Mohon tunggu...
Fergusoo
Fergusoo Mohon Tunggu... Muda berbahaya

Membaca dan Menulis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Babi dan Tradisi

11 Februari 2020   11:02 Diperbarui: 11 Februari 2020   17:07 627 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Babi dan Tradisi
Sumber foto (denpasar.kompas.com)

Dunia mencatat dan mengakui bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki begitu banyak kekayaan budaya. Budaya-budaya yang ada ini pun juga telah banyak mendapatkan anugerah dan pengakuan kedaulatan sebagai salah satu dari sekian banyak warisan dunia. Salah satunya ialah tradisi dalam memperlakukan hewan.

Misalnya bagaimana masyarakat suku Tana Toraja, khususnya yang berada dibagian pedalaman Toraja Utara rela menyembelih puluhan bahkan ratusan ekor kerbau hanya demi sebuah pemakaman adat. 

Hasilnya, semua dibayar dengan semangat gotong royong keluarga yang berduka untuk berusaha tidak hanya sebagai penghormatan kepada mendiang yang berpulang ke Puang Matua, namun juga sebagai sebuah semangat untuk merawat warisan nenek moyang yang jika bukan anak anak asli Toraja yang merawatnya, lalu siapa lagi?

Tana Toraja adalah salah satu contoh kecil dari satu daerah yang menghargai dan mengistemewakan hewan. Masih ada beberapa daerah lain seperti NTT, Manado, Bali, Sumba, Papua dan daerah lain.

Nah, artikel ini erat kaitannya dengan sebuah fenoemena sosial yang kini terjadi di Sumatera Utara. Kita semua tahu, Kota Medan sebagai pusat dan inti dari Provinsi Sumatera ini diisi oleh beragam suku dan agama. 

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya liburan natal tahun 2019, saya mengunjungi kota Medan dan menjelajahi sekitar kota Medan, Prapat, Danau Toba, dan daerah ketinggian di Berastagi.

Selama liburan disana, saya sempat terkejut terheran-heran bagaimana daging babi dapat dijual bebas disekitar wilayah kota medan yang  jumlah penduduk muslimnya sangat terbilang banyak. 

Satu hal yang istimewa lagi adalah begitu banyak rumah makan yang menjual aneka jajanan olahan babi. Satu yang terkenal ialah daging babi panggang karo (BPK). Rasanyaa??? Mmm......

Saat ini masyarakat yang berada di provinsi sumatera utara tengah meradang dengan adanya wacana dari Gubernur Provinsi Sumatera Utara untuk memusnahkan babi.

Alhasil wacana itu disambut dengan aksi demonstrasi besar-besaran yang hari ini digelar. Ratusan orang turun kejalan untuk memprotes hal tesebut.

Lantas, apa yang membuat warga kota medan kemudian ramai ramai turun kejalan dalam menyikapi hal ini? 

(Sumber Foto: harianbatakpos.com)
(Sumber Foto: harianbatakpos.com)
Yah tentunya ini bisa dianggap sebagai sebuah gerakan moralitas dalam memerangi wacana pemusnahan babi dan ternak babi yang berada di Suamtera itu.

Namun, berdasarkan informasi dari laman detik.com, Ketum FUI Sumut, Indra Suheri mengatakan menyebut demo ini diduga dilatarbelakangi fitnah terhadap Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. 

"Mereka mengopinikan tudingan besar berupa fitnah. Fitnah itu seakan akan menjadi opini publik padahal itu murni fitnah keji, mengutip statement Gubernur yang tidak pernah dikatakan seakan-akan Gubernur akan menghabisi semua ternak babi yang ada di Sumatera Utara," ujar Indra kepada wartawan, Senin (10/2/2020).

Apa yang dilakukan oleh masyarakat kota medan ini adalah hal yang biasa biasa saja dan lumrah untuk ditunjukkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN