Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Konsultan di DSS Consulting sekaligus Edukator Dana Pensiun. Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 34 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor serta penasehat Forum TBM Kab. Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Syarifudin Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka Terpilih 31 Wonderful People

8 Agustus 2021   23:28 Diperbarui: 8 Agustus 2021   23:42 87 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Syarifudin Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka Terpilih 31 Wonderful People
Sumber: TBM Lentera Pustaka

Sebagai wujud komitmen membantu masyarakat Indonesia, Guardian Indonesia memperingati ulang tahun ke-31 tahun 2021 dengan memberikan apresiasi dan penghargaan bertajuk "Guardian 31 Wondeful People". Apresasi ini diberikan kepada 31 orang yang dianggap luar biasa dalam memberi memberi inspirasi dan kontribusi nyata kepada masyarakat Indonesia, seperti di bidang medis, animal rescue, pegiat lingkungan, siswa berprestasi, pendiri taman bacaan, dan lain-lain.

Setelah melalui pertimbangan panitia, Syarifudin Yunus selaku Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor pun terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan ""Guardian 31 Wonderful People" tahun 2021 dari Guardian Indonesia. 

Terpilihnya Syarifudin Yunus didasari pada inisiatif dan kontribusinya dalam mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di Desa Sukaluyu kaki Gunung Salak Bogor pada tahun 2017 untuk membangun aktivitas giat membaca anak-anak dari kalangan tidak mampu dengan angka putus sekolah tergolon tinggi, mencapai 81%. Selain menjadi dosen di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Indraprasta PGRI, Syarifudin Yunus yang bertempat tinggal di Jakarta setiap hari Minggu dapat ke Bogor untuk membimbing anak-anak yang membaca dan kaum ibu buta huruf untuk belajar baca tulis. Semua dilakukannya dengan sepenuh hati untuk meningkatkan partisipasi pendidikan dan gerakan literasi masyarakat di Kabupaten Bogor.

Guardian Indonesia sebagai perusahaan yang melayani kebutuhan kesehatan dan kecantikan masyarakat Indonesia merasa terpanggil untuk mendukung 31 orang yang luar biasa untuk terus berkiprah dan berkontribusi nyata kepada masyarakat Indonesia sesuai dengan bidangnya. Agar lebih dikenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia, di samping berbagi inspirasi yang positif.

Apresiasi sebagai "31 Wonderful People" dari Guardian Indonesia ini pun kian memberi energi kepada Syarifudin Yunus untuk terus menjalankan program-program yang telah dirintis bersama TBM Lentera Pustaka. Seperti Taman BAcaan (TABA) yang kini memiliki 168 anak pembaca aktif yang terbiasa membaca 5-10 buku per minggu. Selain itu, TBM Lentera Pustaka pun menjalankan program lainnya seperti 1) Gerakan BERantas BUta aksaRA (Geberbura) dengan 9 warga belajar, 2) Kelas PRAsekolah (Kepra) dengan 21 anak, 3) YAtim BInaan (Yabi) dengan 16 anak yatim, 4) JOMpo BInaan (Jombi) dengan 8 lansia, 5) Koperasi Lentera dengan 20 anggota, 6) RAjin menaBUng (RABU), 7) DONasi BUKu, dan 8) LITerasi DIGital, dan 9) Difabel dengan 3 anak.

Terpilihnya Pendiri TBM Lentera Pustaka dalam "31 Wonderful People" pun menegaskan penghargaan yang luar biasa untuk taman bacaan dan gerakan literasi di Indonesia. Karena selama ini, taman bacaan dianggap "jalan sunyi" kebaikan yang tidak banyak dilakoni banyak orang.

Sharing is caring. Apresiasi ini adalah bukti proses kebaikan yang dijalani tidak akan pernah mengkhianati hasil. Selagi bermanfaat untuk orang lain, maka kerjakanlah. Hingga waktu yang akan membuktikan. Agar tradisi baca dan gerakan literasi tetap berdiri tegak di bumi Indonesia sekalipun di tengah gempuran era digital

Sumber: Guardian Indonesia
Sumber: Guardian Indonesia

Mohon tunggu...
Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan