Mohon tunggu...
Suyono Apol
Suyono Apol Mohon Tunggu... Insinyur - Wiraswasta

Membaca tanpa menulis ibarat makan tanpa produktif.

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Menakar Kekuatan Dua Paslon Penantang Ahok

23 September 2016   18:47 Diperbarui: 26 September 2016   07:10 4208
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dua Paslon - Sumber Gambar: wikimedia.org, komunitasamam.files.wordpress.com, wikimedia.org, detikone.com

Setelah pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat mendaftar di KPUD DKI Jakarta dengan diusung empat parpol, PDI-P, Hanura, Golkar, dan Nasdem pada 21 September 2016, hari ini (23/09/2016) giliran dua pasangan calon lainnya mendaftar di KPUD DKI.

Pertama, pasangan calon Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mendaftar dengan diusung dua parpol, Gerindra dan PKS.

Kedua, pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni mendaftar dengan diusung empat parpol, Demokrat, PPP, PKB, dan PAN.

Berikut ini adalah perbandingan kedua pasangan calon tersebut.

Agus (38) dan Sylviana (57)

Selama ini Agus Harimurti Yudhoyono hanya dikenal sebagai seorang mayor infanteri yang putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Majunya Agus untuk ikut berebut kursi DKI-1 cukup mengejutkan karena selama ini ia berada di luar radar pengamat dan lembaga survei politik. Selain itu, ia harus mengundurkan diri dari TNI AD yang berarti menghentikan karir militernya yang selama ini berjalan mulus dan bersinar.

Mengingat bahwa ia adalah putra mahkota SBY, maka diharapkan SBY dan Partai Demokrat akan all-out menyukseskan jalannya menuju DKI-1. Juga diharapkan SBY akan merupakan mentor, konsultan, dan fasilitator kegiatan politiknya.

Banyak orang masih terkesan akan kepiawaian SBY dalam memenangi Pilpres 2004 dan 2009 serta Pileg 2009, tapi masa keemasan itu sudah lewat dengan makin maju dan cerdasnya masyarakat Indonesia berdemokrasi. Ditambah, banyak kader puncak Partai Demokrat yang terlibat korupsi dan yang paling parah adalah partainya tidak berhasil menyediakan kader-kadernya untuk bisa menjadi capres atau cawapres pada Pilpres 2014. Sehingga bisa disimpulkan bahwa SBY sudah tidak sakti lagi. Kini dalam Pilgub DKI 2017 ia mengusung anak sulungnya sebagai cagub yang merupakan suatu blunder politik yang serius.

Kelemahan Agus di bidang pemerintahan daerah dan birokrasi diharapkan bisa ditutup oleh Sylviana sebagai wakilnya yang punya pengalaman dan kemampuan di bidang itu secara mumpuni. Namun hal itu tidak menolong banyak karena pengaruh elektabilitas calon gubernur dalam pilgub adalah dominan, katakanlah 70-80%, sementara pengaruh dari calon wakilnya adalah sekitar 20-30% saja. Selain itu, untuk urusan yang disebutkan di atas akan dibantu oleh Sekretaris Daerah (Sekda) dan para asistennya.

Nilai plus dari Sylviana adalah bahwa ia seorang wanita pertama sebagai calon gubernur/wakil gubernur di DKI Jakarta, dan ia adalah seorang Betawi asli yang merupakan tokoh masyarakat dan banyak berorganisasi.

Dari ketiga pasangan calon, pasangan Agus-Sylviana ini adalah yang terlemah, diprediksi hanya akan memperoleh suara 20-30% dalam putaran pertama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun