Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Konsultan di DSS Consulting sekaligus Edukator Dana Pensiun. Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 34 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor serta penasehat Forum TBM Kab. Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Saat Gaya Hidup Dipilih Orang, Taman Bacaan Justru Jadi Jalan Hidup

18 September 2021   08:17 Diperbarui: 18 September 2021   08:21 59 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Saat Gaya Hidup Dipilih Orang, Taman Bacaan Justru Jadi Jalan Hidup
Sumber: TBM Lentera Pustaka

Faktanya hari ini, banyak orang berlomba dalam gaya hidup. Tapi di saat yang lama, mereka merupakan jalan hidup. Memilih gaya hidup lalu melupakan jaan hidup. Bergaya dalam hidup bukan berjalan untuk hidup. 

Mungkin banyak yang lupa. Gaya hidup itu pola seseorang dalam mengekspresikan hidup sehari-hari. Bisa berupa aktivitas, minat, dan opininya. Semua gaya hidup itu tentang soal mengelola waktu dan uang. Hingga berujung pada perilaku dan pola konsumsi seseorang. Siapa pun yang memburu dunia semata, di situlah ada gaya hidup. Waktu dari pagi-pagi buta hingga larut malam hanya untuk mengejar uang. Bahkan mengejar pangkat jabatan, popularitas, status, dan kesenangan. Berkobar deras untuk diri sendiri.

Berbeda dengan jalan hidup. Karena jalan hidup soal menentukan sikap dalam kehidupan. Soal keberpihakan terhadap jalan kehidupan. Mau jalan yang benar atau yang salah, Jalan hidup kebaikan atau keburukan. Menjadikan hidup yang bermanfaat atau tidak bermanfaat. Waktu dan uang yang dipakai untuk apa? Maslahat atau mudarat. Jalan hidup itu alur yang diambil dan ditentukan oleh individu. Keputusan untuk meraih kehidupan yang baik. Sesuai dengan tujuannya di muka bumi. Maka jalan hidup dipilih sendiri setiap orang. Apapun kondisinya. 

Bila hari ini, ada di antara kita yang gemar bergaya dalam hidup. Lalu tidak pernah selesai dalam menentukan jalan hidup. Bahkan belum kelar menemukan jati dirinya. Bisa jadi itulang orang-orang yang merugi. Karena masih berharap berharap jalan hidupnya di-seting seperti orang lain. Terlalu membandingkan dirinya denan hidup orang lain. Lalu lupa berbuat kebaikan, menebar manfaat bahkan lupa bersyukur. Memilih gaya hidup jadi merugi, sementara jalan hidup jadi ambigu.

Siapakah orang-orang yang merugi dalam hidup?

Bahwa telah disebutkan, orang-orang yang paling merugi adalah mereka yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan di dunia, sedangkan mereka menyangka telah berbuat sebaik-baiknya (Al-Kahfi:103-104). Bahkan di Surat Al Ashr ditegaskan hanya tiga orang yang tidak merugi, yaitu 1) orang yang beriman, 2) orang mengerjakan kebajikan, dan 3) orang yang menasihati dalam kebaikan. Maka di luar itu, termasuk orang-orang yang merugi. Jadi mau piih yang mana? Gaya hidup atau jalan hidup.

Jalan hidup, pasti ada hambatan. Karena setiap orang pasti menemui rintangan dalam hidup. Hanya saja hambatan dan rintangan yang dihadapi tidak akan sama setiap orang. Seperti orang berjalan. Ada yang hanya berjalan di batu kerikil, ada yang tersandung batu besar. Ada pula yang berjuang menyeberangi derasnya arus sungai. Maka jalani dan hadapi setiap penggalan hidup. Dan sama sekali tidak perlu membandingkannya dengan orang lain. Semakin banyak gaya hidup pasti semakin bermasalah.

Jadi mau pilih mana, gaya hidup atau jalan hidup?

Tentu, terserah masing-masing. Karena setiap orang bebas memilih. Siapa pun boleh menentukan pilihan. Asal bukan sebatas omongan atau celotehan. Semuanya harus tercermin pada tindakan, pada perbuatan. Berpegang pada gaya hidup atau bersikap untuk jalan hidup.  

Seperti banyak orang boleh memilih jalan hidupnya. Maka saya pun memilih, taman bacaan sebagai jalan hidup. Jalan untuk menuju akhirat sebagai bekal berpulang nanti. Sambil menebar kebaikan dan mengukir kemanfaatan untuk orang lain. Sebagai legacy, sebagai warisan untuk umat.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan