Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Pensiunan, freelance copy writer - Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Bersiaplah Menghadapi Kesepian

18 Desember 2021   06:30 Diperbarui: 18 Desember 2021   06:44 103 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kesepian (sumber: suara.com)

Seorang Menteri di Kabinet Kerja meramalkan bahwa di tahun 2045, tepat 100 tahun Indonesia merdeka, kita akan dilanda kesepian. Ramalan ini ada benarnya, bahkan mulai sekarang kita sudah dibiasakan untuk menghindari kerumunan gara-gara pandemi. Sekarang, bila ada kematian, kalau tidak sangat dekat, kita pasti tidak akan melayat, paling mengirimkan ucapan duka cita melalui WA atau mengirimkan karangan bunga. Sama halnya dengan pernikahan, keluarga dekat saja yang diundang, karena teman jarang yang berani hadir, bahkan setelah mengucapkan selamat kepada mempelai, langsung pulang dengan membawa rantang makanan yang disediakan, karena tidak mengadakan makan secara buffet.

Kini kita juga sudah jarang ke mall bila ingin membeli barang. Banyak market place yang sudah tersedia, sehingga mall makin sepi. Urusan dengan bankpun mulai berkurang, selain malas karena petugas customer service tinggal separuh hingga layanan lama, karena petugas bank harus kerja di rumah. Beberapa bank malah menyediakan customer service berupa mesin. Kini sudah jarang kita ke bank bertemu dengan customer service yang cantik dan super ramah. Juga akses perbankan secara daring makin sempurna, sehingga kita lebih banyak dilayani oleh mesin. 

Kehidupan kita benar-benar makin jauh dari keguyuban dengan sesama manusia dan makin dekat dengan mesin. Hal inilah yang membuat orang menjadi kesepian, mesin belum tentu paham apa yang kita inginkan, meski sudah dilengkapi dengan Artificial Intelligence (kecerdasan buatan).

Manusia menjadi kesepian karena sering merasa sedih dan kurang bahagia, karena hidupnya terisolasi secara sosial. Penyebab merasa kesepian dapat bersifat normal, jika hanya disebabkan perasaan yang berlebihan yang menguras tenaga dan pikiran, yang lalu mengganggu kehidupan sehari-hari.

Bagaimana supaya kita terhindar dari kesepian?

Sadarilah bahwa kita tidak sendirian, meski semua aktifitas kita kini mulai sering bertemu dengan mesin. Bahkan bila ke restoranpun mungkin kita akan dilayani oleh robot. Sopir mungkin sudah tidak ada lagi, karena nanti mobil dapat dijalankan secara otomatis, yang dapat menjemput dan mengantarkan kita ke tujuan. Tahun  2045 tidak terlalu lama lagi, kita harus mulai membiasakan diri dengan pengaruh IoT (internet of thing) dan kecerdasan buatan.

Agar kita tidak kesepian, kita harus memoerbanyak aktifitas. Yang suka berkebun dapat berkebun, yang suka memelihara ikan dapat berbisnis menjual ikan hias atau ikan konsumtif, yang suka memasak mulai mengamati trend yang disukai masyarakat dan mulai berjualan secara daring. Lalu bagi yang belum memiliki hobi yang spesifik, bisa mulai membiasakan membaca e-book dan menulis.

Yang penting cari tahu penyebab kita menjadi kesepian, carilah solusi untuk mengobatinya, bila perlu dengan bantuan psikologi / psikiater. 

Bersiaplah, karena tahun 2045 sudah tidak lama lagi. Masukilah dunia yang berbeda dengan masa lalu kita yang selalu guyub. Mungkin semua akan berbeda, namun sebagai manusia normal, kita harus mampu beradaptasi agar tidak menjadi merasa kesepian pada kehidupan sehari-hari.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan