Mohon tunggu...
Stefani Ditamei
Stefani Ditamei Mohon Tunggu... Mahasiswa - K-drama Enthusiast

Mahasiswa semester akhir program studi Ilmu Politik di Universitas Jenderal Soedirman.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Revenge Porn: Pengertian, Ciri-ciri, dan Cara Mengatasinya

9 Juni 2021   17:58 Diperbarui: 9 Juni 2021   18:18 13243 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Revenge Porn: Pengertian, Ciri-ciri, dan Cara Mengatasinya (Pexels)

Kekerasan dalam pacaran marak dialami oleh pasangan muda. Kekerasan bisa berbentuk kekerasan psikis, fisik, dan seksual. Revenge porn adalah salah satu kekerasan seksual dalam pacaran yang bisa menimpa siapa saja. Apa itu revenge porn?

Hubungan dalam pacaran nyatanya tidak melulu memuat kebahagiaan saja. Tidak jarang seseorang harus mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat pacaran, termasuk kemungkinan nengalami revenge porn. Oleh karena itu, saya pernah mengulas beberapa jenis hubungan toxic dalam artikel berjudul "Hubungan Toxic yang Harus Kamu Hindari Biar Pacaran Damai".

Ada berbagai macam hubungan toxic yang memungkinkan seseorang mengalami kerugian. Contoh hubungan toxic yang kerap dialami oleh pasangan adalah:

- Hubungan toxic posesif

- Hubungan toxic obsesif

- Hubungan toxic gaslighting

- Hubungan toxic manipulatif

Ciri-ciri hubungan toxic biasanya meliputi hal-hal berikut:

- Pasangan yang suka berbohong

- Victim blaming, sering menyalahkan

- Cemburu berlebihan dan tidak jarang membatasi interaksi sosial kekasihnya

- Mengambil kendali atas kehidupan kekasihnya

- Tidak mau disalahkan

- Cenderung labil dan seenaknya sendiri

Parahnya lagi, seseorang yang terlibat hubungan toxic memiliki kemungkinan mengalami revenge porn.

Apa itu Revenge Porn?

Revenge porn adalah tindakan dimana seseorang menyebarkan video, foto, maupun konten seksual tanpa seijin korban. Revenge porn biasanya dilakukan saat pelaku tidak terima diputuskan oleh korban. Oleh karena itu, istilah yang digunakan adalah 'revenge' yang merujuk pada tindakan 'balas dendam'. 

Sedangkan 'porn' yang dimaksudkan adalah konten yang memuat aktivitas seksual maupun foto korban yang telanjang.

Tentu saja revenge porn berdampak sangat mengerikan bagi korban. Tidak hanya mengalami pencemaran nama baik, korban revenge porn bisa mengalami trauma secara psikis dan sosial.

pexels-photo-3755761-60c0a091d541df306f3e0b42.jpeg
pexels-photo-3755761-60c0a091d541df306f3e0b42.jpeg

Ciri-ciri Tindakan Revenge Porn

Ciri kuat seseorang berpeluang menjadi pelaku revenge porn adalah merasa tidak terima saat hubungan diputuskan.

Biasanya pelaku menyimpan konten seksual korban dengan tujuan untuk memeras maupun mengancam.

Pelaku akan mengancam konten seksual tersebut disebarkan jika keinginannya tak dipenuhi.

Lantas, bagaimana caranya menghindari revenge porn?

Hal pertama yang dilakukan tentu saja mengenali dengan dekat karakter dan sifat pasangan. Jangan melanjutkan hubungan jika ditemukan 'red flag', kondisi dimana hubungan menemui peringatan adanya hubungan toxic. 

Selain itu, jangan mudah percaya dengan orang lain meskipun dengan pasangan. Jangan mudah memercayakan konten yang sensitif (memuat seksual) untuk disimpan pasangan. 

Kamu harus tegas dan hati-hati dengan pasangan yang berpotensi menciptakan hubungan toxic. 

Apa yang harus dilakukan jika menjadi korban revenge porn?

Jika pelaku mengancam, segeralah meminta bantuan terhadap sahabat dan terdekat. Jika ingin mengambil jalur hukum, kamu bisa melaporkannya ke pihak berwajib sembari menyertakan bukti saat diancam. Bukti bisa berupa tangkapan layar obrolan maupun rekaman saat telfon.

Meningkatnya kasus kekerasan berbasis gender di ruang online/daring (KBGO), juga menginisasi Komnas Perempuan untuk siaga dan terbuka dengan pengaduan bagi perempuan yang menjadi korban revenger porn.

Kamu bisa mengadukan ancaman dan kasus revenge porn ke Komnas Perempuan: 

JL Latuharhary 4B. Jakarta.
Indonesia. 10310

Telp: +62-21-3903963
Fax: +62-21-3903922
e-mail: mail@komnasperempuan.go.id

E-mail pengaduan:
pengaduan@komnasperempuan.go.i

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan