Kandidat

Jika Anies Tergoda Maju di Pilpres 2019 (1)

11 Juli 2018   17:27 Diperbarui: 11 Juli 2018   17:39 126 0 0
Jika Anies Tergoda Maju di Pilpres 2019 (1)
ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO

Walau tak bisa motret, saya senang melihat-lihat foto keren karya fotografer ternama. Salah satu yang saya ikuti di Instagram adalah Beawiharta, pewarta foto senior Reuters di Indonesia. Beberapa hari belakangan ini, saya agak tertekun melihat IG Stories mas Bea mengenai fasilitas publik di Jakarta yang banyak rusak dan tak terurus.

Dalam hati saya bertanya, "Bukannya Jakarta kini punya Anies-Sandi yang punya visi dan misi bagus"

Saya pun meng-googling berita mengenai kegiatan Anies-Sandi dalam sepekan belakangan untuk mengetahui sejauh mana mereka melaksanakan programnya. Sayangnya, berita yang muncul justru didominasi oleh Pilpres 2019. Nama Sandigaa Uno banyak dikutip media dalam kapasitasnya sebagai kader Partai Gerindra. Sementara Anies ditampilkan media sebagai kandidat calon wakil presiden atau calon presiden.

Apa betul mereka berdua sedang mengabaikan Jakarta dan lebih sibuk mengurusi Pilpres 2019? Atau jangan-jangan mereka sebenarnya masih fokus bekerja, tetapi media tidak tertarik memberitakannya karena isunya kalah seksi dengan bursa capres dan cawapres?

Saya enggak tahu. Mungkin teman-teman yang tinggal di Jakarta lebih mengerti situasi dan kondisinya. Namun yang jelas, jika benar Anies akan maju sebagai capres atau cawapres dalam Pilpres nanti, Jakarta akan kehilangan pemimpin yang mereka peroleh dari kontestasi yang panas dan melelahkan dalam Pilkada lalu.

Kedua, warga Jakarta kembali ditinggalkan pemimpin yang bahkan belum genap setahun menjabat. Anies kembali mengulangi jejak Joko Widodo ketika mundur dari jabatan Gubernur DKI Jakarta demi maju dalam Pilpres. Ini sebetulnya preseden yang kurang baik bagi demokrasi kita karena politikus lebih condong memburu kekuasaan ketimbang menjalankan visi dan misi yang telah mereka janjikan kepada pemilihnya.

Ketiga, kapasitas Anies dalam mewujudkan janji dan retorikanya sangat patut dipertanyakan. Sejauh ini, kita belum melihat ada gebrakan apa pun yang dilakukan Anies-Sandi di Jakarta. Bahkan, seperti dokumentasi Mas Beawiharta, banyak fasilitas umum Jakarta yang tak terurus. Yang menonjol di pemberitaan media hanyalah penutupan Alexis dan penyegelan bangunan di pulau reklamasi. Namun belakangan media memberitakan bahwa bangunan tersebut sejatinya sudah pernah juga disegel oleh pemerintahan sebelumnya. 

Keempat, warga DKI Jakarta sepatutnya memprotes dan menagih janji Anies. Jangan sekadar menjadikan Jakarta sebagai batu loncatan untuk menjadi presiden atau wakil presiden. Dan tagih janji ini semestinya juga dilakukan kubu pendukung Anies sendiri. Sebab, mereka ini jugalah yang dulu memprotes Joko Widodo pada Pilpres 2014.

Saya sebenarnya agak ragu bahwa Anies dari awal memiliki niat untuk menjadikan jabatan Gubernur DKI Jakarta sekadar batu loncatan untuk Pilpres 2019. Bahwa dia punya cita-cita menjadi presiden, itu sama sekali tak perlu diragukan karena rekam jejaknya jelas. Lalu, apa kira-kira yang bisa membuat Anies tergoda dan berubah pikiran untuk maju dalam Pilpres 2019? Kita akan bahas dalam tulisan berikutnya.