Mohon tunggu...
Johanes Krisnomo
Johanes Krisnomo Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Penulis, fotografer, pemerhati lingkungan hidup, teknologi pangan, kesehatan, kimia pangan. Alumnus Kimia ITB dan praktisi di Industri Pangan. https://www.kompasiana.com/stalgijk

Selanjutnya

Tutup

Karir

35 Tahun Tak Pindah Kerja Hingga Awet Tua

25 Juni 2019   00:08 Diperbarui: 25 Juni 2019   00:11 0 39 17 Mohon Tunggu...
35 Tahun Tak Pindah Kerja Hingga Awet Tua
Ilustrasi Kerja. Sumber : https://www.pexels.com

Awet tua, bisa dibilang begitu. Beberapa kawan banyak yang sudah lulus, maksudnya telah pindah kerja. Bertahan 35 tahun, mondar-mandir tiap hari dari rumah ke kantor dan sebaliknya, pasti ada banget-nya.

Mulai dari muda saat masih unyu-unyu, lulus sarjana universitas terbaik, merasa diri paling pintar sempat tersirat. Setelahnya, mulai menyadari bahwa bekerja ternyata awal dari kuliah yang sesungguhnya.

Aktualnya, banyak yang harus dipelajari karena ternyata saat kuliah cuma kulitnya saja yang dipelajari. Sekadar dasar-dasarnya, dan harus dikembangkan sendiri di tempat kerja.

Berharap dalam 5 tahun pertama, mendapatkan tugas yang lebih baik, dan mencoba buat rincian syarat-syarat yang harus dimiliki. Semangat terpacu, belajar apa saja yang berkaitan dengan bekal ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah.

Ketika 5 tahun terlampaui, ada dua pilihan, mau lanjut atau pindah kerja. Berasa cocok lingkungan kerjanya, dan hasil belajar masih kurang prima, akhirnya keputusan berlanjut untuk berjuang di 5 tahun berikutnya.

Tahun berganti tak terasa, kesempatan belajar bertubi-tubi, bangganya menjadi karyawan tak pernah pudar. Berharap suatu saat, perusahaan akan memberikan yang lebih baik.

Keluarga mendukung, anak-anak merasa diperhatikan, karena ayahnya tak harus jauh bekerja di luar kota.

Kesukaan lama terjalani kembali, jalan-jalan menyusuri segarnya hawa pegunungan terlampaui, yang menjadikan jiwa dan raga sehat. Simulasinya tiap hari, sebelum berangkat kerja disempatkanlah jalan atau lari-lari pagi disekitar perumahan. Lanjut ke kantor, yang berjarak sekitar 25 menit perjalanannya.

Di saat 5 tahun keempat, atau 20 tahun bekerja, dimulailah babak baru, mencoba kesukaan lama yang terusir karena sibuknya bekerja, motret dan menulis. Bahkan sempat rutin tayang tulisan, waktu surat kabar masih eksis dan internet masih belum bertumbuh.

Seiring sejalan antara dunia kerja, dunia kesukaan atau hobi, dan keluarga telah memampukan semangat juang untuk menekuni semuanya. Meski dikarenakan situasi, dunia kesukaan agak terabaikan oleh dunia kerja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2