Mohon tunggu...
S Wahono
S Wahono Mohon Tunggu... Shadik Wahono

Berita dan info Tentang Shadik Wahono

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Pengamat Infrastruktur Shadik Wahono, Nyatakan Untuk Pacu Proyek Tier II

12 Juni 2019   09:28 Diperbarui: 18 Juni 2019   08:05 0 0 0 Mohon Tunggu...
Pengamat Infrastruktur Shadik Wahono, Nyatakan Untuk Pacu Proyek Tier II
dokpri

Pengamat infrastruktur Shadik Wahono ini nyatanya memiliki pandangan yang luas tentang pembangunan infrastruktur di pemerintahan Indonesia.

Terkait dengan hal tersebut, di sepanjang tahun ini terbukti mempunyai segudang pekerjaan yang harus terselesaikan. Dimana selain masih fokus terhadap pengerjaan proyek tol dari Tier I, tepatnya dalam ruas Brigif--Sawangan, Bojonggede--Salabenda, Sawangan--Bojonggede, Cileunyi--Sumedang--Dawuan dan Yasmin--Semplak, juga akan mulai menggarap proyek pada Tier II.

Dengan pelaksanaan proyek tersebut, tak heran jika untuk menggarap kedua proyek itu, membutuhkan dana yang besar. Dimana sesuai dengan pernyataan pengamat infrastruktur yakni Shadik Wahono, bahwa untuk pembangunan di Tier I saja, nilai proyeknya mencapai 13,57 triliun. Bahkan untuk total ekuitas perseroan sendiri ditargetkan akan mencapai 4 triliun.

Hal demikian, sesuai dengan penuturannya yakni "Kebutuhan terhadap dana dalam penyelenggaraan pembangunan di Tier I ini mencapai Rp2,1 triliun, dimana selebihnya akan dipenuhi dari penerbitan bond di pasar modal,"  ujarnya.

Selain hal demikian, Shadik Wahono juga menuturkan bahwa  dalam pembangunan Tier II, kebutuhan dana yang ditargetkan mencapai 17,3 triliun. Dimana dari pembangunan tersabet, sebagian besar akan diamankan oleh pinjaman perbankan, sedangkan 5,46 trillium dari ekuitas, serta dana sisa lainnya sebesar 5,19 triliun.

Sementara itu, terkait dengan Tier III, sebelum dilakukannya pembangunan, menurut Shadik Wahono sudah mengkalkulasikan seluruh dana yang dibutuhkan. Dan ternyata dana yang dibutuhkan untuk melakukan pembangunan tersebut mencapai kisaran 7,8 triliun. Sehingga, dengan kalkulasi tersebut, diperoleh bahwa 2,74 triliun dapat dihasilkan dari ekuitas, sedangkan untuk dana sisanya yakni sebesar 2,74 triliun akan dihasilkan dari pasar modal.

Dengan berbagai pembiayaan yang dilakukan secara terperinci oleh tersebut, maka pada suatu kesempatan Shadik Wahono buron sebagai pengamat infrastruktur, mendorong agar pemerintah Indonesia untuk membuat skema baru dalam pembangunan. Hal tersebut agar mampu mengkualifikasi para investor yang masuk.