Mohon tunggu...
Sigit Budi
Sigit Budi Mohon Tunggu... Blogger ajah

blogger @ sigitbud.com

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Indonesia Bubar 2030, Reaksi "Agresi "Prabowo

23 Maret 2018   00:01 Diperbarui: 23 Maret 2018   00:41 1525 5 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Indonesia Bubar 2030, Reaksi "Agresi "Prabowo
Prabowo, Ketua Partai Gerindra menyatakan 2030 NKRI bubar (dok.kompas.com)

Dalam perkiraan saya, pernyataan dari Prabowo adalah perasaan kecewa akibat terhalang dalam mencapai tujuanya, yakni sebagai Presiden, dari kacamata  psikologi dapat dikategorikan  sebagai salah satu bentuk reaksi dari  frustasi, yakni  agresi.

Artinya kemarahan yang meluap-luap dan mengadakan penyerangan kasar karena seseorang mengalami kegagalan, agresi ini sangat mengganggu fungsi intelegensi sehingga harga dirinya merosot.  

Saya jadi teringat kasus pelaporan ke Kepolisian oleh Timses Prabowo atas pernyataan mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono yang menyebut Prabowo "Psikopat". Peristiwa tersebut terjadi saat kampanye Pilpres 2014 dimana Prabowo-Hatta head to headJokowi -- JK, mungkin pernyataan Ketua PKPI ini relevan dengan pernyataan Prabowo sekarang ?

Hampir semua media massa menyoalkan prediksi Ketua Partai Gerindra, Prabowo tentang bubarnya NKRI pada tahun 2030. Banyak kalangan menilai, pernyataan tersebut kurang etik dan berlawanan dengan arus optimisme nasional tentang masa depan negeri ini. 

Padahal dulu para pendiri negara ini mepunyai hasrat dan keinginan kuat untuk menjadikan Indonesia bersatu,  jaya, sejahtera, seperti tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Lha kok, tak ada angin tak ada hujan, tiba -- tiba ada ramalan Zodiak dari dari seorang kandidat capres seperti itu.

Dalam penafsiran saya terhadap pernyataan itu ialah, "Prabowo juga  ingin mengatakan bila dirinya menjadi Presiden tahun 2030 Indonesia bubar, maka dirinya mau jadi wakil saja". Semoga penafsiran saya  salah. 

Usia dari  Prabowo tahun 2018 ini menginjak umur 68 tahun, tahun depan berusia 69 tahun, bila beruntung nasibnya akan seperti Presiden Amerika Donald Trump menjadi Presiden di usia 70 tahun. Pemilu 2019 bisa jadi pemilu terakhir bagi Prabowo untuk maju sebagai capres, saya tidak yakin pada pemilu 2024 masih berhasrat maju lagi. Dengan pernyataan itu, saya juga yakin, Prabowo sedang menaikan bargaining position agar dirangkul sebagai cawapres. 

Buktinya apa? Hingga kini Gerindra tak mendeklarasikannya sebagai Calon Presiden, mungkin Prabowo tak mau bernasib seperti Amien Rais, gagal maning, gagal maning. Meski peluang menjadi Capres masih ada bila Muhaimin Iskandar mau menjadi Cawapres-nya, PKB , PKS dan PAN masuk dalam gerbong pendukung, namun masih fifty -- fifty juga.

Saya jadi jatuh iba kepada profesi peramal bintang dan kartu, serta pelawak, soalnya kini perhatian publik lebih tertuju dengan ke lawakan politisi dibandingkan ke mereka di tahun politik ini. Mengapa? Pernyataan dari mantan Pangkostrad ini terasa lucu,menggetarkan, sekaligus menakutkan,  entah apa yang ada dibenaknya saat melontarkannya ramalan itu. Publik pun dibuat terpukau dan saya yakin siapa pun akan terkejut.

Presiden Joko Widodo saja ketika dimintai tanggapan atas ramalan tersebut hanya tertawa terkekeh, mungkin artinya bagi Presiden hal itu lucu. Begitu penafsiran saya, entah kalau ada terbesit pemikiran lain dari Presiden saat itu.  

Saya pribadi berusaha mencerna pernyataan Ketua Umum Gerindra tersebut secara normatif saja, jelas tak segaris dengan AD/ART Partai Gerindra yang menjunjung nasionalisme dan kebangsaan. Lalu apa dasar pernyataan tersebut ? Menurut saya, Prabowo saat sedang dilema menghadapi arus politik yang melawannya,  reaksinya menjadi  agresif  yang terbungkus dalam kata- kata.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN