Mohon tunggu...
Fachrur Rozi Nasution
Fachrur Rozi Nasution Mohon Tunggu...

>> Saya hanya lah kumpulan Hari - hari yang sesungguhnya jika hari berkurang maka berkurang juga umur saya. >> Saya sering menghabiskan waktu di depan layar laptop berjam-jam untuk online dan atau membaca ebook. >> Founder & CEO https://tokoandalan.com

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Dijual Masjid, Apakah ini Gaya Marketing?

31 Maret 2012   03:02 Diperbarui: 25 Mei 2018   06:25 343 0 0 Mohon Tunggu...

Salam kompasiana buat sahabatku di manapun berada. Kembali lagi saya menyuguhkan artikel saya di depan layar anda semua. Semoga anda tidak bosa membaca artikel saya yang kesekian kalinya. Karena agak buru-buru ngejar waktu langsung aja saya ke topic. Sebelumnya saya cek di kompasiana ini sudah pernah di posting oleh salah satu anggota kompasiana tentang masjid di jual bisa dilihat di sini. Namun meskipun demikian saya masih tertarik untuk menuliskan tentang topic tersebut di karena sampai sekarang masih ada saya lihat reklame pengumumannya.

Jujur pertama kali saya lihat ketika saya mau ke batu-malang (kota apel) tersebut saya agak kaget dan sedih. Saya kaget dan bersedih di karena sudah terlalu sulitkah mencari donator yang siap dan ikhlas menyumbangkan sebagian kekayaannya untuk membangun masjid. Padahal mereka orang kaya tersebut. Sering menghambur-hamburkan uangnya hanya untuk liburan memuaskan nafsu. Dan sebagian lagi yang merasa dirinya ustadz atau alim berkali-kali menunaikan ibadah haji maupun ibadah umrah. Padahal pendapat awam saya akan lebih baik biaya haji atau umrah yang kesekian kalinya itu untuk di sumbangkan pembangunan masjid. Sekali lagi ini hanyalah pendapat awam saya, mohon di cek jika pendapat saya ini ternyata salah.

Nah, ketika saya beberapa waktu yang lalu kembali jalan-jalan kebatu untuk suatu keperluan. Saya masih melihat banner reklamenya. Buat anda yang kebetulan orang malang atau sekitarnya sudah sering melihat ini. Bahwa jika dari malang menuju batu tepat di pinggir jalan sebelah kiri ada reklame besar warna hitam yang menyatakan bahwa di jual masjid 1 juta/m2.

Dan setiap kali saya melihat itu saya selalu kepikiran tentang ini. Terlepas dari etis atau tidaknya saya melihat dari sisi marketing. Bahwa ternyata ketika papan rekalame itu di pasang sangat signifikan orang yang menumbang untuk membangun masjid tersebut. Karena cara seperti ini masih jarang dan bahkan belum pernah di terapkan di manapun ketika masyarakat setempat ingin merenopasi atau membangun masjid. Pada umumnya masyarkat ketika membangun masjid atau merenopasi akan membuat profosal pengajuan dana atau di umumkan kewarga sekitar yang kira-kira siapa yang bersedia jadi donator.

Dan pada umunya juga, ketika masjid mau di bangun maka sering kita lihat dan menjumpainya di pinggir jalan sebuah ember atau sejenis yang menjadi wadah untuk orang-orang yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan masjid tersebut. Dan mudah kita tebak bahwa orang-orang yang lewat atau melintas di dekat area pembangunan masjid yang tadi sebagian besar tidak menghiraukannya. Kepikiran puk tidak,,,, lain halnya metode pemasangan papan rekalame tadi. Orang-orang yang lewat jalan tersebut. Akan kepikiran sebagaimana yang saya rasakan tentang papan reklame tersebut.

Buat masyarakat yang melihat papan reklame pengumuman penjualan masjid tersebut jika kebetulah kurang seberuntung yang lain jauh di alam bawah sadar mereka akan berdo’a “ Ya Allah ya Tuhanku, saya belum bisa berpartisipasi untuk pembangunan masjid tersebut, untuk itu saya memohon kepada Engkau ya Allah ketuklah hati mereka yang beruntung tersebut untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan masjid itu. Sehingga cepat selesai dan warga bisa memakainya untuk beribadah”

Sesungguhnya inilah menurut saya yang di ucapkan oleh orang-orang yang melewati jalan tersebut. Adapun hikmah yang bisa di ambil dari papan reklame tersebut buat saya pribadi adalah bahwa kita jika ingin membuka usaha maka carilah kata-kata yang mempunyai nilai jual dari nama usahanya itu, jika kita ingin membuka usaha kita lihat di sekeliling kita apakah sudah ada yang sudah membuka duluan dengan jenis usaha yang akan kita buka.

Wallahu’alam

By: Founder & CEO Tokoandalan.com

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x