Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Edukator Dana Pensiun. Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 39 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor serta penasehat Forum TBM Kab. Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Edukasi Literasi Finansial Anak, Biasakan Menabung sebelum Menghabiskan

28 November 2022   09:45 Diperbarui: 28 November 2022   09:49 82
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: TBM Lentera Pustaka

Selain membaca buku di taman bacaan seminggu 3 kali, ternyata setiap anak di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor pun punya celengan. Program menabung sebagai bagian literasi finansial dan ajaran menabung sejak dini ke anak-anak usia sekolah. Membaisakan anak-anak menabung sekalipun kecil-kecilan melalui celengan.

Seperti kemarin (27/22/2022), saat dilakukan "Hari Buka Celengan". Hebat banget, ada anak taman bacaan yang bisa menabung via celengan selama setahun mencapai Rp. 1,1 juta, ada yang Rp. 870 ribu, dan Rp. 790 ribu yang masuk 3 besar penabung. Menariknya, untuk anak dengan tabungan yang terbesar pun mendapat "hadiah" berupa tambahan uang celengan sebesar Rp. 500 ribu dari Pendiri TBMm Lentera Pustaka secara cash. Tentu, ada juga anak yang tidak menabung sekalipun punya celengan. Semua terjadi secara alamiah. Untuk bijak mengelola uang memang tidak mudah. Selain butuh pembiasaan melalui celengan, harus ada juga edukasi dan kesadaran. Begitulah proses apa adanya yang terjadi di TBM Lentera Pustaka. Keren, setelah setahun menabung, kini anak-anak di TBM bisa membawa "uang celengan" saat pulang ke rumahnya.

Sebagai apresiasi, maka mulai tahun 2023 nanti. Setiiap anak TBM Lentera Pustaka pun mendapat "celengan baru" yang didonasikan dari Bank Sinarmas. Agar lebih getol lagi untuk menabung, menyisihkan uang jajan untuk celengan. Keren sih, karena di zaman begini, masih ada taman bacaan yang mengajarkan untuk menabung melalui celengan dan setiap setahun sekali dibuka bersama di "Hari Buka Celengan" tiap bulan November saat TBM Lentera Pustaka berulang tahun.

Patut diketahui, ajaran di TBM Lentera Pustaka, menabung itu bukan untuk kaya. Tapi untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Untuk biaya sekolah, membeli buku, bahkan untuk membantu orang tua saat perlu uang. Agar tidak ber-utang atau pinjam ke rentenir.

Uang itu panas. Apalagi bagi orang-orang yang konsumtif dan bergaya hidup. Hingga akhirnya terjebak "pinjol" alias pinjaman online yang mencekik. Kasihan kan bila hanya butuh uang yang tidak terlalu besar harus pinjam sana sini. Lebih baik menabung saat bisa dan diambil saat perlu atau bila sudah setahun seperti anak-anak TBM Lentera Pustaka.

 

Itulah peran taman bacaan soal uang, dalam hal literasi finansial. Terlepas dari itu semua, di TBM Lentera Pustaka hanya diajarkan untuk "membiasakan menabung dulu sebelum menghabiskan uangnya". Salam literasi #RAjinmenaBUng #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun