Mohon tunggu...
SRI HARTONO
SRI HARTONO Mohon Tunggu... Supir - Mantan tukang ojol, kini buka warung bubur ayam

Yang penting usaha

Selanjutnya

Tutup

Humor

Gorden Rumah Dinas DPR dan Minyak Goreng

30 Maret 2022   16:08 Diperbarui: 30 Maret 2022   16:13 256
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Gorden / Yu Euphoria - Pinterest

Sedang heboh anggaran DPR untuk membeli gorder rumah dinasnya. Konon per unitnya dihargai 80 juta untuk setiap rumah. 

Saya coba menghitung uang gorden itu jika dibelikan migor premium seharga 24 ribu per liter. Hasilnya 8o juta dibagi 24 ribu adalah 3.333 atau tiga ribu tiga ratus tiga puluh tiga liter lebih. 

Teman saya buka warung nasi rames. Omzet penjualan per harinya rata rata 500 ribu. Agar mencapai omzet sebesar itu, dihabiskan 1 liter migor untuk masak sayur dan goreng gorengannya. 

Jika anggaran gorden itu diberikan kepada teman saya untuk beli migor, maka bisa dipakainya selama 3.333 hari atau hampir 10 tahun!  Dia bisa menghemat banyak waktu untuk terus berjualan daripada ikut berdesak desakkan antri migor saat operasi pasar. 

Bagi keluarga saya sendiri, sebulan kebutuhan migor hanya 2 liter. Jika anggaran 1 gorden diberikan kepada saya, maka hitungannya adalah 3.333 : 2 =1.665 bulan atau 138 tahun.

Bayangkan, anggaran 1 gordern rumah DPR bisa saya gunakan untuk kebutuhan migor selama 138 tahun. Migor itu akan saya nikmati hingga anak, cucu sampai cicit alias 4 generasi! 

Namun hitungan waktu diatas memang tidak bisa dijadikan ukuran bagi anggota DPR. Bagi mereka 3.333 liter migor itu kecil. 

Masih ingat seorang anggota DPR dari partai biru yang menjual murah migor di Jawa Timur beberapa waktu yang lalu? 

Beliau berhasil menjual murah 16.000 liter hanya dalam hitungan jam. 

Entah darimana beliau mendapatkan migor sebanyak itu. Yang jelas migor yang hilang entah kemana, bisa disediakan segitu banyaknya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humor Selengkapnya
Lihat Humor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun