Syarif Yunus
Syarif Yunus Karyawan Swasta

Konsultan di DSS Consulting, Pengajar Pendidikan Bahasa & Edukator Dana Pensiun. Ketua Ikatan Alumni Bahasa dan Sastra Indonesia (IKA BINDO) FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Sekjen IKA FBS UNJ (2013-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis & Editor dari 22 buku. Buku yang telah cetak ulang adalah JURNALISTIK TERAPAN & "Kompetensi Menulis Kreatif", Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis". Pendiri & Kepala Program TBM Lentera Pustaka di Gn. Salak Bogor. Owner & Education Specialist GEMA DIDAKTIKA, Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA, Pengurus Asosiasi DPLK Indonesia (2003-Now). Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Finansial Artikel Utama

Cara Gampang Habiskan THR, Lupakan Dana Pensiun

5 Juni 2018   08:28 Diperbarui: 5 Juni 2018   14:26 1570 1 1
Cara Gampang Habiskan THR, Lupakan Dana Pensiun
Serambi Indonesia - Tribunnews.com

Kata orang zaman now, masa pensiun mah gimana entar aja. Mumpung ada THR habisin saja. Betul banget dan nggak salah. Kapan lagi bisa nikmatin THR, iya nggak? Musim lebaran musim THR!

Asal tahu saja, THR itu Tunjangan Hari Raya lho, bukan Tekanan Hari Raya. Jadi, jangan karena ada THR atau pas lebaran, kita nggak mampu mengendalikan nafsu konsumtif.

Sehingga, THR, mau besar atau kecil, tetap bilang nggak cukup. Tunjangan itu artinya tambahan (untuk keperluan lebaran). Kalau tekanan itu keadaan yang nggak menyenangkan, malah bikin beban.

Jadi ngomong-ngomong, sudah terima THR belum nih?

Kalau udah, jangan lupa bersyukur. Tapi kalau belum, ya bersabar.  Rezeki mah nggak bakal ke mana, sudah ada yang nentuin kok.

Menurut sejarah, THR itu pertama kali itu muncul pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Tepatnya pada era kabinet Soekiman Wirjosandjojo pada tahun 1951.

Spiritnya untuk motivasi para aparatur negara dulunya namun karena diprotes kaum buruh akhirnya "diperluas" ke semua pekerja.  Dan THR dulu dibayarkan tiap akhir bulan Ramadhan atau jelang lebaran.  

dokpri
dokpri
Kenapa sih kita dapat THR?

Ya, karena mau lebaran. Biasanya, tiap kali lebaran, semua orang punya kebutuhan dan pengeluaran yang banyak. Ada yang mau mudik, ada yang buat belanja kebutuhan lebaran, pun ada buat belanja anak-anak dan keluarga.

Tapi gak sedikit juga akhirnya THR dipakai untuk beli perabot rumah, ngecat "mempercantik" rumah. Atau bahkan untuk bayar utang. Bahkan nggak sedikit uang THR dipakai untuk rekreasi saat lebaran.

Maklum, lebaran kan ritual rutin setahun sekali. Asal jangan lupa aja, sedekah dari THR.

Pantes kalau begitu, lebaran memang banyak kebutuhan dan pengeluaran ya. Yah intinya, THR harus bisa dikelola dengan bijak. Karena THR itu "Tunjangan Hari Raya" bukan "Tekanan Hari raya". Namanya pas lebaran. Pengen ini, pengen itu, pengen ke sana, pengen ke sini. Tapi sumbernya, cuma dari THR doang. Wajar, THR diharap-harap banyak orang.

Terus gimana dong, cara mengatur pengeluaran THR?

Ada banyak cara sih. Kalau kata financial planner atau perencana keuangan, ada banyak tips untuk mengatur THR biar cukup.

Resep paling sederhana saja. THR bisa dipakai untuk 1) kebutuhan lebaran (mudik dan konsumtif  60%, 2) membayar hutang 15%, syukur kalau bisa dilunasi, dan 3) tabungan  atau investasi 25%. Tapi itu semua cuma teori kok. Terserah kita mau gimana?

Tapi secara prinsip, THR itu memang seharusnya dipakai untuk 1) pembayaran apapun yang bersifat wajib, 2) memenuhi keperluan yang sudah dianggarkan saat lebaran, dan 3) harus cukup dan jangan sampai hutang. Sekali lagi, itu semua teori dan nasehat bijak untuk mengelola uang THR jelang lebaran.

Pertanyaannya, emang THR cukup untuk semua keperluan?

Pertanyaan ini jelas berat banget. Dan jawabannya sangat relatif. Buat mereka yang boros dan gemar gaya hidup, pasti THR berapapun besarnya gak bakal cukup.

Kata orang zaman old, "lebih besar pasak daripada tiang".  Tapi buat mereka yang efektif dan bijak, pasti THR cukup bahkan bisa ada lebihnya. Untuk tabungan, untuk top up dana pensiun.

Maklum, setiap kita kan gak selamanya kerja terus. Maka sangat penting untuk "menabung untuk masa pensiun".

Lha, ngapain juga uang THR buat dana pensiun?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3