Mohon tunggu...
Tafsiroh Tenggara Putri
Tafsiroh Tenggara Putri Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa IPICOM, Universitas Muhamadiyah Yogyakarta

Mahasiswa IPICOM, Universitas Muhamadiyah Yogyakarta

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Memperdalam Al-Quran dengan Ulumul Quran

10 Juli 2021   09:40 Diperbarui: 10 Juli 2021   09:49 1754
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Ulumul Quran telah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW, namun belum dikenal sebagai suatu disiplin ilmu yang tertulis. Pada abad ke -- dua Ulumul Quran mulai memasuki fase pembukuan. Pada abad ini Ulumul Quran telah dianggap sebagai suatu disiplin ilmu. Para ulama mulai memberikan perhatian pada ilmu tafsir karna dianggap sebagai induk dari ilmu Al Quran. Kemudian pada abad abad selanjutnya Ulumul Quran semakin berkembang dengan ditemukannya berbagai macam cabang ilmu dari Ulumul Quran yang menjadi pokok pokok pembahasan dalam Ulumul Quran.

POKOK PEMBAHASAN ULUMUL QURAN 

Ulumul Qur'an memiliki ruang lingkup pembahasan yang sangat luas meliputi segala aspek yang berkaitan dengan Al -- Qur'an.

Ulumul Quran memiliki pokok pokok pembahasan

  • Nuzulul Quran ( pembahasan mengenai turunnya Al -- Qur'an )
  • Pokok pembahsan ini memiliki 12 belas jenis yaitu :
  • Al-Makkiya (ayat-ayat yang turun di Makkah)
  • Al-Madaniya (ayat-ayat yang turun di Madinah)
  • Al-Safariy (ayat-ayat yang turun pada saat Nabi dalam perjalanan)
  • Al-Hadhiriy (ayat-ayat yang turun pada saat Nabi berada di rumah)
  • Al-Lailiy (ayat-ayat yang turun pada malam hari)
  • Al-Nahariy (ayat-ayat yang turun pada siang hari)
  • Al-Shaifiy (ayat ayat yang turun pada musim panas)
  • Al-Syita'i (ayat-ayat yang turun pada musim dingin)
  • Al-Firasyi (ayat-ayat yang turun pada saat Nabi berada di tempat tidur)
  • Asbab al Nuzul (sebab-sebab turun ayat)
  • Awwalu ma Nuzzila (ayat-ayat yang mula-mula turun)
  • Akhtru ma nuzzila (ayat-ayat yang terakhir turun).
  • Sanad (Pembahasan tentang rangakian para periwayat)
  • Pokok pembahasan ini memiliki enam sub pokok yaitu :
  • Sanad Mutawatir
  • Sanad Ahad
  • Sanad Syadz
  • Qira'at al-Nabi (macam macam bentuk Qiraat Nabi Muhammad Saw.)
  • Al-Ruwat dan Al-Huffazh (para periwayat dan penghafal Al-Qur'an).
  • Tahammul (cara penyebaran riwayat)
  • Al -- Qiroah (Pembahasan mengenai cara membaca Al Qur'an)
  • Pokok pembahasan ini memiliki sub pokok yaitu :
  • Waqaf  (cara berhenti)
  • ibtida' (cara memulai)
  • Imalah
  • Mad (bacaan yang dipanjangkan)
  • Takhfif al-hamzah ( bacaan hamzah yang diringankan)
  • Idgham  (bunyi huruf yang sukun dimasukkan pada bunyi sesudahnya)
  • Pembahasan kata-kata al-Quran
  • Pada pokok pembahasan ini membahas tentang persoalan yang berkaitan dengan lafazh -- lafazh dalam Al -- Qur'an, meliputi :
  • Lafazh gharib (kata -- kata asing dalam Al -- Qur'an),
  • Mu'rab (Perubahan harokat pada akhir kata)
  • Majaz
  • Musytarak (lafazh yang mengandung lebih dari satu makna)
  • Mutaradif (kata dalam Al -- Qur'an yang memiliki makna yang mirip atau sinonim)
  • Isti'arah 
  • Tasybih (penyerupaan).
  • Makna Al -- Qur'an yang berkaitan dengan hukumnya
  • Terdapat empat belas sub pokok yaitu :
  • Al -- am  al -- Baqi  `ala `u mumihi (lafazh yang bermakna 'am (umum) dan tetap dalam keumumannya)
  • Al -- am   al -- Makhshus  (lafazh 'am yang dikhususkan)
  • Al -- am  alladzi uridu bihi al -- khushus  (lafazh yang bermakna umum tapi yang dimaksudkan khusus)
  • Ma khashshasa fihi al -- Kitabu al -- Sunnata (lafazh am (umum) yang dikhususkan oleh Kitab terhadap Sunnah)
  • Ma khashshashat fihi al -- Sunnatu al -- Kitab  (lafazh am (umum) yang dikhususkan oleh Sunnah terhadap Kitab)
  • Mujmal (bersifat global), Mubayyan (penjelasan)
  • mu'awwal (ditakwil)
  • Muqaddam (ayat-ayat yang didahulukan), Muakhkhar (ayat ayat yang diakhirkan)
  • Mafhum (Makna ayat dapat dipahami dari konteks pembicaraannya), Manthuq (Makna ayat ditunjukan oleh konteks pembicaraan )
  • Muthlaq (tidak terbatas), Muqayyad (terbatas)
  • Ayat-ayat yang "menghapus" dan yang "dihapus" (nasikh-mansukh)
  • Nau' min al-nasikh wa al-mansukh wahuwa ma`amila bih muddatan mu'ayyanatan, wal amila bihi wahidun min al-mukallaf (semacam nasikh dan mansukh, yaitu yang diamalkan pada waktu tertentu dan yang diamalkan oleh seorang saja dari orang-orang mukallaf).

  • Makna Al -- Qur'an yang berkaitan dengan lafazhnya
  • Pokok pembahasan ini, membahas hal-hal berikut :
  • Al-Fashl (berpisah)
  • Al-Washi (bersambung)
  • Ijaz (uraian singkat)
  • Ithnab (uraian panjang)
  • Qashr (pendek).
  • Musawah (uraian seimbang)

HIKMAH MEMPELAJARI ULUMUL QURAN 

Dengan mempelajari Al -- Qur'an atau ilmu Al -- Qur'an mempermudah kaum muslimin untuk memahami kalamullah. Sehingga dengan mempelajari Ulumul Qur'an diharapkan agar seorang muslim mampu memahami, menafsirkan, menerjemahkan dan mempertahankan kebenaran Al -- Qur'an.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun