Mohon tunggu...
Suka Adi
Suka Adi Mohon Tunggu... Penulis Legenda

Penulis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Ditemukan Cagar Budaya Pra-Majapahit Serupai Wajah Manusia

9 Desember 2019   19:53 Diperbarui: 9 Desember 2019   19:59 27 0 0 Mohon Tunggu...
Ditemukan Cagar Budaya Pra-Majapahit Serupai Wajah Manusia
dokpri

Nganjuk - Penemuan benda cagar budaya kembali dilaporkan oleh warga dari Dusun Tampungan, Desa Garu, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

benda-benda bersejarah yang diperkirakan berupa fragmen-fragmen miniatur candi tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang juru makam dusun setempat, bernama kasmuri. Kemudian disampaikan kepada salah satu anggota Komunitas Pemerhati Sejarah Nganjuk agar dilaporkan ke Dinas Parporabud Nganjuk.

Menurut Kasmuri, 76, benda bersejarah berbentuk wajah manusia mengenakan mahkota ini ditemukan saat ada warga menggali makam, setengah tahun lalu.

Ketika mencapai kedalaman sekitar satu setengah meter, cangkul yang digunakan untuk menggali tanah membentur benda keras. Ketika diperhatikan ternyata berupa bongkahan menyerupai batu bata. Hanya di bagian permukaannya terdapat struktur menyerupai wajah manusia dan ukiran di bagian kepalanya, menyerupai mahkota.

Kemudian benda ini diselamatkan di rumah Kasmuri. Hanya saja, keberadaan pecahan benda berbentuk wajah manusia ini selalu menggangu pikiran Kasmuri. Tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, benda aneh ini dikembalikan di tempatnya dengan cara dikubur.

"Sempat saya bawa pulang, tapi ada orang yang mengingatkan supaya dikembalikan ke tempatnya. Kemudian saya kubur lagi di makam," terang Kasmuri.

Amin Fuadi, Kasi Kesejarahan dan Kepurbakalaan Disparporabud Nganjuk
Amin Fuadi, Kasi Kesejarahan dan Kepurbakalaan Disparporabud Nganjuk

Menurut Amin Fuadi, Kasi Kesejarahan dan Kepurbakalaan Disparporabud Nganjuk, benda-benda yang baru saja ditemukan jumlahnya ada lima buah, dengan ukuran yang hampir sama. Sayang, benda-benda temuan tersebut kondisinya sudah tidak utuh lagi.

Dimungkinkan lokasi benda-benda tersebut dulunya adalah sebuah tempat peribadatan kecil.

"Karena keterbatasan bahan untuk membangun sebuah candi, sehingga warga pada jaman dulu membangun sebuah miniatur candi," ujar Amin.

Yang berhasil ditemukan lanjut Amin, berupa muka seorang tokoh dan fragemen berupa sayap garuda, bagian kaki miniatur candi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN