Mohon tunggu...
Syarif Hidayatullah
Syarif Hidayatullah Mohon Tunggu... Assalamualaikum

Mahasiswa program studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palangka Raya Tahun 2019

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Akibat Covid-19, Angka Pengangguran Semakin Bertambah

7 Mei 2021   23:39 Diperbarui: 7 Mei 2021   23:51 45 1 0 Mohon Tunggu...

Virus Corona atau Covid-19 Menyebabkan pengangguran diBelahan negara di dunia. Dikarenakan, kegiatan ekonomi banyak Mandek akibat dilakukannya pembatasan sosial untuk menekan penyebaran virus Corona. Di Indonesia, jumlah pengangguran meningkat 3,7 juta Orang akibat Pandemi ini. Angka pengangguran lumayan naik, sekitar 3,7 jt orang perhitungan Bappenas, ini adalah sebuah angka yang relatif besar. Kenaikan angka pengangguran tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk meningkatkan defisit fiskal menjadi 5,2% dari yang sebelumnya 9,78% pada tahun 2020 mendatang. Dengan kenaikan tersebut pemerintah memiliki tambahan anggaran belanja yang dimanfaatkan untuk menggerakkan

Kasus pertama Covid-19 dikonfirmasi di Indonesia tepat satu tahun lamanya. Pandemi Covid-19 Memicu banyak negara di dunia salah satunya Indonesia, Yang menerapkan kebijakan pembatasan aktivitas sosial masyarakat. Langkah tersebut diambil bertujuan untuk menekan jumlah kasus positif Covid-19 Yang hingga saat ini terus bertambah.

Dibanding posisi September 2019 jumlah Covid-19 Meningkat 2,76 juta. Angka tersebut membuat kemiskinan di Indonesia kembali ke level 10% dari jumlah penduduk, yakni sebesar 10,19%. Demikian, tren penurunan angka kemiskinan yang terjadi hingga tahun 2019 pun terhenti. Sebab, dampak Pandemi mulai terasa pada kwartal I-2020. Persentase penduduk miskin naik menjadi 9,78% atau naik 0,37% dari Maret 2019. Diketahui, Indonesia untuk pertama kalinya mengalami angka kemiskinan di bawah 10% pada tahun 2018. Pada BPS tercatat, presentase kemiskinan Indonesia sebesar 9,82% pada Maret 2018. Pada September 2019 Indonesia sempat mencapai titik terendah dalam hal presentase kemiskinan yakni sebesar 9,22%. Namun setelah itu, tren kembali berubah arah. Persentase Kemiskinan di Indonesia naik menjadi 9,78% pada Maret 2020.

Seharusnya, pemerintah masih memiliki ruang fiskal Yang cukup guna mengintervensi Daya beli masyarakat dan kondisi finansial pelaku usaha faktor riil agar pengangguran bisa ditekan semaksimal mungkin dengan efek peningkatan pengangguran terhadap stabilitas pasar domestik bisa diminimalisasi. Selanjutnya, intervensi tersebut bisa dilakukan dengan cara Perluasan subsidi seperti Kartu pra kerja, kartu sembako dan lainnya. Dengan cara lainnya bisa dengan percepatan dan Perluasan stimulus kredit kepada sektor riil dari yang sudah terjadi saat ini. Perekonomian nasional dipastikan kesulitan pulih setelah Pandemi Covid-19 usai jika intervensi tersebut tidak segera di eksekusi sehingga angka pengangguran makin sulit di rem.

VIDEO PILIHAN