Suko Waspodo
Suko Waspodo sontoloyo

belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Kenikmatan Mendengarkan Siaran Radio

9 November 2018   20:55 Diperbarui: 9 November 2018   21:06 240 8 5
Kenikmatan Mendengarkan Siaran Radio
ilustrasi: iradiofm

Media komunikasi dan informasi elektronik ini memang abadi untuk dinikmati. Hampir sepanjang hidup saya, lebih dari setengah abad, nyaris tiada hari tanpa mendengarkan radio. Dimana memungkinkan saat belajar, di sela kerja, saat menulis dan bahkan kala tidur pun ditemani suara siaran radio.

Perangkat radio boleh beberapa kali berganti, pilihan stasiun penyiaran boleh berubah namun ada satu yang tak berubah selalu ada suara siaran radio mengantar dan menemani tidur saya. Baik tidur siang maupun malam. Kecuali saat tidak tidur di rumah. Tetapi bahkan saat camping pun saya selalu membawa radio kecil.

Meski saya memiliki koleksi kaset yang sangat banyak namun mendengarkan lagu lewat radio merupakan kenyamanan tersendiri, karena tak perlu ribet merubah posisi kaset. Mendengarkan saling mengirim 'ucapan-ucapan' atau pesan dari para monitor setia radio merupakan keasyikan tersendiri. Bercandaan antar mereka dan cara penyiar membawakan acara juga sangat menghibur.

Saat jeda mengajar di kampus pun kadang saya mendengarkan radio lewat smartphone. Dalam keasyikan hobi menulis juga selalu ditemani radio. Ketika bepergian dengan mobil, bis atau kereta api juga sambil menikmati radio. Bahkan juga dalam aktivitas mendampingi kegiatan hiking.

Saya pernah punya pengalaman yang sangat berkesan dengan radio. Sewaktu saya kecil sering ikut mendengarkan secara tidak langsung siaran sandiwara radio yang dinikmati oleh bapak, karena kebetulan kamar kami bersebelahan dan sekatnya hanya dinding kayu. Suatu saat siarannya berupa sandiwara radio cerita horor dan saya merasa ketakutan dan bersembunyi di bawah selimut. Benar-benar radio membawa suasana tersendiri.

Paling mengasyikkan dan bikin ketagihan adalah mendengarkan siaran wayang kulit semalam suntuk. Kebiasaan ikut mendengarkan siaran wayang kulit radio saat saya masih kecil ini terbawa sampai sekarang. Saat malam sulit tidur atau saat tinggal sedikit radio yang on air di atas jam 24, saya selalu mencari radio yang menyiarkan wayang kulit. Selanjutnya saya tertidur dan saat siaran wayang telah habis maka tinggal suara desis saat saya bangun menjelang subuh.

Semasa masih mahasiswa pernah juga punya pengalaman mengisi program siaran mahasiswa di beberapa radio swasta di Solo. Suasana khas studio penyiaran serta kekompakan antara penyiar dan operator menjadi pengalaman tak terlupakan dan menambah kecintaan saya pada radio.

Radio memang tidak akan tergerus oleh kemajuan sarana komunikasi dan informasi modern. Radio lebih nyaman dan user friendly dibanding televisi. Terutama radio bisa dinikmati dengan mata terpejam, pastinya.  Di jaman sekarang jarang terjadi kerusakan pada radio. Juga saat listrik padam kita masih bisa menikmati radio dengan batu baterai.

Tak tergerusnya peran radio juga terbukti dengan adanya aplikasi radio di perangkat smartphone kita. Bahkan di era teknologi digital saat ini, dengan kemajuan internet kita bisa menikmati siaran radio secara streaming. Radio di pelosok daerah atau di belahan dunia mana pun bisa kita nikmati.

Pokoknya radio memang media yang selalu di hati sepanjang hidup saya. Sekali di udara tetap di udara. Merdeka !

***

Solo, Jumat, 9 November 2018

'salam damai penuh cinta'

Suko Waspodo

suka idea

antologi puisi suko