Mohon tunggu...
S. Eleftheria
S. Eleftheria Mohon Tunggu... Lainnya - Et ipsa scientia potestas est

Shyants Eleftheria adalah seorang yang ingin dikenal lewat tulisannya saja. Penyuka hitam dan putih ini hanya ingin menulis tanpa terbebani keharusan menulis dan menyukai tema apa pun yang dianggapnya menarik untuk ditulis.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Berhentilah Peduli dengan Pendapat Orang Lain

28 Agustus 2022   15:06 Diperbarui: 31 Agustus 2022   00:15 362 19 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi seseorang yang tidak peduli dengan pendapat orang lain. (sumber: pixabay.com/icsilviu) 

 Pernahkah kita menghabiskan banyak energi untuk menghawatirkan pikiran dan perkataan buruk orang lain tentang diri kita meskipun kita mengetahui bahwa hal tersebut hanya membuang-buang waktu?

Seorang filsuf Yunani, Marcus Aurelius, mengatakan dalam quotenya: "Yang tidak pernah berhenti membuat saya heran adalah kita semua mencintai diri kita sendiri, tetapi lebih peduli dengan pendapat orang lain daripada pendapat kita sendiri."

Ya, tekadang kita mudah terjebak ke dalam kekhawatiran yang terus-menerus perihal pendapat orang lain tentang kita---dan ironisnya, pendapat orang lain tersebut berasal dari orang-orang yang bahkan tidak pernah kita kenal. 

Nah, jika tidak mengenal orang-orang tersebut, mengapa kita perlu mengkhawatirkannya? Mari kita kaji.

Seseorang yang memiliki perasaan buruk ketika pendapat orang lain itu datang kepadanya kemungkinan disebabkan oleh rasa takut yang mengakar atas keinginannya untuk selalu disukai setiap orang dan untuk mendapatkan validasi atau pengakuan orang lain. 

Terkait hal tersebut, orang-orang Stoikisme mengatakan bahwa sikap tidak peduli adalah reputasi yang baik. Itu artinya ketidakpedulian bagus untuk dimiliki seseorang.

Jika menyangkut kehidupan yang lebih baik---hidup dengan cara yang baik dan itulah yang terpenting. Lantas, mengapa seseorang harus peduli dengan pendapat buruk orang lain jika hidupnya telah baik?

Ketika melihat hubungan ini secara logis, sebenarnya kita tidak perlu takut dengan tidak adanya pengakuan. 

Dalam banyak kasus, hidup seseorang tidak berada dalam bahaya ketika orang lain tidak menyukainya atau tidak menyetujuinya--ya, mungkin kita akan tersenyum ketika mendapatkan perhatian dan cinta dari lingkungan sekitar kita, misalnya di media sosial.

Tetapi sebenarnya kita tidak membutuhkan hal itu untuk bertahan hidup dan bahkan tidak membutuhkannya untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan