Mohon tunggu...
Siska DindaAgretiya
Siska DindaAgretiya Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

saya mempunyai hobi menyanyi dan saya adalah orang yang sangat ambis

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Self Love Itu Penting!

21 September 2022   04:58 Diperbarui: 21 September 2022   05:00 65 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

NAMA : SISKA DINDA AGRETIYA

NIM      : 202210230311157

           

Apa yang kalian pikirkan saat mendengar kata "cinta" ? pasti beberapa dari kalian memikirkan hal -- hal yang berbaru romantis, seperti itu kan?  Contohnya seperti ini, "Si A ini kira -- kira suka gak ya sama aku?" atau gini "Ada gak ya orang yang suka sama aku?" Tapi pernah gak kalian berpikir bahwa sebenarnya mencintai itu bisa dimulai dari mencintai diri kita sendiri?

Mencintai diri kita sendiri atau yang sering dikenal sebagai self-love bisa diartikan sebagai sebuah keadaan dimana kita bisa memberikan apresiasi diri ketika mampu bertindak ke arah yang mendukung perkembangan fisik, psikologis dan spiritual diri. Contohnya adalah dengan memulai menerima kekurangan dan kelebihan, memiliki rasa kasih sayang kepada diri sendiri, lebih fokus kepada tujuan hidup yang dimiliki, serta hidup secara puas melalui usaha yang telah dilakukan oleh diri kita.  

Menurut psikolog Deborah Khoshaba Psy.D, self-love adalah keadaan apresiasi terhadap diri sendiri yang bersifat dinamis, yang tumbuh dari tindakan yang mendukung pertumbuhan fisik, psikologis, dan spiritual kita  yang membuat kita dewasa (Psychology Today, 2012).

Sementara itu, psikolog Marget Paul Ph.D mengartikan mencintai diri sendiri sebagai perilaku memahami nilai sebenanrnya dalam diri, tentang apa yang sebenarnya ada di dalam diri, bukan menilai berdasarkan penampilan fisik atau performa diri. Mencintai diri sendiri adalah tentang penerimaan diri, penguasaan diri, penghargaan terhadap diri,  dan rasa hormat kepada diri sendiri.

Menurut saya mencintai diri sendiri juga bisa di definisikan sebagai kepercayaan diri sendiri dan kenyakinan tentang bagaimana orang lain menganggap diri kita. Tetapi seringkali kita terlalu sibuk memikirkan apakah orang lain menyukai atau mencintai kita, padahal hal itu bisa kita mulai dari mencintai diri kita sendiri terlebih dahulu. Saat kita bisa mencintai diri kita sendiri, kita akan lebih mudah menerima keadaan sekitar.

Kurangnya mencintai diri sendiri dapat meningkatkan berbagai hal negatif untuk diri kita. Permasalahan mental seringkali kita jumpai pada orang -- orang yang kurang percaya diri atau kurang memahami dirinya sendiri. Mereka akan selalu menganggap bahwa perkataan orang lain tentang mereka adalah suatu hal mutlak yang harus mereka lakukan. 

Kebiasaan orang -- orang pada masa kini salah satunya adalah sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Yang mana sebenarnya diri kita dan mereka itu sudah jelas merupakan hal yang berbeda. Tapi hal itu tumbuh daripada kebiasaan, dimana pada salah satu tahap kehidupan ini kita pernah diberitahu untuk mencontoh sesuatu dari orang lain.  

Tapi terkadang, cara orang lain memberitahu kita itu kurang tepat. Apalagi pada zaman GEN Milenial dan GEN Z saat ini mereka mereka sudah mempunyai akun media sosial yang dapat menghubungkan mereka kemana saja. Akhir -- akhir ini banyak konten atau vidio pendek yang menayangkan bagaimana orang tua membandingkan anaknya dengan anak tetangga ataupun teman orangtuanya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan