Mohon tunggu...
Johanes Krisnomo
Johanes Krisnomo Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Penulis, fotografer, pemerhati lingkungan hidup, teknologi pangan, kesehatan, kimia pangan. Alumnus Kimia ITB dan praktisi di Industri Pangan. https://www.kompasiana.com/stalgijk

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Bekerja Tulus, Penghasilan Mulus Kemudian

20 Oktober 2019   23:59 Diperbarui: 21 Oktober 2019   00:52 0 18 9 Mohon Tunggu...
Bekerja Tulus, Penghasilan Mulus Kemudian
Sumber : https://www.cnnindonesia.com

Kejadian berulang. Anak muda itu, tiap hari  menugaskan dirinya, mengatur arus kendaraan di simpang tiga. Tanpa dia, arus lalu-lalang dipastikan macet karena tiap orang inginnya mendahulukan diri. Hebatnya lagi, Si Anak lebih mementingkan tugasnya, daripada mengharap jasa.

Kagum akan dedikasinya, terlebih saat hujan turun, tetap berkegiatan mengatur arus dengan penutup kepala sekadarnya.

Menjadi perbincangan, suatu saat sempat menyibak perilaku Si Anak Muda pengatur arus, bersama kawan-kawan bertetangga. Pendapatnya searah, sama-sama menaruh hati dan inginnya berbagi saat berjumpa di simpang tiga.

Rupanya ada ketulusan, ketika Si Anak berlaku sopan dan ramah dalam melakukan tugasnya. Tak harus tiap hari memberi uang, kadang sulit posisi karena sorot pandangnya lebih terfokus pada pengaturan supaya tak macet.

Anak Muda pengatur arus, telah menitipkan kebaikan dan ketulusan kepada para pengguna jalan, hingga tersimpan niat dan tekad berbagi di hati mereka-mereka.

Tak sejalan sikap Si Anak Muda, tanpa disadari bahwa kita sering menuntut penghargaan, entah kenaikan gaji atau lainnya tanpa memperhatikan apakah kita sudah memberikan karya terbaik kita. Fokus pada apa yang menjadi tugas, penghargaan atau nilai akan menyusul sejalan dengan kehebatan yang telah dilakukan.

Berlaku di tempat kerja, bahwa melakukan yang terbaik sesuai dengan target atau bahkan lebih, menjadi sasaran utama dan tidak selayaknya selalu dikaitkan dengan penghasilan.

Secara diam-diam, tanpa kita sadari, ketulusan dalam kehebatan hasil kerja yang secara konsisten akan membuahkan hasil berupa kenaikan nilai kemampuan yang dinyatakan dalam bentuk penghargaan termasuk kenaikan jabatan.

Semisal, bila perusahaan tak sanggup memberi nilai, bermodalkan kemampuan lebih, bisa saja kita telah mencapai situasi yang tepat untuk berganti perusahaan dengan penghargaan lebih.

Kiranya, sikap tulus dan lebih mementingkan prosesnya, menanam kebaikan dan ketulusan, agar bernilai lebih, seperti kisah pembelajaran anak muda di simpang tiga dapat menjadi teladan di banyak tempat dan situasi. Bekerja tulus, penghasilan mulus kemudian.

Bandung, 20 Oktober 2019