Mohon tunggu...
Ari Sony
Ari Sony Mohon Tunggu... Dapat menyelesaikan sebuah tulisan memberikan kepuasan tersendiri

Senang membaca semua berita dan informasi khususnya tema olahraga

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Lagu Didi Kempot Sedang Merasuki Skuad Timnas Indonesia (Ambyar), Apakah Bisa Kalahkan Malaysia?

15 November 2019   14:50 Diperbarui: 16 November 2019   23:50 0 4 3 Mohon Tunggu...
Lagu Didi Kempot Sedang Merasuki Skuad Timnas Indonesia (Ambyar), Apakah Bisa Kalahkan Malaysia?
Pemain Timnas saat melawan Malaysia, (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Lagu-lagu Didi Kempot, saat ini tengah viral dikalangan penikmat musik di Indonesia. Channel youtube yang berisikan lagu Didi Kempot baik itu versi original atau sudah di cover musisi lain banyak diputar di kanal youtube. Banyak lagu Didi Kempot yang bertemakan kisah cinta yang kandas atau patah hati. Seperti judul lagu : Cidro, Kalung Emas, Pamer Bojo, dll. Karena saking banyaknya lagu bertemakan patah hati, maka komunitas kawula muda membuat komunitas fans Didi Kempot dengan sebutan "Sobat Ambyar". Ambyar sendiri mempunyai arti hancur, atau rusak parah jadi berkeping-keping. Karena terlalu patah hati, dalam mendengarkan lagu-lagu Didi Kempot dan teringat dengan kisah masa lalu cintanya yang kandas ditengah jalan. Maka nama " Sobat Ambyar" sangat pas sebagai sebutan nama fans Didi Kempot.

Lirik lagu-lagu Didi Kempot sangat mirip dengan kondisi timnas Indonesia saat ini, sedang berada pada titik terendah. 4 kekalahan beruntun dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 Qatar Zona Asia Grup G dan 3 diantaranya kekalahan diderita dalam laga kandang melawan sesama negara ASEAN. Hal ini, benar-benar meruntuhkan mental bertanding pemain timnas Indonesia.

Seperti sebuah ungkapan peribahasa "sudah jatuh tertimpa tangga", kondisi ini yang sedang dialami oleh timnas Indonesia. Akibat 4 kekalahan tersebut, menyebabkan peluang Indonesia lolos ke babak ketiga pupus dan peluang lolos ke babak selanjutnya Kualifikasi Piala Asia 2023 pun terancam gagal. Ketua Umum PSSI yang baru saja terpilih yang biasa disapa Iwan Bule, langsung membuat gebrakan dengan memecat pelatih Simon McMenemy setelah laga melawan Malaysia, pada tanggal 19 November 2019.

Merasa sakit hati dengan pemecatan ini, Simon McMenemy tidak menampakkan batang hidungnya selama masa persiapan melawan Malaysia. Selama masa persiapan jelang lawan Malaysia, skuad timnas dipimpin oleh asisten pelatih Yeyen Tumena dan Joko Susilo.

Sempat dikhawatirkan tidak akan mendampingi timnas, Simom McMenemy akhirnya hadir dalam laga ujicoba timnas melawan klub Malaysia PKNS, kamis 14 November 2019 di Malaysia, laga ujicoba tersebut dimenangi timnas dengan skor 3-0 dalam pertandingan 3 x 30 menit.

Popularitas timnas senior, dimata publik sepakbola Indonesia memudar atau kalau boleh dibilang "Tidak Populer". Publik merasa jenuh dan bosan dengan setiap kegagalan yang dialami oleh timnas senior. Hal berbeda, ditunjukkan oleh timnas junior U-16 dan U-19 yang baru saja sama-sama memastikan diri lolos ke Piala Asia U-16 2020 Bahrain dan Piala Asia U-19 2020 Uzbekistan. Dalam prosesnya yang membuat publik bangga, timnas U-16 lolos setelah mengurung habis timnas China U-16 dalam laga yg berakhir imbang 0-0. Sedangkan timnas U-19, membuat Korea Utara U-19 tak berkutik  saat laga berakhir imbang 1-1. Kedua timnas junior tersebut tampil dengan gagah berani dan selalu tampil menyerang dalam setiap pertandingan.

Carut-marut kondisi sepakbola Indonesia selama tahun 2019, berimbas pada penampilan buruk timnas Indonesia. Mulai dari kerusuhan suporter, jadwal liga yang sering berubah-ubah dan sering tidak sinkronnya jadwal liga dengan agenda timnas Indonesia. Disaat timnas Indonesia akan berjuang melawan Malaysia, Liga Indonesia tetap berjalan. Padahal liga Inggris yang terkenal dengan jadwal super padatnya memberi jatah libur untuk jeda Internasional. Ini mengindikasikan bahwa liga Indonesia lebih komersial daripada liga Inggris atau malah sebaliknya, pengurus liga Indonesia kurang profesional dalam mengatur jadwal. masalah lainnya kinerja wasit yang dinilai masih di bawah standart, dan pengurus PSSI yang dinilai bekerja tidak profesional. Masalah-masalah tersebut semakin menambah daftar panjang permasalahan sepakbola Indonesia.

Kondisi timnas saat ini sedang ambyar, atau kalau boleh mengcopy status emak-emak yang sering viral dimedia sosial,  "Apalah saya ini, hanya remahan rengginang dipojokan kaleng bekas konghuan". Itu adalah ungkapan andalan emak-emak, jika merasa sedang minder atau merasa  bukan siapa-siapa di tengah orang-orang hebat disekitarnya. Dengan kondisi seperti itu, sebenarnya saat ini bukan waktu yang tepat untuk bertanding melawan Malaysia. Tetapi karena jadwal telah tersusun rapi dari FIFA, maka mau tidak mau timnas harus bertanding walaupun dalam kondisi ambyar. 

Kondisi ini, terbanding terbalik dengan timnas Malaysia. Timnas Malaysia dalam kondisi siap tempur dan berada dalam kondisi kepercayaan diri tinggi, setelah mengalahkan Thailand dengan skor 2-1. Sempat tertinggal oleh gol pemain Thailand Chanatip Songkrasin, Malaysia mampu bangkit dengan mencetak 2 gol melalui Brendan Gan dan Mohamadou Sumareh. Kemenangan ini, membuka kembali asa Malaysia untuk lolos ke babak ketiga bersaing dengan Vietnam, Thailand dan UEA. Walaupun peluang itu berat, tetapi Malaysia akan berusaha mati-matian, salah satu caranya dengan mengalahkan timnas Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Qatar Zona Asia Grup G, pada 19 November 2019 di kandang sendiri.

Tantangan dari Malaysia, tentu harus diladeni oleh timnas Indonesia, walaupun timnas Indonesia sedang terluka. Ini menjadi persoalan serius bagi Simon McMenemy, yang akan memainkan laga terakhirnya bersama timnas. Tetapi hal menarik lainnya yang patut ditunggu, bukan hanya soal laga timnas Indonesia melawan Malaysia, tetapi soal kehadiran Simon McMenemy  dipinggir lapangan untuk tetap mendampingi timnas Indonesia melawan Malaysia. Jika Simon McMenemy akhirnya tetap mendampingi timnas, sikap profesional yang ditunjukkan oleh pelatih patut diapresiasi.

Rasa canggung atau sungkan, mungkin sedang menyelimuti skuad timnas Indonesia. Karena, pemain atau staf pelatih merasa Simon McMenemy bukan pelatihnya lagi setelah laga 19 November 2019, jika sikap ini terjadi tentu saja membahayakan persiapan timnas, karena pemain tidak akan menjalankan instruksi pelatih dengan baik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x