Mohon tunggu...
Healthy

Lemahnya Pelayanan Kesehatan di Tanah Air

1 Oktober 2016   17:39 Diperbarui: 2 Oktober 2016   11:28 210
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Kita mengetahui bahwa kesehatan adalah faktor yang penting yang harus kita jaga dalam setiap langkah kita sehari-hari. Menjaga kesehatan seperti pola makan yang teratur, olahraga yang cukup serta lingkungan yang bersih dan sehat merupakan langkah-langkah yang perlu kita jaga dalam menjaga tubuh kita yang merupakan anugerah tuhan yang maha kuasa. Selain itu, pemerintah juga memiliki peran yang penting sebagai penyedia layanan dalam kesehatan yang baik dan memadai bagi rakyatnya.

Namun, kadang kalanya kita melihat adanya ketidak adilan atau pembedaan terhadap rakyat kecil yang tidak mampu karena sulitnya bagi mereka akses terhadap pelayanan kesehatan. Tidak peduli seberapa parah kondsi yang harus ditolong,pelayanan kesehatan di negeri ini kian menyedihkan.

Menyoroti suatu kasus yang pernah terjadi di Kabupaten Bekasi tepatnya di RSUD Cibitung. Wandi (27) warga Vila Mutiara, penderita infeksi paru paru, peserta BPJS kelas 2 dengan no. JKN 0001475721213. Bernasib naas harus menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Cibitung setelah selama 3 hari di IGD tidak ditangani serius dan tidak mendapatkan obat yang dibutuhkan karena obat di RSUD Cibitung habis.

Selain itu kasus kedua adalah bayi 12 hari bernama Habibah yang telah wafat di RS Sentra Medika Cikarang, jenazahnya ditahan oleh pihak RS hanya karena harus membayar 24 juta sementara orangtuanya hanya sanggup membayat 6 juta. Begitu buruknya pelayanan rumah sakit tersebut hingga terkadang menjadikan syarat dan uang lebih penting daripada nyawa. Banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi ataupun persyaratan administras, antrian panjang yang kurang kondusif hingga penolakan terhadap pasien yang kurang mampu seringkali terjadi. Bahkan adanya calo dalam pengurusan layanan kesehatan gratis bagi rakyat tidak mampu yang kian dijadikan lahan bisnis oleh beberapa orang tertentu

Kartu berobat gratis yang merupakan salah satu program pemerintah yang sangat baik namun juga belum cukup untuk meringankan penderitaan rakyat kecil dalam menggratiskan biaya pengobatan. adanya permintaan uang muka sebagai syarat masuk perawatan hingga pungutan pungutan liar untuk memperoleh kartu berobat gratis masih kian tidak meringankan penderitaan rakyat kecil yang membutuhkan

Selain itu, masyarakat Indonesia dibuat gempar dengan temuan vaksin palsu yang beredar di 28 sarana kesehatan di tanah air., hal ini begitu mengkhawatirkan para orang tua bagi kesehatan anak-anaknya. Sungguh menyedihkan kesadaran yang diperlukan bagi mereka pelaku yang telah memalsukan vaksin yang telah diberikan kepada anak-anak negeri ini, terhadap anak bangsanya sendiri . Pemerintah dinilai masih lemah dalam hal pengawasan hingga terungkap adanya kasus ini

Permasalahan pelayanan kesehatan yang masih buruk di rumah sakit, salah satunya dikontribusi oleh lemahnya pengawasan yang dilakukan Pemerintah dan BPJS Kesehatan.

Buruknya pelayanan kesehatan di tanah air ini kian begitu mengecewakan, banyak rakyat kecil yang begitu membutuhkan pertolongan segera namun ditelantarkan. Adanya program layanan kesehatan dari pemerintah kian masih diragukan pelayanannya salah satunya akibat lemahnya pengawasan yang dilakukan pemerintah. Pemerintah perlu memperhatikan dan menangani permasalahan kesehatan ini dengan serius dan tepat .

Nama                          : Thamara S.R

NIM                             : 07031281621093

Jurusan                       : Ilmu Komunikasi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun