Mohon tunggu...
Tantri Ayunda
Tantri Ayunda Mohon Tunggu... -

OK.

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

Tabu Mengonsumsi Sayap Ayam

26 Oktober 2014   00:22 Diperbarui: 17 Juni 2015   19:44 2168
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
14142321281009936607


--Adalah tabu memakan lauk sayap ayam dahulu kala, terutama di daerah Jawa. Entah di daerah lain.

Ya, konon kata orang tua kita di jamannya dahulu, seorang anak gadis yang beranjak dewasa seharusnya menghindari menjadikan sayap ayam (chicken wing)  sebagai lauk makannya.

Mengapa?

Alasannya adalah seorang gadis akan mudah (berpotensi) ditolak cintanya oleh pemuda idamannya kelak. Karena, sayap ayam itu diidentikkan dengan tangan (yang menolak).

*****

Ternyata ada pesan 'orang tua' - yang ahli gizi secara otodidak itu - karena ditemukan banyaknya lemak yang terkandung di dalam sepotong sayap ayam. Energi di dalamnya adalah sebesar 64 Kalori (kkal). Tetapi yang paling bahaya adalah lemak yang ada di dalamnya, yakni sebesar 4,63 gram. Jadi analoginya adalah putri-putri kesayangan mereka harus belajar memilah-milah lauk, agar tidak menderita obesitas.

Obesitas itulah yang membuat seorang anak gadis 'kelihatan tidak menarik' bagi teman-teman pergaulannya. Menurut pandangan orang tua, dijauhi berarti 'ditolak'.


Faktanya...

Padahal, rasanya mungkin lebih gurih, baik diolah sebagai makanan tradisional ataupun ala Western. Misalnya, 'Buffalo chicken wings'.

SO?

Ya, lebih baik makanlah ayam bagian dada atau paha, atau lainnya. Mungkin meminjam istilah sekarang adalah 'fillet'.


-----

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun