Mohon tunggu...
Suprihadi SPd
Suprihadi SPd Mohon Tunggu... Penulis - Dilahirkan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), dan Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017-sekarang).

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Kasus Kekerasan di Sekolah Asrama

8 September 2022   09:00 Diperbarui: 8 September 2022   09:05 177 3 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bahasa. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcstudio

Judul artikel di atas menggunakan lima kata, yaitu kasus, kekerasan, di, sekolah, dan asrama. Dari kelima kata tersebut, hanya ada satu kata yang menggunakan imbuhan, yaitu kekerasan. Kata tersebut berasal dari kata dasar keras dan mendapatkan imbuhan ke-an. Jenis kata keras adalah adjektiva (kata sifat).

Kata-kata sejenis keras (adjektiva) antara lain lembut, halus, kasar. Kata kekerasan termasuk nomina (kata benda). Mengapa disebut nomina? Kita harus ingat bahwa posisi nomina (selalu) sebagai S (subjek) atau O (objek) dalam sebuah kalimat.

Judul artikel di atas jika dibuat menjadi kalimat lengkap dapat menjadi seperti di bawah ini.

Kasus kekerasan  ditemukan oleh pihak berwajib di sekolah asrama. (kalimat pasif)

            S                      P                     O                           KT

Pihak berwajib  menemukan  kasus kekerasan di sekolah asrama. (kalimat aktif).

            S                     P                         O                    KT

Judul berita sering dibuat singkat agar mudah diingat. Sebagai pemerhati bahasa, kita perlu mengetahui bagaimana mengubah  menjadi kalimat lengkap dari judul seperti itu. Patokan utama, kita perlu mengetahui kata kerja (verba) kalimat tersebut.

Kalau verba tidak ditemukan, kita harus menemukan nomina dalam judul berita itu. Posisi nomina (selalu) pada S (subjek) atau O (objek) di samping K (keterangan).

Untuk itu, judul sependek apa pun sebuah berita, kita dapat merekonstruksi menjadi sebuah kalimat yang lengkap (tentu kita perlu membaca isi berita tersebut). Minimal kita dapat menemukan S (subjek) atau P (predikat). Bukankah sebuah kalimat sederhana setidak-tidaknya terdiri atas S dan P?

Kembali pada kasus kekerasan di sekolah asrama. Kasus itu muncul tentu ada sebab musababnya. Pihak pengelola sekolah dan asrama pasti sudah terbiasa menghadapi atau menangani kasus seperti itu. Khususnya sekolah berasrama yang sudah cukup lama berdiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan