Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Mengenal 10 Ciri Generasi Millenial

14 Februari 2018   07:32 Diperbarui: 14 Februari 2018   07:42 209 1 1
Mengenal 10 Ciri Generasi Millenial
Ilustrasi Generasi Millenial (kompas.com)

Apa itu generasi Miilenial yang juga disebut generasi Y ? Bila Anda termasuk seorang pebisnis maupun bekerja di bagian penjualan atau pemasaran, Anda harus mengenal sifat dan karakter generasi Millenial bila ingin menguasai pasar.

Generasi Produktif

Kenapa? Generasi Millenial adalah generasi yang paling produktif sekarang, yang tergolong generasi Millenial lahir diantara tahun 1980-1997. Artinya paling muda mereka berusia 21 tahun dan paling tua berusia 38 tahun.

Yang paling muda sudah hampir menuntaskan pendidikan universitas strata 1, dan siap terjun ke dunia kerja. Yang paling tua sudah sangat mapan di dalam bisnis maupun posisinya, ada yang sudah menjadi manger senior hingga direktur. Mereka adalah generasi yang sudah berpenghasilan dan memiliki tingkat pengeluaran yang menggiurkan.

Mereka sudah mulai membangun keluarga, memerlukan rumah pribadi, kendaraan pribadi, anak-anak mereka sudah mulai masuk sekolah dan memiliki kegemaran hobby maupun kegiatan untuk menunjukkan jati diri mereka.

Ciri Generasi Millenial

Untuk memahami generasi Millenial sudah banyak panduan yang menjabarkan ciri-ciri mereka agar mudah dikenali. Pertama amati cara berbusana mereka. Mereka pada umumnya gemar berbusana casualseperti kaos limited edition. Tapi jangan salah duga, meski hanya kaos, harganya bisa jutaan Rupiah yang mereka beli melalui toko daring.

Celana mereka lebih menyukai jeans model skinyatau jogger pants yang dibeli di toko serba ada dari Jepang. Sepatu yang digemari adalah jenis Sneakersterbaru keluaran toko olahraga ternama. Tanpa menyebut merek, pastilah Anda paham karena merek-merek ini rajin sekali menjadi sponsor atau penyelenggara event lari.

Baik pria maupun wanita gemar menyandang tas yang cukup besar. Mau tahu isinya? Tentu sejalan dengan ketergantungan mereka terhadap gawai. Jadi isi tas adalah tablet, charger, power bank, dan kamera mirrorless, plus kadang-kadang tongkat narsis (tongsis).

Di pergelangan tangannya mengenakan smart watch untuk mengukur aktivitas olahraga setiap hari. Mereka senang sekali mengikuti lomba lari marathon realmaupun virtual di dalam maupun di luar negeri, juga aktif menjadi anggota perkumpulan kebugaran.

Mau tahu gawai smart phoneyang mereka bawa? Hanya ada dua sistem operasi yang mendominasi iOS atau Android keluaran terbaru yang dibeli dengan cicilan 0% dari promosi kartu kredit atau operator seluler. 

Apa aplikasi favorit mereka? Linkedin untuk mengupdate tempat kerja barunya. Mereka tergolong kutu loncat yang gemar pindah tempat kerja tiap tahun. Juga gemar pamer foto di Instagram untuk memajang fotonya di cafe-cafe kekinian dan tempat yang dikunjungi baik di dalam negeri maupun luar negeri. Mereka paling rajin memanfaatkan libur panjang akhir pekan, untuk segera keluar dari kota tempat tinggalnya.

Bagaimana dengan musik dan film? Mereka senang mendengarkan musik streaming secara berlangganan dari Spotify atau Joox. Mereka mengunduh film dari Google Play atau Chromebook untuk ditonton di gawai mereka, meski sesekali masuk ke bioskop bila ada film box office

Televisi dan koran cetak maupun majalah sudah jarang menjadi idola mereka, paling untuk mendapatkan berita, mereka cukup mengunduh dari gawai mereka. Atau mendapatkan informasi melalui aplikasi WhatsApp dari temannya.

Dua tempat favorit mereka untuk temu darat adalah kedai kopi dan kedai vape. Mereka senang minum kopi bersama meski jarang ngobrol dan lebih asyik dengan gawainya masing-masing. Seiring kecenderungan hidup sehat, mereka menghindari rokok dan beralih mengisap vape yang konon isinya essence buah-buahan.

---

Apakah yang memiliki ciri-ciri diatas hanya generasi Millenial saja? Ternyata tidak, banyak kelakuan generasi Millenial yang diikuti generasi sebelumnya. Saya sering menemukan orang-orang yang umurnya diatas range umur generasi Millenial, juga memiliki ciri-ciri yang sama dengan generasi Millenial.

Jadi lazim saja orang-orang di luar generasi Millenial yang berkelakuan Millenial meski usianya diatas umur generasi Millenial. Yang penting jiwanya tetap muda ... Boleh saja dong, jadi 'kidz zaman now'.