Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... #Jadikan pekerjaan itu seni dan hobi#Dulu membidangi Humas dan Media#Sekarang Membidangi Seni dan Hiburan#

#Menulis sesuai suara hati,kadang kritis,tapi humanis,berdasar fakta dan realita#Kebebasan berpendapat dijamin Konstitusi#Jangan membungkam#

Selanjutnya

Tutup

Tebar Hikmah Ramadan Pilihan

Fiksi Ramadan | Ketika Air Bermunajat

10 Mei 2021   17:31 Diperbarui: 10 Mei 2021   17:34 637 54 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Fiksi Ramadan | Ketika Air Bermunajat
Ilustrasi gambar setetes embun di ujung dedaunan | Dokumen Pixabay.com

Zatku adalah dua atom hidrogen dan satu atom oksigen.

Dan ketika aku mengalir, peradabanpun bergulir.

Ketika aku menjadi embun pagi dan menggantung bening di ujung dedaunan, aku adalah penyegar hari.

Ketika aku menguap mengawan, aku adalah pembawa harapan.

Ketika aku menjadi tetes-tetes hujan, aku disanjung sebagai pembawa Rahmat.

Ketika aku mengalir di tenggorokan, aku disyukuri sebagai penyegar dahaga.

Ketika aku menjadi pembasuh untuk bersuci, aku adalah pembuka pintu shalat dan ibadah.

Ketika aku mengalir di sel-sel yang menanti.
Pertanda kehidupan tidak mati.

Ketika...
dan ketika...

Ya Allah,,, Ya Rabbi,,,
Semua peranku, manfaatku, dan gunaku bukanlah kehendakku.

Segala fungsiku dan arti diriku adalah ketentuan-MU.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN