Mohon tunggu...
fanky christian
fanky christian Mohon Tunggu... Full Time Blogger - IT Specialist, DCMSolusi, EventCerdas, StartSMEup, JesusMyCEO, ICT4CC

IT Specialist, khususnya infrastruktur, aktif di beberapa Asosiasi IT, suka mengajar dan menulis, fokus kepada IT , enterpreneurship, content marketing. Mengembangkan DCMSolusi, EventCerdas, StartSMEup, JesusMyCEO, SehatCerdas.id dan ICT4CC.id

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur Pilihan

Business Development 101: Screen Selling

23 Agustus 2021   08:38 Diperbarui: 23 Agustus 2021   08:38 199 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Business Development 101: Screen Selling
Entrepreneur. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcomp

Salah satu tren yang mencuat semasa pandemi ini adalah perbedaan atau perubahan cara kita berinteraksi bisnis, yaitu beralih secara online. Maka saya ingat sekali, di awal pandemi datang, saya mengajarkan skill baru untuk tim sales, yaitu Screen Selling.

Apa itu Screen Selling? Sesuai dengan namanya, menjual melalui layar.  Layar apa? Layar smartphone anda, layar laptop anda, mungkin juga layar youtube anda.

Screen Selling ini perlu apa? Nah, ini yang harus dimiliki. 

Pertama, pengetahuan cukup tentang produk atau solusi yang dijual. Pada saat menggunakan pendekatan offline, bukan online, maka kita cenderung bertemu dengan customer secara langsung, baik di kantor mereka, tempat usaha, ataupun juga di tempat informal seperti cafe. 

Pembicaraan berlangsung santai, dan bisa berjalan hingga satu atau dua jam. 

Tapi dengan cara online, melalui layar, maka kita tidak bisa terlalu santai. Maka fokus pembicaraan harus tepat dan cepat. Kecenderungan orang berdiskusi secara online adalah to the point, langsung ke sasaran. 

Maka kita sebagai sales, business development, harus bisa menyampaikan informasi produk dan solusi jasa dengan tepat, dan mungkin cepat. Siapakan semua bahan dan langsung bisa dipresentasikan.

Kedua, persiapkan diri dan tampilan. Tetap hal penting dalam komunikasi online, adalah mempersiapkan diri. Dalam hal ini artinya, bagi pria harus dalam posisi busana yang tepat. 

Bila bertemu dengan orang generasi baby boomer, mungkin harus kemeja, berbaju batik. Bila bertemu dengan milenial, mungkin saja kaos polo atau tshirt.

 Bagi wanita, tentu harus rapih rambutnya, berdandan menarik, tidak seperti baru bangun tidur. Kadang orang tidak memperhatikan hal ini, tapi untuk customer, ini tetap menjadi hal penting. 

Ketiga, persiapkan soal harga. Intinya dari tiap semua komunikasi bisnis adalah apa yang ditawarkan, keuntungan untuk customer, dan harga. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
23 Agustus 2021
LAPORKAN KONTEN
Alasan