Syarif Yunus
Syarif Yunus Karyawan Swasta

Konsultan di DSS Consulting, Pengajar Pendidikan Bahasa Indonesia & Edukator Dana Pensiun. Mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan Unpak. Pendiri TBM Lentera Pustaka. Ketua Ikatan Alumni Bahasa dan Sastra Indonesia (IKA BINDO) FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Sekjen IKA FBS UNJ (2013-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis & Editor dari 22 buku. Buku yang telah cetak ulang adalah JURNALISTIK TERAPAN & "Kompetensi Menulis Kreatif", Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis". Pendiri & Kepala Program TBM Lentera Pustaka di Gn. Salak Bogor. Owner & Education Specialist GEMA DIDAKTIKA, Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA, Pengurus Asosiasi DPLK Indonesia (2003-Now). Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Inilah 6 Keadaan Orang Indonesia Saat Pensiun, Seperti Apa?

11 Oktober 2018   06:59 Diperbarui: 11 Oktober 2018   19:05 2447 6 3
Inilah 6 Keadaan Orang Indonesia Saat Pensiun, Seperti Apa?
(mercadolibre.com)

Sehebat-hebatnya presiden pasti ada pensiunnya. Bahkan sekeren-kerennya politisi pun akhirnya berhenti jua. Dan sejago-jagonya pemain sepak bola pasti ada pensiunnya.

Ya pensiun, sebuah keadaan tidak bisa aktif lagi seperti dulu. Berhenti setelah bekerja. Apalagi pekerja, biasanya umur 55 tahun sudah harus pensiun. Hanya sayang, sedikit sekali orang Indonesia yang sadar untuk mempersiapkan masa pensiunnya.

Pensiun itu bukan soal waktu, bukan soal umur. Tapi pensiun itu soal keadaan. Keadaan seperti apa dan mau kayak apa di masa pensiun? Setidaknya ada 6 keadaan yang lazim terjadi pada orang Indonesia di saat pensiun:

1. Pensiun kaya-raya 

Keadaan ini biasanya terjadi pada orang yang semasa bekerja rajin menabung untuk masa pensiun, ikut program pensiun dan tidak bergaya hidup konsumtif. Ukurannya, orang ini punya uang lebih banyak 3 kali lipat dari gaji saat bekerja. Wajar dia bisa menikmati masa pensiun dengan sejahtera lagi bahagia. Dari 100 pekerja, hanya 1 orang saja yang pensiunnya kaya raya.

2. Pensiun cukup uang

Keadaan ini terjadi pada pekerja yang ikut program pensiun sejak muda. Sekalipun iuran pensiun tidak besar tapi karena jangkanya panjang maka akumulasi dana pensiunnya tergolong cukup untuk membiayai kebutuhan dan gaya hidupnya di masa pensiun.

Ukurannya, orang ini punya uang yang cukup atau sama dengan 1 kali gaji saat bekerja. Cukup sejahtera di masa pensiun. Dari 100 orang mungkin hanya 4 orang saja yang pensiunnya cukup uang.

3. Pensiun masih bekerja

Keadaan ini terjadi pada pekerja yang "sedikit lalai atau terlambat" ikut program pensiun. Saat pensiun dia punya uang tapi tidak cukup biaya hidup. masih kurang untuk biaya hidup. Maka wajar di masa pensiun "terpaksa" bekerja lagi.

Ukurannya, orang ini saat pensiun hanya punya dana setengah dari gaji terakhir saat bekerja setiap bulan. Dari 100 orang, ada 12 orang yang masih bekerja lagi di masa pensiun.

4. Pensiun bergantung kepada orang lain

Keadaan ini terjadi pada pekerja yang sama sekali tidak punya perencanaan pensiun saat bekerja. Gemar gaya hidup saat bekerja bahkan berjiwa konsumtif. Tapi lupa menabung untuk pensiun. Maka di masa pensiun, terpaksa bergantung kepada anak-anaknya atau saudaranya. Agar bisa ikut bantu biaya hidup semasa pensiun.

Ukurannya, orang ini uang hanya seperempat dari gaji terakhir saat bekerja. Uang pensiunnya sama sekali tidak cukup. Dari 100 orang, mungkin ada 43 orang yang hidupnya bergantung kepada orang lain.

5. Pensiun sakit-sakitan

Keadaan ini terjadi pada pekerja yang seringa tidak peduli pada kesehatan. Akibat tidak bekerja lagi stres, bahkan tidakbpunya uang yang cukup. Sakit-sakitan dan mulaui mengalami gangguan kesehatan.

Ukurannya, orang ini punya uang pensiun setengah dari gaji saat bekerja. Tapi itu semua habis untuk membiayai pengobatan. Dari 100 orang, mungkin ada 12 orang yang menjalani masa pensiunnya sakit-sakitan.

6. Pensiun miskin

Keadaan ini biasanya terjadi pada pekerja rendahan yang saat bekerja pun gagal menabung untuk masa pensiun. Dia tidak punya gaya hidup tapi juga tidak ikut program pensiun. Gaji saat bekerja selalu habis untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Maka wajar saat pensiun, tidak punya penghasilan lagi hingga menjadi sebab miskin.

Ukurannya, orang ini sama sekali tidak punya uang di saat pensiun karena tidak bekerja lagi. Dan saat bekerja pun tidak punya tabungan untuk masa pensiun. Tidak ikut program pensiun. Dari 100 orang, ada 28 orang yang di masa pensiunnya jatuh miskin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2