Mohon tunggu...
Supartono JW
Supartono JW Mohon Tunggu... Konsultan - Pengamat pendidikan nasional, sosial, dan pengamat sepak bola nasional. Ini Akun ke-4. Akun ke-1 sudah Penjelajah. Tahun 2019 mendapat 3 Kategori: KOMPASIANER TERPOPULER 2019, ARTIKEL HEADLINE TERPOPULER 2019, dan ARTIKEL TERPOPULER RUBRIK TEKNOLOGI 2019

Bekerjalah dengan benar, bukan sekadar baik

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Mas Nadiem, Seragam Sekolah Google Trends, Sebelumnya Kurnas dan Pramuka?

13 April 2024   00:00 Diperbarui: 13 April 2024   00:22 401
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto Nadiem: Kompas.com

Hal penting menyangkut hajat hidup rakyat yang  penjelasannya tidak benar dan tidak baik. Lalu, disebarkan sebagai informasi yang tidak benar dan tidak baik pula. Maka, bertubi panen gagal pahamlah yang terjadi. Google trends pun muncul sebagai saksi dan memberikan bukti.

(Supartono JW.12042024)

Masalah Ekskul Pramuka masih belum reda, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia (RI) Nadiem Anwar Makarim, menambah lagi masalah, yang sebenarnya bukan masalah.

Jujur, saya sedih, prihatin, dan sempat tertawa, membaca dan melihat situasi usai persoalan Pramuka yang laris menuai pro dan kontra. Kini, masalah seragam sekolah pun trending. Padahal terkait seragam sekolah ini, bukan hal baru.

Tetapi menurut saya, Nadiem sendiri, sepertinya, tidak melihat situasi dan kondisi. Bahkan seperti tidak memahami bagaimana kondisi rakyat Indonesia. Atau memang sengaja tidak mau tahu. Sehingga saat menyinggung persoalan seragam  sekolah, dalam momentum yang waktunya tidak tepat, menjadi gagal dipahami berbagai pihak dan masyarakat, seolah tentang seragam sekolah ini adalah peraturan baru 2024, mengiringi diberlakukannya Kurikulum Merdeka menjadi Kurikulum Nasional (Kurnas).

Kemudian dihajar lagi dengan informasi tentang seragam sekolah, yang seolah ada peraturan baru. Kegagalan Nadiem dalam menyebar informasi tentang Ekskul Pramuka, masih menjadi pro-kontra. Kini, Nadiem pun gagal, menjelaskan tentang aturan seragam sekolah.

Trending

Kegagalan penjelasan terkait Seragam Sekolah yang akhirnya digoreng oleh berbagai media massa menjadi salah kaprah, catatan saya menjadi luar biasa, sebab masyarakat Indonesia, hingga kini, masih sangat mudah dihempas oleh ombak masalah yang sekadar hoaks, yang maknanya "tidak suka" atas situasi dan kondisi yang tidak sesuai harapan, membuat kecewa, gusar, tidak nyaman.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, 'hoaks' adalah 'berita bohong.' Dalam Oxford English dictionary, 'hoax' didefinisikan sebagai 'malicious deception' atau 'kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat'. Sayangnya, banyak netizen yang sebenarnya mendefinisikan 'hoax' sebagai 'berita yang tidak saya sukai'.

Munculnya kabar tentang Seragam Sekolah baru, memang langsung membuat heboh. Masyarakat pun langsung berpikir bahwa seragam baru, artinya biaya lagi, uang lagi. Sementara toko-toko penjual seragam sekolah pun, langsung dibikin ketar-ketir.

Yang pasti, berita tentang seragam sekolah baru, langsung diterima mentah-mentah oleh masyarakat. Langsung menuai pro dan kontra, sampai menjadi Google Trends Indonesia di posisi ke-6 pada Jumat (12/4/2024).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun