, dengan motto “Teman Curhat dan Berbagi".

[caption id="attachment_341002" align="aligncenter" width="591" caption="Blog tempat curhat dan berbagi"]

14184588211565754522
14184588211565754522
[/caption]

Saya menggunakan nama Curhatkita, karena saya ingin blog ini menjadi media curhat dan sharing online untuk siapa saja (juga untuk saya sendiri) yang memiliki masalah pribadi dan ingin mencari solusi. Dengan curhat dan berbagi, kita bisa saling belajar, saling mendukung dan saling memberi solusi.

Dari sinilah awal mula saya ngeblog dan berlanjut sampai hari ini. Melalui blog inilah saya bercerita tentang pengalaman pribadi, pengalaman orang lain dan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar saya. Mayoritas tulisan saya di blog Curhatkita tentang gangguan jiwa, kesehatan mental dan pengembangan diri.

Para pengunjung blog, mulai bertanya tentang berbagai hal terkait artikel-artikel yang saya posting di blog. Beberapa orang mulai curhat via email, menceritakan masalah-masalah kejiwaan mereka, meminta saran dan solusi. Tema curhat bukan hanya masalah kejiwaan, banyak juga yang curhat tentang masalah-masalah pribadi, antara lain: masalah keluarga, masalah di tempat kerja, masalah asmara dan yang lainnya. Setelah saya pelajari masalahnya, biasanya saya balas curhat mereka dengan memberi saran dan solusi sesuai pengalaman dan pemahaman saya. Dari sanalah mulai terjalin komunikasi antara saya dengan para pembaca blog.

Setelah facebook booming, banyak juga netizen yang curhat melalui situs jejaring sosial terpopuler sejagad ini. Selanjutnya mereka yang curhat bukan hanya melalui blog, email dan facebook, tapi melalui telepon, SMS dan BBM.

[caption id="attachment_341008" align="aligncenter" width="510" caption="Curhat via BBM"]

1418459470785403407
1418459470785403407
[/caption]

Undangan untuk hadir di acara kopi darat beberapa komunitas dan grup-grup kesehatan jiwa (keswa) di facebook mulai berdatangan. Ada juga undangan untuk mengikuti seminar yang diadakan organisasi psikiatri dan organisasi konsumen kesehatan jiwa. Jika acaranya kebetulan hari libur dan tidak ada acara, saya menyempatkan hadir. Senang juga rasanya ketika bertemu dan bertatap muka di dunia nyata dengan teman-teman online yang sebelumnya hanya bertemu di dunia maya.

Saya senang bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan orang-orang yang masih berggelut dengan gangguan jiwa. Ada kebahagiaan tersendiri ketika saya bisa membantu mereka dengan memberi saran dan nasihat berdasarkan pengalaman dan pehaman yang saya miliki.

Berbagi Pengalaman Melalui Buku dan Ebook

Setelah sebagian kisah pengalaman bipolar saya ditampilkan di website dan berikutnya di blog, naskah itu saya revisi untuk format buku cetak. Setelah selesai direvisi, lalu naskah saya kirim ke salah satu penerbit ternama di Jakarta.

Setelah menunggu dengan harap-harap cemas selama kurang lebih tiga bulan, akhirnya datang juga jawabannya. Saya menerima amlop besar dari penerbit, naskahnya dikembalikan. Artinya, naskah saya ditolak!

Saya coba lagi kirim naskahnya ke penerbit lain, dan hasilnya kembali ditolak. Sampai empat penerbit menolak naskah tersebut, dengan alasan yang hampir sama, “belum sesuai dengan tema penerbitan”.

Setelah naskahnya ditolak oleh empat penerbit, akhirnya oleh penerbit yang kelima (Elex Media Komputindo) naskah psikomemoar tersebut diterima untuk diterbitkan menjadi buku dengan judul, “Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”. Alhamdulillah, setelah melalui jalan panjang dan berliku, akhirnya impian saya untuk menerbitkan buku terwujud. Buku tersebut terbit pada tanggal 3 Maret 2011.

Selain buku cetak, saya juga merilis dua ebook, masih tentang gangguan bipolar. (1) “Berdamai dengan Bipolar, kumpulan artikel bipolar di blog yang disusun dan diedit menjadi ebook. (2) “7 Langkah Alternatif Pemulihan Bipolar”, inti dari langkah-langkah yang saya jalani dalam mengatasi gangguan bipolar.

Dengan terbitnya buku dan ebook tersebut berarti saya bisa membagikan pengalaman psikis saya kepada lebih banyak orang. Ketika ada yang meminta saran atau masukan tentang bagaimana mengatasi gangguan jiwa, khususnya gangguan bipolar, saya tinggal mengarahkan mereka untuk membaca buku dan ebooknya. Karena di buku dan ebook tersebut saya ceritakan secara runut dan detail pengalaman, pemikiran dan pemahaman saya tentang gangguan bipolar.

Aktivitas di dunia maya terus saya jalankan dengan kosnsisten. Rutin menulis artikel di blog pribadi, blog komunitas (Kompasiana) dan grup-grup komunitas kejiwaan di facebook. Saya membuat grup facebook “Solusi Bipolar” khusus untuk tempat diskusi dan berbagi pengalaman sesama penderita gangguan bipolar, keluarga bipolar, aktivis keswa (kesehatan jiwa), praktisi keswa dan siapa saja yang peduli terhadap masalah ganggauan bipolar.

Saya juga membuat grup facebook “Teman Curhat”, sebagai media sharing pengalaman dan curhat seputar masalah-masalah ramaja dan kaum muda. Mengapa untuk remaja? Karena gejala gangguan jiwa biasanya muncul sejak usia remaja bahkan anak-anak, tapi sering tidak disadari oleh yang bersangkutan, karena kurangnya pengetahuan tentang gangguan jiwa.

Melalui blog pribadi, blog komunitas, situs jejaring sosial (Facebook, Twitter, Linked In, Google+), buku dan ebook, saya bisa berbagi pengalaman, pengetahuan dan pemahaman seputar gangguan jiwa dan kesehatan mental.

Tujuan dari semua aktivitas online itu intinya ada 3 hal : (1) Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang gangguan jiwa pada umumnya dan gangguan bipolar khususnya. (2) Memberi dukungan kepada penyandang bipolar dan keluarganya. (3) Mengikis stigma dan diskriminasi terhadap penyandang gangguan jiwa.

Harapan saya dan rekan-rekan aktivis dan praktisi keswa, dengan berbagai upaya sosialisasi dan edukasi tentang gangguan jiwa melalui media online dan offline adalah akan semakin banyak penderita yang bisa dibantu, pulih, mandiri dan bisa menjalani kehidupan yang normal. Sehingga mereka—yang rata-rata cerdas dan kreatif—bisa berbuat sesuatu yang bermakna untuk kemajuan negeri ini.

Nah, walaupun saya belum bisa membayangkan bagaimana rasanya menggunakan layanan paket internet unlimited selama setahun penuh, paling tidak aktivitas berinternet tak akan terganggu dengan masalah koneksi yang lambat atau layanan terhenti tiba-tiba karena kehabisan paket atau kuota. Dan semua itu tentunya akan membuat saya lebih leluasa berselancar di dunia maya dengan kecepatan tinggi.

Saya coba melihat gambaran dan membandingkan paket internet unlimited selama setahun penuh”dengan salah satu layanan inovatif terbaru Indosat yaituSuper 4G-LTE Ready”. 4G-LTE adalah jaringan nirkabel tercepat penerus jaringan 3G  dengan Standar baru untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan jaringan. 4G-LTE menggunakan teknologi yang berbeda dari 3G.

[caption id="attachment_341003" align="aligncenter" width="578" caption="Super 4G-LTE Ready"]

1418458936561736709
1418458936561736709
[/caption]

Menurut Indosat ada 4 keuntungan jika menggunakan jaringan Super 4G-LTE, yaitu: (1) High speed internet akses dengan kecepatan download hingga 185Mbps dan upload hingga 41 Mbps. (2) Nonton berita & Video streaming tanpa buffering. (3) Multiplayer game. (4) Koneksi multidevice dengan kecepatan tinggi.

Dengan paket internet unlimited, saya punya lebih banyak kesempatan untuk berbagi ilmu dan pengalaman di dunia maya dengan para penyandang gangguan jiwa. Saya bisa lebih leluasa menulis artikel-artikel kejiwaan di blog, membalas curhatan via email, facebook, twitter, dan BBM, kapanpun dan di manapun saya berada.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun