Mohon tunggu...
Sodik Permana
Sodik Permana Mohon Tunggu... Wiraswasta - JnT Cargo

Penikmat filsafat dan penulis pemula yang senantiasa berusaha konsisten dalam belajar sesuatu yang belum terfahami.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Syarat dan Kriteria Diskusi

8 September 2022   12:00 Diperbarui: 8 September 2022   15:12 233 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi Diskusi Mahasiswa | sumber foto pribadi

Bagi sebagian orang mungkin kata 'diskusi' hanya berlaku untuk kalangan akademisi, tapi tanpa kita sadari sebenarnya aktivitas ini sangat sering kita temui dan kita alami. 

Perasaan yang jarang kita sadari karena perspektif kita tentang hal itu bisa dibilang terlalu tinggi, anggapan yang terlalu apabila diskusi hanya disandangkan kepada kaum akademisi saja. 

Beberapa kemungkinan dari ketidak-sadaran ini muncul karena kita lebih sering mendengar istilah 'musyawarah' ketibang diskusi, sebenarnya kedua hal itu memiliki substansi yang sama (tukar fikiran untuk menentukan kesepakatan) hanya berbeda dalam pelaksanaan serta tujuannya. 

Sejak dahulu diskusi atau musyawarah sebagai jalan terbaik dalam menyelesaikan dan menentukan suatu solusi atas persoalan yang terjadi, beberapa orang dengan pola fikir yang berbeda berada pada satu tempat secara bersamaan bukanlah hal yang mudah untuk menyatukan pemikiran. 

Seringnya kita menemukan bahwa berbicara diskusi secara umum hanya berbicara syarat dan perangkat yang menurut saya tidak diperhatikan kaidah atau substansi diskusi yang baik dan benar, haruslah kita perhatikan kualitas yang dibangun dari berbagai argumentasi atau tukar fikiran dengan kaidah kelogisan universal agar menghasilkan kesimpulan dan atau kesepakatan yang berkualitas.

Untuk tidak terjadinya kesalah fahaman dan salah dalam berfaham, kita akan bahas terlebih dahulu perbedaan-persamaan diskusi dan musyawarah.

Diskusi

Secara istilah bahwa diskusi merupakan aktivitas dalam membahas suatu topik yang menjadi perhatian orang banyak, aktivitas bertukar fikiran yang lebih di dominasi oleh beberapa orang sebagai pemantik topik yang kemudian peserta lainya memberikan pertanyaan atau pendapat mengenai topik tersebut. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) bahwa diskusi merupakan pertemuan ilmiah untuk bertukar fikiran mengenai suatu masalah (https://kbbi.web.id/diskusi).

Pada definisi umum ini menunjukan bahwa diskusi lebih kepada pembahasan topik yang bersifat ilmiah, makna ilmiah tentu bisa bermakna sempit dan luas. Inti dari ilmiah disini adalah bersifat ke-ilmu-an atau ilmu pengetahuan, sempit dan luas nya tergantung pada pembatasan kita terhadap ilmu tersebut. Jika kita maknai secara luas ilmu pengetahuan ini maka setiap topik yang kita bahas dan memiliki keterkaitan dari ilmu pengetahuan kemudian terjadinya pertukaran pemikiran maka bisa kita katakan itu merupakan aktivitas diskusi. Namun pemaknaan sempitnya bahwa pada pertemuan ilmiah ini memiliki katagori tertentu seperti adanya seorang ahli dalam bidang tertentu pada topik pembahasan beserta referensi yang berbeda untuk terjadinya pertukaran pemikiran, yang mana ini juga bisa kita katakan diskusi. Pada intinya adalah pembahasan suatu topik ilmiah (ilmu pengetahuan) untuk menemukan solusi bersama.

Musyawarah

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KKBI) musyawarah memiliki arti pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah (https://kbbi.web.id/musyawarah). Disini bisa kita fahami secara sederhana bahwa musyawarah lebih terlihat khusus dan berfokus pada penyelesaian masalah, dan akan terjadi apabila ada suatu masalah yang berkaitan dengan dua kelompok bahkan lebih. Artinya tidak seperti diskusi yang memiliki kemungkinan untuk sering terjadi dalam leingkungan kita, namun dalam hal ini saya fahami bahwa musyawarah seolah diwajibkan ada pihak yang lebih dikedepankan sebagai pemimpin dan menguasai persoalan tersebut, hampir sama dengan pengertian diskusi secara khusus tentang pertemuan ilmiah diatas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan