Mohon tunggu...
Shalahuddin Ahmad
Shalahuddin Ahmad Mohon Tunggu...

Alumni ITB, Mantan Country Director dari sebuah perusahaan global, dan berkantor di sebuah kota tepi Black Sea. Menulis sebagai rasa tanggung jawab sosial untuk sharing, edukasi, dan menguji pemikiran sendiri serta dapatkan feedback dari komunitas. Aktif di Quora dan FB di waktu senggangnya.

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Agar Kolam Renang Jadi Tempat yang Aman dan Higienis

17 Mei 2017   23:48 Diperbarui: 18 Mei 2017   00:42 0 1 0 Mohon Tunggu...

Berenang adalah hobi yang menarik untuk ditekuni karena merupakan olahraga yang sangat bermanfaat. Berenang adalah olahraga yang bisa dilakukan dalam segala cuaca dan kondisi, baik hujan atau panas, dan juga bisa dilakukan disegala waktu. Bayi dan manula bisa berolahraga renang, juga ibu hamil. Seorang muslim bahkan bisa  berenang di bulan puasa meskipun hukumnya makruh yang  artinya ditinggalkan dapat pahala dan dikerjakan tidak berdosa. Meskipun demikian  banyak kalangan muslim  tak akan mengorbankan puasa Ramadhan karena hobi berenang apalagi karena  masih bisa berenang dengan tenang setelah berbuka puasa.

Berenang konon adalah olahraga yang bisa melatih fisik dan mental.  Seorang perenang yang panik dan takut di kedalaman akan membuat dadanya ciut tak berkembang untuk menghirup nafas yang dalam. Otot yang terlibat dalam berenang katanya lebih banyak dari cabang olahraga manapun. Berenang juga amat menyegarkan dan melemaskan otot. Air yang sejuk bisa membuat otot menjadi relax dan lentur meskipun digerakkan.

Dari berbagai kolam berenang di berbagai negara, kolam renang di Indonesia masih perlu melakukan banyak pembenahan menyangkut keamanan dan lingkungan yang higienis. Berikut adalah beberapa hal yang layak menjadi perhatian.

Keanggotaan dan Pemeriksaan Kesehatan

Di banyak kolam renang di luar negeri, setiap orang yang akan berenang harus menjadi member, minimal untuk satu periode tertentu, misalnya satu minggu atau satu bulan.  Setiap member harus diperiksa kesehatannya terutama kulit dan kukunya untuk diperiksa apakah menderita penyakit kulit dan kuku. Secara berkala dan acak member lama juga diminta untuk mengikuti pemeriksaan untuk diperiksa kesehatan kulit dan kuku seputar badannya.

Hal ini sangat penting dan selayaknya diterapkan di kolam renang di Indonesia. Jika tak ingin diterapkan membership, setiap pengunjung harus dapatkan karcis hijau hasil pemeriksaan kesehatan sebelum bisa membeli tiket masuk kolam renang. Karcis hijau hanya diperoleh jika sudah memeriksakan kondisi kulit dan kukunya dan dinyatakan tidak menginap penyakit kulit dan kuku.

Tidak tersedianya locker yang memadai

Kira-kira 90% kolam renang di Indonesia tidak menyediakan locker yang memadai untuk pengunjung. Locker harus berukuran cukup untuk menyimpan baju, tas, dan bawaan lainnya.

Kolam-kolam yang menyediakan locker juga banyak yang masih menggunakan cara primitif dengan memberikan kunci locker dengan gantungan peneng besi dengan peniti yg bisa dibawa berenang. Sayangnya gantungan peniti yang mudah lepas itu tersebut berisi nomor locker, jadi sekiranya kunci terjatuh maka orang yang menemukannya tinggal mendatangi locker yang nomornya sudah tercantum dan bisa membawa pulang barang yang bukan miliknya.

Kolam renang modern sudah menyediakan kunci NFC yang berbentuk gelang karet dengan nomor lockernya. Gelang karet kecil kemungkinannya lepas dan bisa dibawa ke air untuk berenang tanpa merusaknya.

Pengunjung/member baru tak diberikan pengarahan dengan ketentuan kolam renang

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x