Mohon tunggu...
Supli rahim
Supli rahim Mohon Tunggu... Dosen - Penulis dan dosen
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Orang biasa yang ingin mengajak masuk surga

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Saya Alhamdulillah Sudah Terbiasa Jadi "Tabib" bagi Anak Cucu

28 Desember 2021   10:03 Diperbarui: 28 Desember 2021   10:50 191
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bismillah,

Alhamdulillah, Allahumma shaliala Muhammad. Saya mendasari hidup dengan yakin pada pencipta langit dan bumi, pencipta segala makhluk, termasuk pencipta manusia. Maka  jika ada anggota keluarga saya yang sakit atau ada masalah maka yang saya lakukan pertama adalah berdialog dengan Allah, beristighfar dan berdoa. Setelah itu saya akan membuat segala amalan termasuk solat, jumpa dokter, bersedekah dan berzikir.

Sedekah

Sedekah adalah amalan yang saya lakukan jika ada anggota keluarga saya sakit atau ada masalah. Melalui sedekah saat bertawasul melalui pahala sedekah itu memohon kepada Allah agar menyembuhkan anggota yang sakit atau ada masalah. Jika belum selesai juga saya menemui dokter atau pergi ke apotik untuk membeli obat. Lalu saya aplikasikan kepada yang sakit. Joka belum juga maka dilanjutkan dengan zikrullah.

Berzikir dengan asmaul husna dan alfatiha

Pernah suatu masa ada anak yang agak susah menghafal. Makan solusi saya adalah zikir atau diberi multivitamin atau herbal tertentu. Jika belum juga maka saya akan membaca bagian dari alfatiha dengan bilangan tertentu lalu ditiupkan ke dalam air minum. Alhamdulillah anak itu sejak itu jadi sehat dan cerdas.

Membuat resep sendiri

Belajar dari banyak dokter tempat anak  saya berobat saya sempat hafal kombinasi obat penurun panas dan antibiotik. Tentu ini suatu bleasing dari Allah bahwa selain doa memang obat mesti dicari. Saya sadar bahwa itu tidak baik dilakukan karena saya bukan dokter. Tetapi saya punya alasan bahwa obat kombinasi itu, ini dan yg lainnya memang pernah diresepkan oleh dokter keluarga kami. Dokter itu pada waktu itu sudah meninggal. Dengan bijak apoteker melayani keinginan saya. Yang penting saya tidak salah ingin, tidak salah kombinasi obat. Waktu terus berlalu, sampai anak-anak saya jadi dokter gigi, dokter umum, dan calon dokter gigi. Tiba masanya saya menyerahkan "ketabiban" saya pada mereka. Walau demikian ketika bebrrpa waktu lalu ketika anak saya yang sudah jadi dokter mengalami sakit dan dia buat resep sesuai dengan ilmunya, saya masih berperan. Obat resep dia sendiri masih terbilang murah harganya, maka saya ambil bagian untuk "ambil bagian". Obat saya 10 kali lebih mahal dari obat anak itu hehe. Yang menyembuhkan tetap Allah.

Jadi tabib untuk cucu

Dari jauh yakni dari Palembang Sumsel Indonesia, saya atuknya pagi menelpon mantu yakni bunda Novia Zahrah di Sungai Petani Kedah Malaysia  minta bicara pada cucu keempat dan ketiga saya yakni Firash dan Alisya. Pembicaraan lancar tetapi mereka masih banyak mengangguk dan senyum. Kepada bunda Novia atuk minta pegang bagian sakit lalu saya baca potongan alfatiha dengan pengulangan. Demikian juga sejumlah doa dibacakan dan dimintakan kepada Allah agar Allah sembuhkan kedua cucu tersebut. Ayah dari cucu ini Ahamad Affandi ada di Nilai Selangor Malaysia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun