Mohon tunggu...
Shalahuddin Ahmad
Shalahuddin Ahmad Mohon Tunggu...

Alumni ITB, Mantan Country Director dari sebuah perusahaan global, dan berkantor di sebuah kota tepi Black Sea. Menulis sebagai rasa tanggung jawab sosial untuk sharing, edukasi, dan menguji pemikiran sendiri serta dapatkan feedback dari komunitas. Aktif di Quora dan FB di waktu senggangnya.

Selanjutnya

Tutup

Politik

Muhaimin Anak Hilang yang Kembali Hilang Lagi

22 Juni 2014   07:43 Diperbarui: 20 Juni 2015   02:51 143 1 3 Mohon Tunggu...

Muhaimin Iskandar disebut Megawati sebagai anak hilang yang kembali. Hal ini diucapkan Megawati dalam acara deklarasi koalisi bentukan PDIP. Muhaimin pun menyambut ucapan Mega itu sambil berjanji akan membawa 12 juta suara bagi pemenangan pasangan Jokowi-JK.

Muhaimin yang masih belum hilang shok dan kagetnya karena tak menyangka partainya mengalami kenaikan signifikan sangat percaya diri bisa mendikte kalangan Nahdiyin untuk ikut mendukung Jokowi. Sayangnya harapannya dari hari ke hari semakin jauh panggang dari harapan. Satu per satu tokoh dan warga Nahdiyin mulai menjaga jarak dan bahkan terang-terangan mendukung Prabowo Hatta.

Ketua PBNU sendiri secara pribadi mengatakan bahwa dia mendukung Prabowo meskipun dengan tegas mengatakan NU tidak akan menentukan sikap politik karena NU bukanlah organisasi politik. Berita paling belakangan adalah banyak petinggi PWNU Jawa Timur yang juga lebih memilih Prabowo dari Jokowi.

Jika suara NU di Jawa Timur sudah cenderung kepada Prabowo dan Gubernur Jatim juga adalah mendukung Prabowo maka bisa dikatakan Muhaimin tak akan mendapat apa-apa di Jawa Timur. Jika Jawa Timur yang merupakan basis NU pun tak bisa dimenangkan oleh Muhaimin maka apalagi daerah-daerah diluar Jawa Timur.

PDIP nampanya memang hanya mendapatkan lokomotif dari Muhaimin untuk bersama dengan Partai Nasdem untuk mendaftarkan capres koalisi kecil mereka. Sayangnya gerbong penumpang yang diharapkan ikut ketika lokomotifnya bergabung malah ketinggalan dan bahkan masuk ke jalur arah berlawanan.

PKB juga tampaknya tidak sepenuhnya dianggap sebagai rekan koalisi oleh PDIP. Kader PDIP Rieke Dyah Pitaloka sangat gemar untuk mengkritik Muhaimin sebagai menteri tenaga kerja dengan berbagai masalah ketanagakerjaan. Bentrokan PKB dan PDIP bahkan sudah mencuat ke media dimana sekjen PDIP mengecam berbagai ucapan Rieke tentang masalah tenaga kerja.

Muhaimin sepertinya tak terlihat aktif dalam  upaya mengerahkan massa NU di periode kampanye ini. Jangan-jangan Muhaimin merasa nelangsa di koalisi gabungan ini dan tak merasa diharapkan keterlibatannya. Dia mungkin merasa PDIP hanya  membutuhkannya untuk keperluan pendaftaran capres agar syarat minimal presentasi treshold terpenuhi. Bahkan mungkin PDIP juga tak begitu membutuhkannya karena toh suara dari Partai Nasdem yang juga telah merasa merapat ke PDIP lebih dari cukup untuk mendapatkan tiket pendaftaran pasangan capres cawapres. Apalagi konon Muhaimin merapat ke Jokowi meminta bayaran tinggi dengan ambisi untuk mendapatkan posisi cawapres. Tapi sayangnya justru posisi cawapres diberikan ke Jusuf Kalla, seorang kader dari Partai Golkar.

Politik memang permainan tentang kepentingan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x