Mohon tunggu...
Sumardi
Sumardi Mohon Tunggu... long life education

Freelance Writer

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Masikah Pancasila Sesakti Dulu

26 Oktober 2020   18:58 Diperbarui: 26 Oktober 2020   19:04 3 0 0 Mohon Tunggu...

Mungkin dia antara kita lupa, bahwa setiap tanggal 01 Oktober, diperingati sebagai Hari Kesakitan Pancasila. Hari Kesakitan Pancasila bermula dari peristiwa Pembrontakan G30S PKI.

Pemberontakan ini sebagai wujud upaya PKI, untuk mengubah ideologi negara Pancasila menjadi negara yang berideologi Komunis.  Rangkaian peristiwa G30S PKI bermula dari peristiwa di proklamarkanya Negara Republik Soviet Indonesia di Madiun oleh Muso, tokoh Gerakan Komunis Indonesia.

Pasca peristiwa Madiun ini telah banyak merenggut nyawa rakyat jelata, dan menculik banyak tokoh agama dan TNI.
Namun demikian, pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948 berhasil di bungkam TNI bersama masyarakat, dan Ormas Islam, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

Redamnya gerakan PKI di Madiun tahun 1948, tidak kemudian gerakan pemberontakan yang di pelopori Aidit Cs mati suri. PKI terus melakukan konsolodasi gerakan di bawah tanah, dengan terus melakukan provokasi, propaganda, agitasi, sembari memperluas basis gerakan ke hampir seluruh pelosok negeri.

Puncak dari gerakan pemberontakan ini adalah tahun 1965. PKI ingin mengkudeta Presiden Soekarno, dan menggantikan ideologi negara, dari Pancasila menjadi Komunis. Komunis menyadari bahwa, merebut kekuasaan adalah cara efektif untuk mengubah Ideologi Negara.

Tujuh Pahlawan Revolusi di ciduk dan di bunuh dengan sadis. Bagi mereka, menghalalkan segala cara adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan, yang terpenting tujuan tercapai.

Peringatan Hari Kesakitan Pancasila setiap 1 Oktober, adalah bentuk kesadaran kolektif bangsa, bahwa Pancasila sebagai dasar negara pernah di rong-rong oleh gerakan Komunis.

Sejarah substanisnya adalah rentetan peristiwa masa lalu oleh orang-orang masa kini, untuk di ambil hikmahnya dan di jadikan pelajaran berharga, bagi kehidupan orang-orang masa kini dan orang-orang masa mendatang.

Gerakan PKI terus bermetamorfosis merangsek masuk dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada era Orde Baru, Gerakan PKI di libas habis penguasa, sehingga geraknya nyaris tiada, namun mereka terus bergerliya melakukan gerakan di bawah tanah.

VIDEO PILIHAN