Mohon tunggu...
Suko Waspodo
Suko Waspodo Mohon Tunggu... lecturer

belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Humor

Inilah Kehidupan

11 Januari 2019   17:42 Diperbarui: 11 Januari 2019   17:57 0 7 6 Mohon Tunggu...
Inilah Kehidupan
ilustr: Mari Carmen

Pada hari pertama Tuhan menciptakan sapi. Tuhan berkata, "Kamu harus pergi ke ladang bersama petani sepanjang hari dan menderita di bawah sinar matahari, memiliki anak sapi, dan memberi susu untuk mendukung petani. Aku akan memberimu masa hidup enam puluh tahun."

Sapi itu berkata, "Itu kehidupan yang sangat berat dan sulit. Anda ingin saya hidup selama enam puluh tahun seperti itu? Biarkan saya memiliki dua puluh tahun saja dan saya akan mengembalikan empat puluh lainnya." Dan Tuhan setuju.

Pada hari kedua, Tuhan menciptakan anjing. Tuhan berkata, "Duduk sepanjang hari di dekat pintu rumahmu dan gonggong pada siapa saja yang datang atau lewat. Aku akan memberimu masa hidup dua puluh tahun."

Anjing itu berkata, "Itu terlalu lama untuk menggonggong. Beri saya sepuluh tahun dan saya akan mengembalikan sepuluh lainnya." Sambil menghela napas Tuhan setuju.

Pada hari ketiga Tuhan menciptakan monyet. Tuhan berkata, "Hibur orang, lakukan trik dan akrobat monyet, buat orang-orang tertawa. Saya akan memberimu masa hidup dua puluh tahun."

Monyet berkata, "Betapa membosankan, trik dan akrobat monyet selama dua puluh tahun? Saya tidak setuju. Anjing mengembalikanmu sepuluh, jadi itu yang akan saya lakukan juga, oke?" Dan Tuhan pun setuju lagi.

Pada hari keempat Tuhan menciptakan manusia. Tuhan berkata, "Makan, tidur, bermain, berhubungan seks, nikmati. Jangan lakukan apa-apa, nikmati saja, dan terus nikmati. Aku akan memberimu panjang usia dua puluh tahun."

Manusia berkata, "Apa? Hanya dua puluh tahun? Mana bisa hanya sebentar itu. Baiklah saya setuju karunia usia dua puluh tahun, tapi saya mohon ditambah empat puluh kembalian dari sapi, sepuluh tahun kembalian monyet, dan sepuluh kembalian anjing. Maka seluruhnya saya akan menerima panjang usia delapan puluh tahun, oke ? "

"Oke," kata Tuhan. "Kamu sudah sepakat."

Jadi, itulah sebabnya selama dua puluh tahun pertama kita makan, tidur, bermain, berhubungan seks, menikmati, dan tidak melakukan apa pun. Selama empat puluh tahun berikutnya kita menjadi budak di terik matahari untuk menghidupi keluarga kita; selama sepuluh tahun selanjutnya kita melakukan trik-akrobat monyet untuk menghibur cucu-cucu kita; dan selama sepuluh tahun terakhir kita duduk di depan rumah dan menggonggong pada semua orang.

***
Solo, Jumat, 11 Januari 2019. 17:13
'salam canda penuh cinta'
Suko Waspodo
suka idea
antologi puisi suko