Mohon tunggu...
Syaiful Anwar
Syaiful Anwar Mohon Tunggu... Dosen - FEB Universitas Andalas Kampus Payakumbuh

Dosen FEB, Peneliti, Penulis, Senang belajar https://bio.link/institutquran

Selanjutnya

Tutup

Parenting Artikel Utama

Polusi Digital dan Solusi Parenting

30 Januari 2024   19:33 Diperbarui: 6 Februari 2024   18:16 662
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: terpapar konten digital. (Sumber: dok. Shutterstock/SB Arts Media via kompas.com)

Polusi digital atau kontaminasi digital adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan dampak negatif dari paparan berlebihan terhadap konten digital yang tidak sesuai atau merugikan. 

Dalam konteks anak-anak, polusi digital dapat mencakup paparan terhadap materi yang tidak cocok untuk usia mereka, termasuk konten kekerasan, pornografi, atau informasi yang tidak sesuai untuk perkembangan anak-anak.

Contoh polusi digital dan peran parenting dalam mengelola paparan anak-anak dapat diilustrasikan melalui beberapa situasi konkret. Berikut adalah beberapa contoh:

Hoaks dan Desinformasi: Situasi: Anak-anak menemukan informasi palsu tentang kesehatan atau peristiwa tertentu di media sosial. Parenting Response: Orang tua dapat menggunakan kesempatan ini untuk mengajarkan anak-anak tentang pentingnya memeriksa kebenaran informasi, memvalidasi sumber, dan tidak langsung mempercayai segala sesuatu yang mereka lihat online.

Kecanduan Media Sosial: Situasi: Anak-anak menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial, menyebabkan gangguan pada pola tidur dan aktivitas sehari-hari. Parenting Response: Orang tua dapat membahas dan menetapkan batasan waktu penggunaan media sosial, mendorong anak-anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan offline, dan memberikan contoh penggunaan media sosial yang sehat.

Konten Dewasa atau Kekerasan Online: Situasi: Anak-anak secara tidak sengaja menemukan konten dewasa atau kekerasan online. Parenting Response: Orang tua dapat mengaktifkan filter keamanan dan memberikan pemahaman tentang jenis konten yang tidak sesuai. Komunikasi terbuka diperlukan untuk memastikan anak-anak merasa nyaman melaporkan pengalaman mereka.

Pengaruh Kecantikan dan Citra Tubuh: Situasi: Anak-anak terpapar pada citra tubuh yang tidak realistis atau norma kecantikan yang tidak sehat di media online. 

Parenting Response: Orang tua dapat membahas isu citra tubuh dengan anak-anak, mempromosikan kepercayaan diri yang sehat, dan membantu mereka memahami bahwa keindahan berasal dari keunikannya sendiri, bukan standar yang ditetapkan media.

Cyberbullying: Situasi: Anak-anak menjadi korban atau pelaku cyberbullying. Parenting Response: Orang tua dapat memberikan dukungan emosional pada anak-anak, mengajari mereka tentang etika online, dan melibatkan sekolah atau pihak berwenang jika diperlukan.

Pencurian Identitas atau Keamanan Siber: Situasi: Anak-anak mengalami pencurian identitas atau serangan siber. Parenting Response: Orang tua dapat mengajarkan anak-anak tentang praktik keamanan online, seperti penggunaan kata sandi yang kuat dan tidak membagikan informasi pribadi secara sembarangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun