Sri Rumani
Sri Rumani Pustakawan

Rakyat kecil, bukan siapa-siapa dan tidak memiliki apa-apa kecuali Alloh SWT yang sedang berjalan dalam "kesenyapan" untuk mendapatkan pengakuan "profesinya". Sayang ketika mendekati tujuan dihadang dan diusir secara terorganisir, terstruktur, dan konstitusional... Email:srirumani@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

Sate Sapi di Lapangan Karang Kotagede, Sensasinya Berbeda

19 Agustus 2018   23:59 Diperbarui: 20 Agustus 2018   07:33 405 5 5
Sate Sapi di Lapangan Karang Kotagede, Sensasinya Berbeda
tribunnews-com-5b7a0f5743322f1efd2d9696.jpg

Yogyakarta selain dikenal sbagai kota pendidikan, budaya, bekas ibukota, pariwisata, juga dikenal  aneka kuliner  dengan makanan yang  khas, menarik dan unik. Salah satu tempat wisata adalah Kotagede, yang terkenal dengan kerajinan perak, makam panembahan Senopati, masjid peninggalan raja Mataram Islam, pasar "legi" sebagai pasar tradisional. Disebut pasar "legi" karena setiap hari pasaran "legi", digelar penjualan aneka ternak (bebek, ayam, entuk), burung berkicau, ikan hias, bibit tanaman sayuran, alat pertanian dan pertukangan. Oleh karena itu bila hari pasaran "legi", setelah jam 09.00 -- 12.00 jangan heran kalau lebih banyak bapak-bapak/anak laki-laki, yang memadati pasar sampai tumpah di jalan dan pasti lalu lintas macet total, antara pertigaan kantor pos sampai "babon anim".

Yogyakarta mendapat julukan kota pariwisata nomor dua setelah P. Bali, di musim liburan menjadi tujuan para wisatawan nusantara dan asing, tidak ketinggalan dengan tempat-tempat kuliner sensasional. Salah satunya adalah sate yang lazimnya sate ayam, kambing, namun ini bahan baku sate dari daging sapi. Jangan membayangkan sate sapi ini ada di rumah makan mewah dengan meja dan kursi yang lengkap, namun di warung tenda pinggir lapangan, dengan tempat duduk lesehan menggelar tikar. Kalau sedang ramai diatas trotoar juga diberi tikar, tanpa tenda jadi di tempat terbuka. Bagi yang tidak kuat dengan udara dingin di malam hari, dan tidak bisa duduk lesehan tentu hanya bisa makan di dalam mobil.

Sate sapi di lapangan Karang Kotagede, jam buka jam 17.00 -- sampai habis, kalau musim liburan sate sapi ini cepat habis, sehingga harus lebih awal datang kalau akan merasakan sensasi makan sate sapi dan lontong sayur. Satu porsi sate sapi 7 tusuk disiram bumbu kacang atau kecap dengan lontong dan sayur tempe yang kuahnya encer dan tidak terlalu pedas, harganya Rp 26.000,-.Kalau dulu dalam sayur tempe itu ada irisan daging nomor 3, yang semakin menambah perpaduan rasa sate sapi. Porsi makan lontong sayur bagi para ibu sudah cukup mengenyangkan, namun kalau bapak biasanya nambah porsi lontong sayur yang harganya per porsi Rp 5.000,- Sedang sate satu porsi isi 7 tusuk seharga Rp 21.000,-

Jumlah tusukan dalam satu porsi ada ada 3 (tiga) pilihan yaitu 5 tusuk, 7 tusuk, 10 tusuk. Sate sapi ini paling awal berjualan dengan menempati pinggiran (pojok timur) lapangan Karang Kotagede, dulunya baru sendirian dengan sebelahnya yang jualan minuman wedang ronde, jeruk dan teh panas/dingin. Harga minuman berupa wedang ronde Rp 6.000,-, wedang jeruk/teh panas Rp 3.000,-.  Dijamin tidak terlalu dalam untuk merogoh kocek, sudah dapat menikmati makan malam yang menyenangkan, apalagi bersama keluarga dan kerabat. Sangat cocok untuk hidangan tamu dari luar kota, agar mempunyai kesan merasakan kuliner di pinggir lapangan dibawah tenda dengan penerangan lampu neon yang tidak terlalu terang. Kalau hujan jangan khawatir kebanjiran karena tempat duduk ini sudah agak ditinggikan, jadi tidak sejajar dengan lapisan tanah.

Kualitas daging sapi segar, dan pilihan menjadikan sate sapi yang tidak alot, yang diiris tipis agar bumbu merasuk. Setiap tusuk ada 4-5 irisan memanjang, yang dibalut dengan bumbu rempah sebelum dibakar tidak gosong, tetapi sudah matang menjadikan sate ini semakin nikmat di lidah, gurih, manis dan empuk. Ditambah irisan bawang merah dan lombok rawit bagi yang suka pedas, semakin merasakan sensasi yang tiada bandingannya, di tempat lain yang juga jualan sate sapi. Kalau di tempat lain itu masih saudara pak Prapto yang pertama jualan di lapangan Karang, dan telah merintis usahanya pada tahun 1970.

Untuk menuju ke lokasi sate sapi di lapangan Karang Kotagede dapat dilihat dengan google map, tergantung dari mana posisi pembeli. Kalau dari titik nol Kantor Pos Pusat Kota dekat Malioboro jaraknya lebih kurang 6 (enam) km, mudah di jangkau baik dari arah utara, barat, timur dan selatan, yang dilewati bus Trans Yogya, ada halte di dekat lapangan. Namun masalahnya bus Trans Yogya hanya beroperasi sampai jam 21.00, sehingga selebihnya jam itu perlu menggunakan jasa transpotasi pribadi yang selalu tersedia setiap saat. Mau mencoba, masih nunggu apalagi ?.

Yogyakarta, 19 Agustus 2018 Pukul 23.54