Mohon tunggu...
yusuf siregar
yusuf siregar Mohon Tunggu... -

Berpikir Kritis & Etis

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Pentingnya Ikhlas dalam Beribadah

23 Februari 2016   20:21 Diperbarui: 23 Februari 2016   20:49 1100
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Audzubillah himinas syaiton nirojim, Bismillahhir rahmanir rahim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah swt, karena atas rahmat dan karunia-Nya kita bisa sama-sama berkumpul di masjid yang insyaallah di muliakan ini. Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Nabi besar Nabi Muhammad saw, kepada keluarganya, sahabatnya, kepada kita semua, serta kepada seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Teman-teman yang saya cintai, pada hari in saya akan membahas tentang ikhlas dalam ibadah dan beramal shaleh. Ikhlas, apa itu Ikhlas sebenarnya? Secara bahasa, Ikhlas artinya adalah bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih dari kotoran.

Sedangkan secara istilah, Ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Ilahi anta maksudi waridhoka matlubi, Tuhan hanya Engkaulah yang ku maksud dan ridha Mu yang kuharap. Bagi seorang muslim, makna ikhlas adalah ketika ia mengarahkan seluruh perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya untuk Allah, mengharap ridha-Nya, dan kebaikan pahala-Nya.

Ikhlas dalam beramal ibadah dan amal shaleh adalah melakukan suatu amal kebaikan, dan dalam melaksanakannya ditujukan semata-mata untuk Allah. Allah berfirman dalam surat Yunus ayat 5:

Wa 'An 'Aqim Wajhaka Lilddīni Ĥanīfāan Wa Lā Takūnanna Mina Al-Mushrikīna

Yang artinya:

dan (aku telah diperintah): "Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik.”

Rasulullah SAW mengingatkan, ”Allah tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas untuk mencari ridha Allah semata.” (HR Abu Dawud dan Nasa’i). Walaupun keringat dingin bertetesan, segenap tenaga habis, pikiran terkuras, kalau tidak ikhlas, sebesar apa pun amal, sia-sia di mata Allah. Maka, sangat rugi orang yang sedekah habis-habisan hanya ingin disebut dermawan.

Mengapa kita harus ikhlas dalam beramal ibadah dan amal shaleh? Ikhlas akan membuat jiwa menjadi mandiri, hati lebih tenang, dan masih banyak lagi. Jikia kita ikhlas, yang kita pkirkan hanyalah Allah swt. Kita terlepas dari seluruh problematika yang ada di dunia yang fana ini. Lagipula kita manusia hidup di dunai ini hanya untuk bertaqwa kepada Allah swt.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun