Mohon tunggu...
Supartono JW
Supartono JW Mohon Tunggu... Konsultan - Pengamat
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Untuk apa sembuhkan luka, bila hanya tuk cipta luka baru? (Supartono JW.15092016) supartonojw@yahoo.co.id instagram @supartono_jw @ssbsukmajayadepok twiter @supartono jw

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Saatnya Timnas U-23 Catat Sejarah dengan Menangi Laga Versus Korea Selatan

22 Juni 2018   23:04 Diperbarui: 23 Juni 2018   10:36 2613
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto: Bolasport.com

Laga uji coba international terakhir timnas U-23 akan digelar Sabtu, 23 Juni 2018. Stadion Pakansari Cibinong Bogor akan menjadi saksi, apakah timnas dapat menuai hasil positif, alias memenangi laga?

Apakah kursi stadion juga akan dipenuhi suporter Garuda? Karena selama ini, publik sepak bola nasional kurang berminat hadir langsung di stadion tatkala timnas berlaga. Terlebih timnas yang ditukangi Luis Milla. Sangat kontradiksi dengan perlakuan suporter Indonesia kepada timnas-timnas sebelumnya.

Jiwa patriot luntur, U-23 bukan instan dan bukan SSB

Sudah menjadi biasa, tatkala U-23 melakoni laga uji coba, Luis Milla selalu berpikir bukan kalah atau menang. Tak pelak, ucapan Milla justru meruntuhkan semangat juang para pemain di lapangan, pun publik sepak bola yang mendukung timnas. Jiwa patriot luntur!

Sudah tak henti bongkar pasang pemain, kerangka tim utama belum pasti. Evan Dimas selalu ditinggal. Malah meruntuhkan mental pemain dengan slogan bukan kalah atau menang.

Membangun timnas memang tidak dapat instan. Tetapi tim yang kini dibesut Milla, bukan lagi tim instan. Sudah berapa lama Milla mengorganisir tim U-23? Sudah berapa laga uji coba? Sudah berapa melalui event resmi dan tak resmi yang diikuti? 

Mengapa Milla perlakukan U-23 dengan semangat membina Sekolah Sepakbola (SSB)? Timnas adalah prestasi negara. Timnas bukan untuk pembinaan, Milla.

Publik tak bergairah, pemainpun tak terbeban

Tengok, animo publik hadir langsung ke stadion terus menyusut, padahal yang tampil adalah timnas, tim nasional! PSSI pun telah menyadari hal ini bukan? Rindu rasanya menyaksikan timnas dengan tribun stadion penuh sesak publik sepakbola nasional dengan full berbagai atribut Indonesia. 

Suporter mendukung 11 pemain yang berlaga di lapangan persis layaknya para pejuang yang terus menggelorakan kemerdekaan Indonesia dari para penjajah.

Dengan demikian, pemainpun berjuang mati-matian demi merebut kemenangan dan demi Merah Putih di dada. Kini, di tangan Milla, pemain kurang memiliki jiwa patriot, toh Milla tidak menekankan kemenangan, pemainpun masih coba-coba. Jadi, yang selalu ada dalam laga uji coba, permainan timnas yang bukan dambaan publik sepak bola nasional.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun