Sri Rumani
Sri Rumani Pustakawan

Rakyat kecil, bukan siapa-siapa dan tidak memiliki apa-apa kecuali Alloh SWT yang sedang berjalan dalam "kesenyapan" untuk mendapatkan pengakuan "profesinya". Sayang ketika mendekati tujuan dihadang dan diusir secara terorganisir, terstruktur, dan konstitusional... Email:srirumani@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

Transformasi Rasa Sate Lilit Basah di Sate Ratu Yogyakarta, Rasanya Pas di Lidah

4 November 2018   18:23 Diperbarui: 4 November 2018   18:48 426 7 2

Indonesia sebagai negara kepulauan dari Sabang sampai Merauke, selain memiliki aneka flora, fauna, budaya, adat istiadat, juga kaya aneka masakan yang dapat menjadi destinasi wisata kuliner. Cita rasa aneka masakan Indonesia dengan bumbu rempah yang bervariasi, menambah keseruan bagi para penikmat kuliner. 

Setiap daerah di Indonesia mempunyai ciri khas dominan rasa pedas, asin dan manis, semua itu semakin menambah variasi cita rasa yang tidak ditemukan di negara lain. Bumbu rempah-rempah yang pas menjadi daya tarik makanan khas Indonesia, sehingga negara-negara Eropa seperti Belanda, Inggris, Perancis dan Amerika Serikat sangat menyukainya.

Bumbu rempah-rempah tersebut menjadi andalan untuk aneka masakan kuliner di Indonesia. Salah satu masakan favorit yang melegenda adalah sate, dengan bahan baku dari daging (ayam, sapi, kambing, kuda), kulit, jeroan, dan hasil laut. Penelitian dosen dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito, di Indonesia ada 252 ragam sate, 175 dapat ditelusuri asal-usulnya, dan 77 ragam sate tidak bisa ditelusuri. 

Hal tersebut disampaikan dalam diskusi "Mengupas Tuntas Strategi Nasi Goreng dan Sate dalam Menembus Citarasa pasar Dunia, Selasa tanggl 9 Oktober 2018 dalam Festival  Kuliner Nasi Goreng dan Sate di Graha Sabha Pramana UGM. Di Yogyakarta sendiri ada 21 ragam sate, Semarang 12 ragam sate, Bali dan Pekalongan masing 11 ragam sate. 

Hal ini semakin membuktikan Indonesia sebagai dapur gastronomi dunia yang memiliki banyak variasi ragam hidangan yang menggugah selera. Hasil survey CNN tahun 2007 -- 2017,  rendang sebagai peringkat pertama makanan terenak di dunia, disusul nasi goreng, dan sate sebagai nomor ke-10 (https://ugm.ac.id).

Hal ini membuktikan bahwa Indonesia mempunyai banyak variasi masakan yang terenak di dunia . Masalahnya, kuliner  di Indonesia kurang dikenal secara global, sehingga perlu terus melakukan pemasaran dengan strategi yang inovatif, mengingat kuliner erat kaitannya dengan pelayanan kepada para tamu secara personal, misalnya tegur sapa yang ramah, sikap yang sopan. 

Hal yang sering terjadi ketika sudah "menjadi" terkenal, pelayanan terabaikan, sikap humanis pelayanan luntur bersamaan dengan kualitas cita rasa, dan kebersihan tempat makan. 

Artinya bertambahnya pelanggan secara kuantitas tidak diiringi dengan peningkatan kualitas rasa, kebersihan, keramahan pelayanan. Akibatnya pelanggan bukan lagi sebagai "tamu", yang layak mendapatkan pelayanan  terbaik seperti "raja", tetapi justru diabaikan. Kondisi ini diperparah dengan harga makanan selangit, maka tunggulah kebangkrutannya.

Namun semua itu tidak ditemukan ketika berkunjung di Sate Ratu Yogyakarta, yang khusus menyediakan menu sate. Andalan utamanya adalah sate merah yang baru pertama di Yogyakarta, rasa sate yang enak karena pas bumbunya di lidah. 

Rasa pedas menambah sensasi ketika menikmatai sate merah saat masih panas, dipadu dengan nasi putih yang pulen, lembut. Bagi yang tidak suka pedas disediakan menu andalan lain berupa sate lilit basah, terasa gurih dan lembut. Sate lilit ini awalnya terinspirasi dari sate lilit di Bali, yang sudah bertansformasi karena dihidangkan tanpa tusuk sate. Namun berupa daging ayam cacah dengan bumbu khusus dibuat semacam adonan kemudian dikukus. 

Saat menghidangkan sate lilit basah, tanpa tusukan tetapi irisan persegi panjang. Dalam satu porsi ada 5 (lima iris), diatasnya ditaburi bawang goreng dan irisan mentimun, disiram dengan sedikit kuah, semakin menambah sensasi di lidah.

Penasaran untuk mencoba sensasi rasa dan bentuknya yang unik ?. Silakan orang Yogyakarta dan sekitarnya jangan sampai ketinggalan dengan turis manca negara. Untuk memburu rasa penasaran, tentang Sate Lilit Basah, sudah tersedia di Sate Ratu Yogyakarta, yang berlokasi di Jogja Paradise Food Court Jln. Magelang Yogyakarta. 55284. Telp: 0815556666, website: https://www.tripadvisor.com

Lokasi yang strategis memudahkan untuk menuju ke lokasi Sate Ratu Yogyakarta. Bila dari arah ringroad utara, perempatan Jombor, masuk kejalan Magelang kira-kira 500 m, kiri jalan, kalau dari arah utara. Bila dari arah selatan harus putar balik dulu di bunderan Jombor. 

Suasana yang romantis semakin menambah sensasi sate lilit basah yang mempu menggoyang lidah. Slogan:"Sate Ratu kesukaan turis manca negara dan Indonesia", karena produk dan service yang mengesankan, tempat sederhana dan harga bersahabat. Harga satu posri sate lilit basah, sate merah dengan 6 tusuk Rp 23.000,-, nasi putih yang pulen Rp 4.000,-. Untuk minuman ada es teh, teh panas, dan air mineral, dengan harga Rp 3.000,-. Perlu ada makanan ringan seperti aneka krupuk, dan aneka minuman panas atau dingin.

Menurut pemilik rumah makan Fabian Budi Seputra, penggemar sate di Sate Ratu Yogyakarta ini kebanyakan orang asing dari berbagai negara, sudah lebih dari 70 negara. 

Menurut versi Tripadvisor per 15 September 2018, Sate Merah yang menyediakan Sate Lilit Basah, Sate Merah, dan Ceker Tugel (bagi penggemar rasa sangat pedas), menduduki peringkat 1 dari 1200 lebih restoran di DIY. Suatu capaian yang luar biasa, karena baru berdiri pada tahun 2016. 

Awal berdirinya sebagai angkringan bernuansa Jawa kelas premium. Khusus sate merah kalau ingin mencoba membuat sendiri di rumah sudah disediakan bumbu merah dalam satu botol dijual seharga Rp 40.000,-. Penasaran ?. Silakan datang ke Sate Merah di Yogyakarta, pasti puas dan ramah di kantong dengan cita rasa tiada tandingnya, dan pelayanan yang menyenangkan.

Yogyakarta, 4 Nopember 2018 Pukul 18.07